Kristophorus Ukat
STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN MAHASISWA STP ST. PETRUS KEUSKUPAN ATAMBUA DALAM KEGIATAN PAROKI PADA PERAYAAN NATAL Kristophorus Ukat; Anselmus Yata Mones; Videl Remus Kono; Stefania Delima Bais; Elisabeth Agita Tae
PASCERE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Pascere Edisi November 2025
Publisher : LPPM STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan liturgi mahasiswa dan mempererat hubungan antara mahasiswa, pastor, dewan paroki, dan umat melalui partisipasi aktif dalam perayaan Natal di 48 paroki. Kegiatan meliputi dekorasi liturgi, pelayanan misa, kebersihan paroki, serta kegiatan sosial seperti kunjungan kepada lansia dan kaum difabel. Mahasiswa juga terlibat dalam pelatihan misdinar, koor, dan kegiatan sosial di daerah terpencil. Hasilnya, terdapat peningkatan kualitas perayaan Natal dan pelayanan liturgi di paroki. Mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam pelayanan pastoral dan sosial. Dampak positif dirasakan oleh umat yang menerima pelayanan sosial dan mahasiswa yang mengembangkan keterampilan liturgi serta kerjasama tim. Namun, terdapat tantangan dalam koordinasi antar paroki dan keterbatasan waktu yang menghambat keikutsertaan mahasiswa secara maksimal. Evaluasi menunjukkan bahwa perencanaan yang lebih matang dan koordinasi yang lebih baik diperlukan untuk keberhasilan kegiatan serupa di masa depan.
MENULIS, MEREFLEKSIKAN, DAN MEMAHAMI DIRI: STUDI HERMENEUTIK-TEOLOGIS TENTANG PRAKTIK BUKU HARIAN MAHASISWA PASTORAL Kristophorus Ukat; Paulinus Tibo; Modesta Amsikan; Agustinus Tarano Sasi; Raymundus Rao; Yohanes Regis Ukat
Selidik (Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan) Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61717/sl.v7i1.165

Abstract

Menulis reflektif telah lama dipahami sebagai praktik pedagogis dan spiritual dalam pendidikan teologi. Namun sebagian besar penelitian masih berfokus pada manfaat pedagogis, psikologis dan pembentukan karakter. Perhatian terhadap menulis buku harian sebagai proses hermeneutik pembentukan pemahaman diri masih terbatas. Berlandaskan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa pastoral memaknai praktik menulis buku harian dalam perjalanan iman dan proses formasi mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dialogis semi-terstruktur terhadap 12 mahasiswa STP St. Petrus Keuskupan Atambua dan dianalisis menggunakan interpretasi hermeneutik Gadamerian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menulis buku harian berfungsi sebagai ruang hermeneutik pembentukan kesadaran diri, media dialog dengan kecemasan dan tekanan eksistensial, praktik reinterpretasi pengalaman dan transformasi makna hidup, ruang relasional yang memperdalam pemahaman diri, praktik spiritual untuk mengenali karya Allah, serta sarana pembentukan identitas calon pelayan pastoral. Temuan ini menunjukkan bahwa menulis buku harian bukan sekadar teknik refleksi. Menulis merupakan praktik hermeneutik-spiritual yang memungkinkan mahasiswa menafsirkan pengalaman, memperdalam iman dan membangun identitas pastoral secara reflektif. Penelitian ini memperluas kajian teologi pastoral dan pendidikan teologi dengan menempatkan menulis sebagai peristiwa pemahaman yang mengintegrasikan dimensi eksistensial, relasional, spiritual dan vokasional dalam proses formasi.
PENGUATAN LITERASI SISWA SMA MELALUI PENULISAN FEATURE BERBASIS KISAH HIDUP NARASUMBER DALAM LOMBA MENULIS DI KABUPATEN TTU Kristophorus Ukat; Anselmus Yata Mones; Marianus Sesfao
PASCERE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Pascere: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Edisi Mei 2026
Publisher : LPPM STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61717/jpas.v2i1.199

