Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Jumantik dan Pemberantasan Sarang Nyamuk dalam Mencegah Penularan Infeksi Virus Dengue pada Kader di Desa Karangbangun: Optimizing Human Resources and the Environment in Preventing the Transmission of Dengue Virus Infection to Cadres in Karangbangun Village Bestari, Rochmadina Suci; Jatmiko, Safari Wahyu; Aisyah, Riandini; Wahyuni, Sri; Mahmudah, Nur; Agustina, Tri; Salsabila, Nabila Mutia; Adha, Muhammad; Kumala, Aswa Arsa; Fauzi, Favian Arriella Shabri Ikmal
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i3.8528

Abstract

Dengue virus infection (IVD) is still a health problem in Indonesia. In Karangbangun Matesih Karanganyar Village, there were 13 cases of IVD in April 2024. The government program to eradicate IVD vectors has not been implemented optimally. Karangbangun Village has potential healthcare resources to be used as agents for eradicating IVD vectors. So far there has been no education about the function of jumantik as larva monitors and mosquito nest eradication (PSN). Therefore, it is necessary to provide education about the function of jumantik and PSN to health cadres in Karangbangun Village. The aim and benefit of this community service activity is that the health cadres of Karangbangun Matesih Karanganyar Village understand the function of jumantik and PSN. The extension activity was preceded by a pretest, and speaker presentation and ended with a posttest. The results of the education showed an increase in health cadres' knowledge after the education based on a comparison of pre-test and post-test scores (p<0.001; Effect Size (Cohen's d) = -1.993). Education about the function of jumantik and eradicating mosquito nests to health cadres in Karangbangun Village increased knowledge significantly and the average post-test score showed an increase.
Perbandingan Akurasi Diagnostik PHQ-2 dan PHQ-9 sebagai Instrumen Skrining Depresi di Layanan Primer: Systematic Literature Review Azenta, Moch. Tabriz; Ichsan, Burhanudin; Permatasari, Shalsa Difa; Salsabila, Nabila Mutia; Humaira, Nabila; Prawito, Chevalerie Daffa; Pramono, Natasya
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i3.1415

Abstract

Deteksi dini depresi di layanan primer membutuhkan instrumen skrining yang akurat sekaligus praktis. Tinjauan sistematis ini membandingkan akurasi diagnostik Patient Health Questionnaire-2 (PHQ-2) dan PHQ-9 untuk skrining depresi. Pencarian dilakukan di Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci terkait (publikasi 2020-2025). Seleksi menggunakan alur PRISMA dengan kriteria inklusi studi komparatif pada dewasa di layanan primer. Lima studi (6.500 subjek) dari berbagai populasi memenuhi kriteria. PHQ-9 menunjukkan sensitivitas lebih tinggi (0,88-0,90) dibandingkan PHQ-2 (0,75-0,80), dengan spesifisitas masing-masing 0,85 dan 0,78. PHQ-2 efektif untuk skrining awal dengan administrasi lebih cepat, sedangkan PHQ-9 memberikan evaluasi komprehensif untuk diagnosis definitif. Pendekatan bertingkat mengoptimalkan deteksi dini dengan menggunakan PHQ-2 sebagai skrining awal dilanjutkan PHQ-9 untuk evaluasi mendalam. Disarankan menggunakan pendekatan dua tahap (two-step screening): PHQ-2 untuk skrining cepat semua pasien, lalu lanjutkan PHQ-9 pada hasil positif untuk konfirmasi.