Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN AKAD IJARAH MUMTAHIYA BI TAMLIK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI BANK SYARIAH Okta Dwi Puspita; Anggun Okta Fitri; Is Susanto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan akad ijarah mumtahiya bi tamlik dalam perspektif hukum islam di bank syariah. Akad ini merupakan kombinasi dari akad ijarah (sewa menyewa) dengan akad murabahah (jual-beli). Akad ini  memberikan banyak kemudahan bagi pelaku ekonomi, menggunakan metode pendekatan kualitatif dan menggunakan data sekunder serta teknik pengumpulan data yaitu dengan mencari literatur yang berkorelasi dengan pembahasan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa penerapan akad ijarah mumtahiya bi tamlik dalam perspektif hukum islam di bank syariah ini merupakan bagian penting untuk diterapkan, penelitian ini juga mengungkap bahwa meskipun Akad IMBT masih diragukan oleh banyak pihak. Yang dimana, mereka mempertanyakan bagaimana dasar hukum IMBT baik Hukum Islam ini, Dalam perspektif Hukum Islam, kesimpulan bahwa IMBT dikatakan telah memenuhi prinsip-prinsip, pilar dan syarat-syarat dalam akad. Para pemikir ekonomi kontemporer banyak yang berpendapat bahwa hukum IMBT diperbolehkan. penelitian ini menegaskan  penerapan nilai-nilai hukum Islam untuk menciptakan kepuasan duniawi dan akhirat.
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN MOBILE BANKING BANK SYARIAH (BSI) DALAM MEWUJUDKAN KONSEP PAPERLESS DI SEKTOR PERBANKAN SYARIAH Hana Mentari Aprilia; Anggun Okta Fitri; Muhammad Iqbal Fasa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan syariah di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menerapkan teknologi informasi dan mobile banking guna mewujudkan konsep paperless. Di tengah perkembangan pesat era digital, teknologi informasi memiliki peran krusial dalam operasional perbankan syariah, mulai dari layanan daring hingga penggunaan aplikasi mobile. Meskipun menawarkan banyak keuntungan, bank syariah harus tetap menjaga kerahasiaan serta integritas data nasabah sesuai dengan prinsip syariah. Mobile banking memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi secara efisien dan praktis, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan, khususnya di wilayah terpencil. Sementara itu, penerapan konsep paperless banking, yang mengurangi penggunaan kertas melalui transaksi digital, berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional serta menjaga kelestarian lingkungan. Transformasi digital dalam perbankan syariah juga mendorong inovasi dalam produk dan layanan, sehingga dapat meningkatkan pengalaman nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi produk digital Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam upaya mewujudkan paperless banking dan green banking. Dengan mengadopsi teknologi informasi dan mobile banking, BSI diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan serta memenuhi kebutuhan nasabah dengan lebih efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peran teknologi dalam perbankan syariah serta dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pengaruh Kinerja Keuangan, Leverage, Sharia Compliance, Invesment Acound Holder dan Ukuran Perusahaan Terhadap Islamic Sosial Riporting: Studi pada Bank Umum Syariah 2020-2024 Taufik Kurahman Kurahman; Rosydalina Putri; Anggun Okta Fitri
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 5 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i5.11959

Abstract

This study aims to examine the effect of Financial Performance (X1), Leverage (X2), Shariah Compliance (X3), Investment Account Holders (X4), and Company Size (X5) on Islamic Social Reporting (ISR) disclosure. Using panel data from Sharia-compliant companies for the 2020–2024 period, the sample was determined using purposive sampling and processed using Panel Least Squares (PLS) regression via EViews.The results of the hypothesis testing indicate that partially, Leverage (X2), Investment Account Holders (X4), and Company Size (X5) have a significant but negative effect on ISR (p < 0.05). This indicates that high liability burdens and asset scale tend to limit the scope of social reporting for the sake of cost efficiency and information risk mitigation. Conversely, Financial Performance (X1) and Shariah Compliance (X3) do not have a significant effect, indicating that profitability and Sharia compliance levels are not the primary determinants of social transparency policy in this study. These findings confirm the relevance of Signaling Theory, which views certain financial indicators as risk signals that limit voluntary disclosure. The research's implications suggest that management should reframe its view of ISR as a strategic investment to strengthen legitimacy and stakeholder trust amidst the company's dynamic financial situation.
Peran Perbankan Syariah dalam Transformasi Layanan Pembiayaan UMKM Melalui Teknologi Finansial (FINTECH) Elvri Ranjani; Anggun Okta Fitri; Muhammad Iqbal Fasa
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 1 No. 2 (2024): Inflasi - November
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v1i2.123

