Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN AKAD IJARAH MUMTAHIYA BI TAMLIK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI BANK SYARIAH Okta Dwi Puspita; Anggun Okta Fitri; Is Susanto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan akad ijarah mumtahiya bi tamlik dalam perspektif hukum islam di bank syariah. Akad ini merupakan kombinasi dari akad ijarah (sewa menyewa) dengan akad murabahah (jual-beli). Akad ini  memberikan banyak kemudahan bagi pelaku ekonomi, menggunakan metode pendekatan kualitatif dan menggunakan data sekunder serta teknik pengumpulan data yaitu dengan mencari literatur yang berkorelasi dengan pembahasan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa penerapan akad ijarah mumtahiya bi tamlik dalam perspektif hukum islam di bank syariah ini merupakan bagian penting untuk diterapkan, penelitian ini juga mengungkap bahwa meskipun Akad IMBT masih diragukan oleh banyak pihak. Yang dimana, mereka mempertanyakan bagaimana dasar hukum IMBT baik Hukum Islam ini, Dalam perspektif Hukum Islam, kesimpulan bahwa IMBT dikatakan telah memenuhi prinsip-prinsip, pilar dan syarat-syarat dalam akad. Para pemikir ekonomi kontemporer banyak yang berpendapat bahwa hukum IMBT diperbolehkan. penelitian ini menegaskan  penerapan nilai-nilai hukum Islam untuk menciptakan kepuasan duniawi dan akhirat.
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN MOBILE BANKING BANK SYARIAH (BSI) DALAM MEWUJUDKAN KONSEP PAPERLESS DI SEKTOR PERBANKAN SYARIAH Hana Mentari Aprilia; Anggun Okta Fitri; Muhammad Iqbal Fasa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan syariah di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menerapkan teknologi informasi dan mobile banking guna mewujudkan konsep paperless. Di tengah perkembangan pesat era digital, teknologi informasi memiliki peran krusial dalam operasional perbankan syariah, mulai dari layanan daring hingga penggunaan aplikasi mobile. Meskipun menawarkan banyak keuntungan, bank syariah harus tetap menjaga kerahasiaan serta integritas data nasabah sesuai dengan prinsip syariah. Mobile banking memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi secara efisien dan praktis, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan, khususnya di wilayah terpencil. Sementara itu, penerapan konsep paperless banking, yang mengurangi penggunaan kertas melalui transaksi digital, berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional serta menjaga kelestarian lingkungan. Transformasi digital dalam perbankan syariah juga mendorong inovasi dalam produk dan layanan, sehingga dapat meningkatkan pengalaman nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi produk digital Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam upaya mewujudkan paperless banking dan green banking. Dengan mengadopsi teknologi informasi dan mobile banking, BSI diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan serta memenuhi kebutuhan nasabah dengan lebih efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peran teknologi dalam perbankan syariah serta dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pengaruh Kinerja Keuangan, Leverage, Sharia Compliance, Invesment Acound Holder dan Ukuran Perusahaan Terhadap Islamic Sosial Riporting: Studi pada Bank Umum Syariah 2020-2024 Taufik Kurahman Kurahman; Rosydalina Putri; Anggun Okta Fitri
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 5 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i5.11959

Abstract

This study aims to examine the effect of Financial Performance (X1), Leverage (X2), Shariah Compliance (X3), Investment Account Holders (X4), and Company Size (X5) on Islamic Social Reporting (ISR) disclosure. Using panel data from Sharia-compliant companies for the 2020–2024 period, the sample was determined using purposive sampling and processed using Panel Least Squares (PLS) regression via EViews.The results of the hypothesis testing indicate that partially, Leverage (X2), Investment Account Holders (X4), and Company Size (X5) have a significant but negative effect on ISR (p < 0.05). This indicates that high liability burdens and asset scale tend to limit the scope of social reporting for the sake of cost efficiency and information risk mitigation. Conversely, Financial Performance (X1) and Shariah Compliance (X3) do not have a significant effect, indicating that profitability and Sharia compliance levels are not the primary determinants of social transparency policy in this study. These findings confirm the relevance of Signaling Theory, which views certain financial indicators as risk signals that limit voluntary disclosure. The research's implications suggest that management should reframe its view of ISR as a strategic investment to strengthen legitimacy and stakeholder trust amidst the company's dynamic financial situation.