Shaharani, Aishya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Reading, Questioning, and Answering (RQA) Learning Model on Students' Critical Thinking Ability in Science Material at SD Negeri 15 Sorong City Safitri, Riska Dwi; Afifi, Erwinestri Hanidar Nur; Shaharani, Aishya
Journal of Asian Primary Education (JoAPE) Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Asian Primary Education (JOAPE)
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/joape.v1i2.1467

Abstract

This research was motivated by problems in the world of education including curriculum changes, learning quality, and how educators carry out the process and application of learning models to improve critical thinking skills in students. Observations show that teaching carried out by educators is still teacher centred and the lecture method is more often used in delivering material. The Reading, Questioning, and Answering (RQA) learning model can assist students in developing their critical thinking skills through the assigned reading. RQA allows students to study the material, look for important points in the form of questions and look for answers to important issues from different sources. Critical thinking is very important for students to have since elementary school. Critical thinking skills provide logical and creative reasoning in thinking and solving problems. This research was conducted in science subjects at SD Negeri 15 Sorong City. The sample size of this study was 40 students divided into two classes: IV, A and IV B. This research is a quantitative approach with the type of research Quasi Experiment Control Group Pretest Post-test design. The results of the analysis show that the data is normally distributed and homogeneous and the results of the calculation of t-Sig (2 tailed) of 0.001 <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is a difference between the critical thinking skills of students in the control class and the critical thinking skills of students in the experimental class who are given treatment using the RQA model.
Penggunaan Group Investigation Berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik Berkearifan Lokal Papua dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Shaharani, Aishya; Nur Afifi, Erwinestri Hanidar; Hartinah, Hartinah
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i3.9946

Abstract

Kemampuan berhitung siswa ditingkat MI masih tergolong rendah, khususnya pada materi bangun datar, hal ini disebabkan oleh kurangnya penggunaan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal Papua dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan tipe Nonrandomised Control-Group Pretest-Posttest Design yaitu kelas eksperimen menggunakan (Group Investigation dan LKPD) dan kelas kontrol menggunakan (pembelajaran konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar dan angket respon siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test siswa kelas eksperimen sebesar 57,62 meningkat menjadi 76,97 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,56 (kategori sedang). Analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara penerapan model GI berbantuan LKPD terhadap kemampuan berhitung. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa 86% siswa merasa lebih termotivasi, dan LKPD dinilai sangat menarik dengan tampilan 90,4% kualitas soal 86,4%, serta penyajian materi 87,8%. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa integrasi kearifan lokal dalam LKPD yang diterapkan melalui model GI mampu menciptakan pembelajaran matematika yang berbasis budaya menjadi bermakna, menarik, serta efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung, keterlibatan siswa secara aktif dan memperkuat nilai-nilai kontekstual dalam proses pembelajaran
Penggunaan Group Investigation Berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik Berkearifan Lokal Papua dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Shaharani, Aishya; Nur Afifi, Erwinestri Hanidar; Hartinah, Hartinah
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i3.9946

Abstract

Kemampuan berhitung siswa ditingkat MI masih tergolong rendah, khususnya pada materi bangun datar, hal ini disebabkan oleh kurangnya penggunaan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal Papua dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan tipe Nonrandomised Control-Group Pretest-Posttest Design yaitu kelas eksperimen menggunakan (Group Investigation dan LKPD) dan kelas kontrol menggunakan (pembelajaran konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar dan angket respon siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test siswa kelas eksperimen sebesar 57,62 meningkat menjadi 76,97 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,56 (kategori sedang). Analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara penerapan model GI berbantuan LKPD terhadap kemampuan berhitung. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa 86% siswa merasa lebih termotivasi, dan LKPD dinilai sangat menarik dengan tampilan 90,4% kualitas soal 86,4%, serta penyajian materi 87,8%. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa integrasi kearifan lokal dalam LKPD yang diterapkan melalui model GI mampu menciptakan pembelajaran matematika yang berbasis budaya menjadi bermakna, menarik, serta efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung, keterlibatan siswa secara aktif dan memperkuat nilai-nilai kontekstual dalam proses pembelajaran