Abstract

UMKM merupakan pilar penting perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan besar dalam hal akses pembiayaan. Perbankan syariah hadir sebagai alternatif pembiayaan yang sesuai prinsip keadilan, bagi hasil, dan bebas riba. Seiring dengan kemajuan teknologi, kolaborasi antara perbankan syariah dan fintech menjadi solusi potensial untuk meningkatkan akses pembiayaan yang cepat, aman, dan inklusif bagi UMKM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan studi literatur dari beberapa sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah telah mulai beradaptasi melalui digitalisasi layanan dan kolaborasi dengan fintech syariah. Namun, masih terdapat tantangan berupa rendahnya literasi digital pelaku UMKM, kepercayaan terhadap keamanan data, dan perlunya regulasi yang adaptif. Kolaborasi antara perbankan syariah, fintech, regulator, dan pemerintah diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembiayaan syariah berbasis teknologi yang berdaya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
Analisis Tantangan dan Peluang UMKM dalam Mengakses Pembiayaan Perbankan Syariah pada Perspektif Pelaku Usaha Mar’atun Tursinah; Anggun Okta Fitri
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 1 No. 2 (2024): Inflasi - November
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v1i2.131

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada tiga kelompok informan utama: pelaku UMKM, perwakilan lembaga perbankan syariah, dan regulator keuangan. Tujuan penelitian adalah menggali secara mendalam tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM dalam mengakses pembiayaan syariah. Meskipun UMKM berperan strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, akses mereka terhadap pembiayaan syariah masih terbatas. Hambatan utama meliputi rendahnya literasi keuangan syariah, persyaratan administrasi dan agunan yang dinilai rumit, serta tingginya persepsi risiko usaha. Ketiga faktor ini menyebabkan pelaku usaha enggan mengakses pembiayaan yang sebenarnya selaras dengan prinsip keadilan dalam Islam. Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah peluang, seperti pemanfaatan fintech syariah untuk menyederhanakan proses pengajuan, program literasi keuangan berkelanjutan, dan dukungan kebijakan pemerintah melalui insentif serta penyederhanaan regulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa sinergi antara pelaku UMKM, lembaga keuangan syariah, penyedia fintech, dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan ekosistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memahami hambatan dan peluang tersebut, diharapkan dapat dirancang rekomendasi strategis serta inovasi produk pembiayaan syariah yang lebih sesuai dengan karakteristik UMKM, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan yang lebih merata.
Persepsi Masyarakat Terhadap Etika Bisnis Dalam Praktik Pemasaran Produk Perbankan Merlyn Anggraini; Anggun Okta Fitri
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 2 (2025): Inflasi - November
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i2.178

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap praktik pemasaran produk perbankan, khususnya perbankan syariah, yang dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap penerapan etika bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana persepsi masyarakat terhadap etika bisnis dalam pemasaran perbankan serta bagaimana penerapan etika tersebut berpengaruh terhadap kepercayaan dan loyalitas nasabah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang mengkaji literatur-literatur relevan dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis dalam pemasaran perbankan yang mencakup transparansi, kejujuran, tanggung jawab sosial, serta kepatuhan terhadap prinsip syariah mampu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas nasabah. Selain itu, pemahaman masyarakat, kualitas pelayanan, dan nilai religiusitas menjadi faktor penting yang turut memengaruhi persepsi terhadap etika pemasaran produk perbankan.
Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Likuiditas Bank Umum Syariah Di Indonesia  Periode 2015-2024 : Pendekatan Short Term Mismatch Risma Wati; Gustika Nurmalia; Anggun Okta Fitri
Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Vol. 11 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ijoieb.v11i1.3769

Abstract

Liquidity represents a bank’s capacity to fulfill its short-term obligations using current assets that mature within one year. This measure is vital for ensuring financial stability and sustaining long-term profitability. This study examines the influence of Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), Return on Assets (ROA), and Operational Costs to Operating Income (BOPO) on liquidity, which is assessed through the Short Term Mismatch (STM) in Islamic Commercial Banks in Indonesia. A quantitative method is applied, utilizing secondary data from annual reports covering the 2015–2024 period. The population consists of all Islamic Commercial Banks registered with the Financial Services Authority (OJK) in 2024, with nine banks chosen as the sample using purposive sampling. The findings indicate that CAR positively and significantly affects STM, BOPO negatively and significantly affects STM, while NPF and ROA show no significant impact. Collectively, the four independent variables account for 54.33% of STM variability, with the remainder influenced by other factors beyond the model.The study suggests that enhancing capital adequacy and operational efficiency is essential for maintaining liquidity stability, and the results can inform the development of more effective liquidity management strategies.