Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Agercolere

Perbedaan jenis komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kangkung darat (Ipomea reptans Poir) dalam polibag Fardyansjah Hasan; Nofria Pakaya
Jurnal Agercolere Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.213 KB) | DOI: 10.37195/jac.v2i1.101

Abstract

Efisiensi penggunaan lahan melalui budidaya dalam polibag menjadi alternatif dalam budidaya tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir.). Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan media tanam dalam polibag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kangkung darat. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Desa Boalemo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Indonesia. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal yaitu media tanam dan terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Adapun perlakuan yang diberikan adalah perbedaan komposisi media tanam dengan perbandingan berdasarkan volume yaitu: M1 = Tanah; M2 = Tanah + pupuk kandang (1:3); M3 = Tanah + arang sekam + pupuk kandang (1:1:3); M4 = Tanah + serbuk gergaji + pupuk kandang (1:1:3); M5 = Tanah + arang sekam + serbuk gergaji + pupuk kandang (1:1:1:3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanam tanah + arang sekam + serbuk gergaji + pupuk kandang (1:1:1:3) menghasilkan bobot basah total, bobot konsumsi dan bobot akar tertinggi.
Aplikasi pupuk organik cair daun lamtoro (Leucaena leucophala (Lam.) de Wit) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata sturt L.) Fardyansjah Hasan; Muh. Jabal Nur; Febriyanto Nayo
Jurnal Agercolere Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i2.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organic cair daun lamtoro dan menentukan dosis yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini telah dilakukan pada Februari hingga bulan April 2021 di kebun Desa Bulango Raya, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan terdapat empat perlakuan konsentrasi POC yang diulang sebanyak tiga kali yaitu L0: Tanpa Perlakuan (0%); L1: Konsentrasi 10% POC; L2: Konsentrasi 20% POC dan L3: Konsentrasi 30% POC. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol, bobot tongkol, dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk organic cair daun lamtoro dengan konsentrasi 30% (L3) menghasilkan panjang, diameter dan bobot tongkol tertinggi.
The Efisiensi penggunaan pupuk anorganik untuk produksi tanaman jagung manis (Zea mays L. Saccharata) melalui pemanfaatan gulma kayu apu (Pistia stratiotes L.) sebagai pupuk organik Fardyansjah Hasan; I Made Sudiarta; Ramdan Apia; Ivana Butolo
Jurnal Agercolere Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 1, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i1.178

Abstract

Pengembangan potensi bahan organik yang dapat menurunkan penggunaan pupuk anorganik terutama dalam budidaya jagung manis. Gulma kayu apu merupakan menjadi sumber bahan organic yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pertumbuhan dan produksi jagung manis dengan aplikasi dosis kompos kayu apu dan dosis pupuk anorganik. Penelitiah dilaksanakan di kebun Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, Provinsi Gorontalo, mulai bulan Mei hingga Oktober 2022. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yaitu kompos kayu apu dan pupuk anorganik. Terdapat tiga taraf dosis kompos kayu apu yaitu tanpa aplikasi, 5 ton/Ha dan 10 ton/Ha. Selanjutnya tiga taraf dosis pupuk anorganik yaitu 0, 150 kg/Ha dan 300 kg/Ha. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percoban. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata aplikasi kompos kayu apu maupun pupuk anorganik tetapi tidak ditemukan interaksi nyata pada pertumbuhan tanaman jagung manis.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Padi Sawah (Oriza Sativa L) Melalui Sistem Mina Padi I Made Sudiarta; Fardyansjah Hasan; Rivai Hulopango; Nur Cahya Dirga
Jurnal Agercolere Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 2, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i2.179

Abstract

Pengunaan varietas padi unggul merupakan salah satu komponen teknologi yang berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas dan produksi padi. Pelepasan beberapa varietas padi di lapangan menjadi salah satu alternatif pilihan bagi petani dalam pengembangan budidaya padi secara organik yang sesuai dengan kondisi lingkungannya. Untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya dilakukan melalui pengembangan diversifikasi usaha tani dan perikanan melalui sistem minapadi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui varietas padi yang tepat dalam budidaya sistem mina padi terhadap peningkatan kualitas tanah serta pertumbuhan dan produksi tanaman padi sehingga mampu mengatasi keterbatasan lahan, serta dapat meningkatkan pendapatan petani. Metode Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan yaitu P0 (Varietas Inpara 10), P1 (Varietas Cakrabuana), P2 (Varietas Inpari 42), dan P3 (Varietas Nutrizink). Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan beberapa varietas padi sawah melalui sistem mina padi memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan/perumpun, jumlah anakan produktif tanaman padi. Sedangkan Perlakuan P2 (Inpari 42) menghasilkan rata-rata produksi tanaman padi perhektar tertinggi yaitu 5,70 ton/ha. Sedangkan bobot ikan mutlak tertinggi yaitu perlakuan P2 (Padi Inpari 42) mencapai 318 (g) dan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 48,57 %.