Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TEKNIKA

ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP SUSUT UMUR TRANSFORMATOR DAYA 150 KV DI PLTGU KERAMASAN PALEMBANG Deden Dendi; Abdul Azis; Perawati Perawati
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.38 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.198

Abstract

Transformator merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk menyalurkan daya dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya. Semakin besar beban yang dipikul transformator maka akan semakin besar pula susut umurnya, demikian juga sebaliknya semakin kecil beban yang dipikul transformator maka akan semakin kecil pula susut umur pada transformator tersebut. Susut umur transformator merupakan hilangnya umur yang disebabkan oleh operasi harian atau bulanan pada suhu panas setempat, dan dapat dinyatakan dalam satuan bulanan, harian atau jam. Penelitian dilakukan pada Transformator Daya 54 MVA di PLTGU Keramasan PLN UPDK Keramasan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya pembebanan pada transformator tergantung dari besarnya daya semu yang diserap oleh beban. Apabila pembebanan pada transformator semakin besar, maka temperatur minyak transformator akan semakin besar, dan akan menyebabkan laju penuaan thermal akan semakin besar. Apabila laju penuaan thermal tersebut semakin besar, maka susut umur transformator semakin besar pula. Susut umur Transformator Daya 54 MVA untuk operasi harian pada tanggal 01 Juni 2021 selama 24 jam adalah 1,21. Perkiraan sisa umur Transformator Daya 54 MVA untuk periode masa pemakaian 9 tahun dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2021 adalah 17,42 tahun. Kata kunci : Transformator, Pembebanan, Susut Umur
EVALUASI SISTEM PENERANGAN LAPANGAN BOLA BASKET DI TAMAN DHARMA WANITA PALEMBANG Irine Kartika Pebrianti; Dendi Indirwan; Perawati Perawati; Abdul Azis
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.231

Abstract

Sistem penerangan buatan merupakan pencahayaan yang sengaja dibuat untuk menerangi tempat yang gelap pada saat malam hari maupun siang hari, bila saat penerangan alami tidak memungkinkan untuk menerangi tempat tersebut. Salah satu tempat yang memerlukan sistem penerangan yang sesuai dengan standar pencahayaan adalah lapangan bola basket. Penelitian dilaksanakan pada Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang. Hasil penelitian adalah intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil pengukuran sore hari adalah 130,87 Lux, malam hari adalah 83,93 Lux, dan menjelang tengah malam adalah 64,67 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil perhitungan 55,3047 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang baik dari hasil pengukuran maupun dari hasil perhitungan tersebut belum memenuhi standar yang direkomendasikan SNI 02-3647-1994 yaitu untuk tingkat penerangan horizontal pada lapangan bola basket satu meter diatas permukaan lantai untuk latihan dibutuhkan minimal 200 Lux. Kata kunci : Evaluasi, Penerangan, Lapangan Bola Basket
STUDI KINERJA RELAI ARUS LEBIH PADA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH PALEMBANG Abdul Azis; Reksi Anjasmara; Perawati Perawati; Irine Kartika Pebrianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.228

Abstract

Relai Arus Lebih merupakan peralatan yang mensinyalir adanya arus lebih, baik yang disebabkan oleh adanya gangguan hubung singkat yang dapat merusak peralatan sistem tenaga listrik yang berada dalam wilayah proteksinya. Relai Arus Lebih digunakan hampir pada seluruh pola pengamanan sistem tenaga listrik, dan dapat juga digunakan sebagai pengaman utama ataupun pengaman cadangan. Penelitian dilaksanakan pada Penyulang Beo Transformator-1 30 MVA 70/20 kV Gardu Induk Seduduk Putih Palembang. Hasil penelitian adalah saat gangguan hubung singkat 3 fasa, waktu kerja relai outgoing lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai incoming, dengan selisih waktu 0,7568. Kemudian saat gangguan hubung singkat 2 fasa, waktu kerja relai outgoing lebih cepat dibandingkan dengan waktu kerja relai incoming, dengan selisih waktu 0,9223. Besar kecilnya selisih waktu kerja tersebut dipengaruhi jauh dekatnya lokasi gangguan. Dimana semakin jauh lokasi gangguan, maka akan semakin besar selisih waktu kerja relai outgoing dengan waktu kerja relai incoming, dan apabila semakin dekat lokasi gangguan maka semakin kecil selisih waktu kerja relai outgoing dengan waktu kerja relai incoming. Hal ini bertujuan memberi kesempatan pada relai outgoing untuk bekerja terlebih dahulu sebagai pengaman utama (main protection) apabila terjadi gangguan hubung singkat di penyulang, dan relai incoming akan bekerja sebagai pengaman cadangan (back-up protection) apabila relai outgoing tidak bekerja. Hasil perhitungan dengan data yang ada dilapangan masih dalam kondisi yang sesuai dengan perbedaannya tidak terlalu jauh, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja Relai Arus Lebih yang ada dilapangan masih dalam kondisi baik.