p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal (JIMBE) PESHUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isu-Isu Aktual Perekonomian Indonesia: Tantangan dan Peluang di Tahun 2025 Lokot Muda Harahap; Zsevta Samuel; Ahmad Zacky Nasution; Rizky Idaman Telaumbanua; Parid Alfarizi
Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : PT Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jimbe.v3i1.427

Abstract

Tulisan ini membahas tantangan dan peluang yang dihadapi perekonomian Indonesia pada tahun 2025, dengan fokus pada kebijakan fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan ekonomi digital. Dalam konteks global yang terus berubah, Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, termasuk inflasi yang meningkat, ketimpangan sosial yang semakin lebar, serta dampak perubahan iklim yang mengancam keberlanjutan ekonomi. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas global juga memberikan tekanan tambahan terhadap stabilitas ekonomi nasional. Namun, di tengah tantangan tersebut, terdapat peluang signifikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah potensi pertumbuhan sektor digital yang semakin pesat, yang dapat menjadi pendorong utama bagi inovasi dan efisiensi dalam berbagai sektor. Ekonomi kreatif juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan, dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan produk dan layanan baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dan data sekunder untuk mengeksplorasi kebijakan fiskal yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menganalisis kebijakan yang telah diterapkan serta dampaknya terhadap perekonomian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, termasuk peningkatan investasi dalam infrastruktur digital, penguatan sistem pendidikan, dan dukungan bagi usaha kecil dan menengah, Indonesia dapat mengoptimalkan peluang yang ada dan mengatasi tantangan yang dihadapi.
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Employee Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Pegadaian Kanwil I Medan Hilma Harmen; Yeni Indriani BR Manurung; Endang Sriwahyuni Sitompul; Parid Alfarizi; Christian Napitupulu; William Girsang
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan employee engagement terhadap kinerja karyawan PT Pegadaian Kanwil I Medan. Fenomena rendahnya kedisiplinan dan tingkat keterlibatan karyawan menjadi dasar perlunya penelitian ini dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 responden yang dipilih dari pegawai level staf. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, serta seluruh data dianalisis melalui regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti semakin tinggi kepatuhan terhadap aturan dan standar kerja, semakin baik kinerja yang dihasilkan. Employee engagement juga berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa semangat, dedikasi, dan keterlibatan psikologis karyawan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan dan mampu menjelaskan 47,1% variasi kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja optimal dicapai melalui kombinasi antara disiplin kerja yang baik dan tingkat employee engagement yang tinggi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi perusahaan dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja melalui penguatan budaya disiplin dan peningkatan keterlibatan karyawan.