Novri Hanafiah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Hukum Keluarga Islam di Arab Saudi, Indonesia, Turki, dan Iran: Perspektif, Implementasi, Dan Dampaknya Novri Hanafiah; Syarifuddin; Ali Murtadho
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi April)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i4.221

Abstract

Islamic Family Law is an integral part of the lives of Muslim communities around the world. Although the fundamental principles of Islamic family law are derived from the Qur'an and Hadith, its implementation can vary across different countries or regions. This article aims to discuss a comparative overview of family law in several Muslim-majority countries that represent diverse legal systems, such as Saudi Arabia, Indonesia, Turkey, and Iran. Through a descriptive approach, this article analyzes the differences and similarities in the application of Islamic family law in these countries, focusing on issues such as marriage, polygamy, divorce, and inheritance. The findings show that despite shared foundational principles, local cultural, social, and political factors influence the different implementations of Islamic family law in each country.
Reformasi Hukum Keluarga di Era Disrupsi: Menyikapi Perkembangan Digital Dalam Isu Pernikahan dan Perceraian Novri Hanafiah; Surya Sukti; Mustar
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 5 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Mei 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i5.300

Abstract

The advancement of digital technology has significantly transformed the dynamics of family law, particularly in the contexts of marriage and divorce. Interactions that once required physical presence have increasingly shifted to digital spaces through matchmaking applications, social media, and other online communication platforms. This phenomenon poses new challenges for family law, which traditionally relies on physical evidence and conventional norms, especially regarding the recognition of digital evidence and the legality of online marriages. This study employs a normative-empirical approach using literature review, legal regulation analysis, and case studies to explore how family law can adapt to digital developments. It reveals that ontological, epistemological, and axiological challenges must be addressed through legal reforms that consider digital access equity, data privacy protection, and the validity of digital evidence. Family law reform must not only align legal procedures with technological progress but also uphold moral values and justice within the family institution. The study recommends updating regulations to accommodate digital transformation while preserving the foundational principles of family law.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DI BAWAH UMUR DALAM BERLALU LINTAS: PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM KELUARGA DI KOTA PALANGKA RAYA Novri Hanafiah; Ibnu Elmi A.S; Abdul Helim
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.462

Abstract

Fenomena meningkatnya pelanggaran lalu lintas oleh anak di bawah umur di Kota Palangka Raya menjadi isu penting yang mencerminkan lemahnya pengawasan dan tanggung jawab orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak agar patuh terhadap aturan lalu lintas berdasarkan perspektif hukum Islam dan hukum keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis-normatif dan sosiologis dengan data empiris dari Kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak orang tua belum memahami kewajiban hukum dan tanggung jawab moral terhadap keselamatan anak. Dalam Islam, orang tua wajib menjaga anak dari tindakan yang membahayakan, sedangkan dalam hukum positif, orang tua dapat dikenai sanksi pidana jika terbukti lalai. Oleh karena itu, sinergi antara pendidikan agama, hukum, dan peran aktif masyarakat sangat penting dalam menanggulangi persoalan ini.