Abstract

Abstract:  This study examines the implementation of an experiential-based literacy program through a feature writing competition aimed at strengthening students’ literacy skills in North Central Timor Regency. The program was carried out through several stages, including perception alignment, school-based mentoring, writing practice, and evaluation and reflection on the outcomes. The study employed data triangulation through observation, interviews, and analysis of students’ written works. The findings indicate that the experiential learning approach increased students’ engagement, particularly in the affective and reflective dimensions, and supported the development of narrative ideas. However, the study also identified a gap between students’ storytelling abilities and their mastery of journalistic writing techniques, including weaknesses in language use. Nevertheless, the program had a positive impact on students’ self-confidence, motivation, and reflective awareness. The study concludes that experience-based literacy is effective as an entry point for developing contextual literacy. However, this approach still requires continuous reinforcement in technical writing skills and students’ linguistic competence.   Key Words: Experiential learning, Literacy, Feature writing, Narrative competence, Contextual literacy   Abstrak: Penelitian ini mengkaji implementasi program literasi berbasis pengalaman melalui lomba penulisan feature untuk memperkuat kemampuan literasi siswa di Kabupaten Timor Tengah Utara. Program dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu penyamaan persepsi, pendampingan di sekolah, praktik menulis, serta evaluasi dan refleksi hasil. Penelitian menggunakan triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan analisis karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan experiential learning meningkatkan keterlibatan siswa, terutama pada aspek afektif dan reflektif, serta membantu pengembangan ide naratif. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara kemampuan bercerita dan penguasaan teknik jurnalistik, termasuk kelemahan pada aspek kebahasaan. Meski demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, motivasi, dan kesadaran reflektif siswa. Penelitian menyimpulkan bahwa literasi berbasis pengalaman efektif sebagai sarana pengembangan literasi kontekstual. Akan tetapi, pendekatan ini tetap memerlukan penguatan berkelanjutan pada kemampuan teknis penulisan dan kompetensi kebahasaan siswa.   Kata Kunci: experiential learning, literasi, penulisan feature, kompetensi naratif, literasi kontekstual
PENDAMPINGAN INKULTURASI IMAN NATAL MELALUI RITUAL TAPOEN LI’AN OLEF PADA UMAT KAPELA OELNITEP Kristophorus Ukat; Frederikus Binsasi; David Pineul; Yohanes Debrito Taus
PASCERE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Pascere: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Edisi Mei 2026
Publisher : LPPM STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61717/jpas.v2i1.203

Abstract

Abstract:  This article presents a Community Service program focusing on the accompaniment of Christmas faith inculturation through the Tapoen Li’an Olef ritual among the Catholic community of Oelnitep Chapel, Saint John the Baptist Parish Naesleu, within the Atoni Pah Meto cultural context. The program responds to the gap between the liturgical celebration of Christmas and the lived faith experience expressed in local birth rituals. Although Tapoen Li’an Olef continues to be practiced as a cultural tradition, it has rarely been accompanied by explicit Christian theological reflection, limiting its potential as a medium for faith formation. This community engagement aimed to bridge faith and culture through an inculturative pastoral accompaniment integrated into the Advent season and Christmas celebrations. A participatory qualitative approach was employed, including contextual liturgical reflections, symbolic interpretation of ritual elements, interviews with traditional leaders, participatory observation, and the guided enactment of the ritual grounded in Catholic theology. The results indicate increased awareness among the faithful regarding the meaning of Christmas inculturation, greater appreciation of local traditions as legitimate expressions of Christian faith, and active participation across generations. The study affirms that when accompanied reflectively and theologically, the Tapoen Li’an Olef ritual becomes a meaningful space for evangelization, deepens the celebration of Christmas, and strengthens the Church’s identity as rooted in local culture. Key Words: faith inculturation, Christmas, Tapoen Li’an Olef, Atoni Pah Meto culture, community service   Abstrak: Artikel ini membahas kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pendampingan inkulturasi iman Natal melalui ritual Tapoen Li’an Olef pada umat Kapela Oelnitep, Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu, dalam konteks budaya Atoni Pah Meto. Latar belakang kegiatan ini adalah adanya jarak antara perayaan Natal sebagai peristiwa liturgis Gereja dan penghayatan iman umat dalam ritual kelahiran yang hidup dalam budaya lokal. Ritual Tapoen Li’an Olef selama ini dijalankan sebagai tradisi adat tanpa pendampingan iman Kristiani yang memadai, sehingga potensinya sebagai sarana penghayatan iman belum tergarap secara optimal. Kegiatan ini bertujuan menjembatani iman dan budaya melalui pendampingan inkulturatif yang terintegrasi dengan masa Adven dan perayaan Natal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kualitatif melalui renungan liturgis kontekstual, refleksi simbol ritual, wawancara tokoh adat, observasi partisipatif serta pelaksanaan ritual yang disertai pendasaran teologis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman umat terhadap makna inkulturasi iman Natal, tumbuhnya sikap apresiatif terhadap tradisi lokal sebagai sarana penghayatan iman serta keterlibatan aktif umat lintas generasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa ritual Tapoen Li’an Olef, ketika didampingi secara reflektif dan teologis dapat menjadi ruang pewartaan iman yang kontekstual, memperkaya penghayatan Natal dan memperkuat identitas Gereja yang berakar pada budaya lokal. Kata Kunci: inkulturasi iman, Natal, Tapoen Li’an Olef, budaya Atoni Pah Meto, Pengabdian kepada Masyarakat