Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital: Tantangan Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kota Bima Nabila Ainun Jariah; Khairudin Khairudin; Wahyu Mulyadin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.308

Abstract

Pendidik memiliki peran penting dalam pendidikan, terutama dalam proses belajar mengajar di era digital. Teknologi, terutama internet dan media sosial, memfasilitasi akses informasi, namun juga membawa tantangan, seperti penyebaran informasi tidak terverifikasi yang dapat mempengaruhi pemahaman agama dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teknologi dan media sosial dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 2 Kota Bima serta dampaknya terhadap pengembangan karakter peserta didik. Subjek penelitian ini adalah guru PAI dan peserta didik yang aktif menggunakan teknologi atau gadget di SMPN 2 Kota Bima. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Desember 2024 hingga Februari 2025. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat meningkatkan interaksi dan minat belajar peserta didik, namun juga membawa risiko penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan nilai agama. Penelitian ini menyarankan peningkatan pelatihan guru dalam pemanfaatan teknologi serta penguatan pendidikan karakter agar sejalan dengan perkembangan teknologi yang pesat.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying pada Siswa SMAN 4 Kota Bima Jisman Jisman; Masita Masita; Khairudin Khairudin
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 6 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i6.12080

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of various forms of bullying behavior that occur within the school environment and sto explain the strategies implemented for its prevention and management at SMAN 4 Kota Bima. The research employs a qualitative approach with a descriptive design, focusing on obtaining a comprehensive understanding of social phenomena within the educational setting.The data sources in this study consist of teachers, students, and school administrators who are actively involved in character-building programs and efforts to address bullying cases. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and documentation studies, while data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that bullying behaviors at SMAN 4 Kota Bima include physical, verbal, and social aspects, which are primarily influenced by poor self-control, negative peer interactions, and low moral awareness among students. Prevention strategies are carried out through religious character-building programs, including lectures, counseling, and the reinforcement of religious values (IMTAQ), focusing on fostering empathy, discipline, and responsibility. Meanwhile, handling strategies are implemented through collaboration between guidance and counseling teachers, homeroom teachers, subject teachers, and parents, with actions such as personal guidance, educational sanctions, and relocation recommendations for students who show no behavioral improvement. Overall, the implementation of these strategies has proven effective in reducing bullying incidents, enhancing students’ moral awareness, and creating a safe and harmonious learning environment. Thus, the prevention and management efforts at SMAN 4 Kota Bima have contributed positively to the continuous development of students’ religious and social character.
Effectiveness of Islamic values-based problem-solving learning in enhancing social awareness in Islamic religious education subject Arman Arman; Khairudin Khairudin; Sri Jamilah; Nordinah Wati
Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/edupedia.v11i1.9626

Abstract

The rapid advancement of digital technology has contributed to increasing individualistic tendencies among adolescents. Meanwhile, IRE (Islamic Religious Education) remains predominantly conventionally oriented and has not adequately fostered students’ social awareness. Therefore, this study aims to examine the effectiveness of problem-solving learning integrated with Islamic values in enhancing students’ social awareness in IRE subjects. This study employed a quasi-experimental design involving 40 tenth-grade students from a vocational high school in Bima City, divided into an experimental group (n = 20) and a control group (n = 20). The experimental group received problem-solving instruction integrated with Islamic values, whereas the control group participated in conventional learning. Data were collected through validated and reliable pretests and posttests and analyzed using normality, homogeneity, and independent samples t-tests. The findings indicate that Islamic values–integrated problem-solving learning was significantly more effective in enhancing students’ social awareness than conventional instruction. The study further demonstrates that this learning model effectively promotes students’ cognitive understanding of social responsibility, including helping behavior, social harmony, empathy, and environmental awareness. The novelty of this research lies in the innovative design of IRE learning that integrates Islamic values into problem-solving activities to strengthen character education. Enhancing social awareness among vocational high school students is essential in preparing them to navigate the future dynamics of the workplace and industrial environments.
Pemanfaatan Multimedia dalam meningkatkan Implementasi Teknologi Informasi pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Yael Niat Christina Gulo; Abdussahid Abdussahid; Khairudin Khairudin
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v1i3.57

Abstract

Multimedia didefinisikan sebagai kombinasi lebih dari satu jenis media yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman atau pemahaman. Keunikan/kebaruan penelitian ini berfokus pada pengembangan multimedia interaktif yang dirancang khusus untuk materi IPA, seperti penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungan dan daur air. Jenis penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan dua siklus yaitu siklus yang I dan II. Peneliti menggunakan desain ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan multimedia terhadap pembelajaran siswa pada mata pelajaran IPA dikelas V SD. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SDN 076093 Hilisangowola. Penelitian ini melibatkan 22 siswa dari kelas V SD. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Telah dilakukan penelitian Tindakan kelas dengan pemanfaatan multimedia sebagai peningkatkan Implementasi Teknologi Informasi pada Pembelajaran IPA di SD Kelas V. Penelitian ini menggunakan PTK dengan dilakukan pelaksanaan pra-Siklus. Berdasarkan data yang diperoleh dari pengamatan dan tindakan dalam penelitian tindakan kelas bahwa hasil belajar siswa banyak yang mengalami peningkatan dan perkembangan pada siklus yang ke II ini dengan hasil yang sangat memuaskan. Selain itu hasil dari post test juga menunjukan nilai yang baik dengan ini dapat diartikan siswa sudah memahami materi pembelajaran yang telah disampaikan dengan baik. Hal ini terlihat dari jumlah hasil pembelajaran peserta didik sebanyak 22 siswa dari siklus I sebanyak 9 siswa dengan presentase 55%, sedangkan di siklus yang ke II sebanyak 17 siswa mengalami peningkatan menjadi 90%, serta hasil pembelajaran siswa di siklus yang ke I mencapai presentase 65%, dan mengalami peningkat di siklus yang ke II ini menjadi 100%