Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pemasangan Balut Bidai Sebagai Tatalaksana Awal Pada Trauma Dislokasi Dan Patah Tulang Pada Masyarakat Pesisir Pantai Desa Kuranji Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Rahman, Hadian; Alaydrus, M. Mukaddam; Hamzah, Muh. As'ad
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 3 No 02 (2025): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v3i02.317

Abstract

Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak dikehendaki yang dapat terjadi saat sedang bekerja. Banyak warga Desa Kuranji menjadi nelayan dan beresiko mengalami cedera saat bekerja. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar warga desa dapat memberikan pertololongan awal pada kasus trauma dislokasi dan patah tulang dengan baik. Metode pengabdian dilakukan dengan memberikan materi dan pelatihan langsung (hands on) kepada kader dan warga tentang cara pemasangan bidai pada kasus trauma dislokasi dan patah tulang. Pelatihan pemasangan bidai dilakukan kepada 34 kader posyandu dan warga Desa Kuranji. Pelatihan berjalan dengan lacar, diisi dengan diskusi serta tanya jawab, dan pelatihan langsung bagi warga untuk mempraktekkan cara memasang bidai pada pasien simulasi. Semua kader dan warga yang hadir antusias dan dapat melakuka pemasangan bidai dengan baik
Penyuluhan Pertolongan Pertama Kecelakaan pada Anak bagi Orang Tua, Pengasuh, dan Guru di Kelompok Bermain Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Hamzah, Muh. As'ad; Karyana, Dewa Ngakan Nyoman
Eastasouth Journal of Positive Community Services Vol 4 No 01 (2025): Eastasouth Journal of Positive Community Services (EJPCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejpcs.v4i01.376

Abstract

Cedera pada anak di lingkungan rumah atau sekolah masih menjadi masalah penting mengingat sifat anak yang eksploratif dan keterbatasan kemampuan dalam mengenali risiko bahaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua, pengasuh, dan guru dalam memberikan pertolongan pertama pada anak. Kegiatan dilaksanakan di Teras Mayn, Kota Mataram, melalui beberapa tahapan, yaitu asesmen kebutuhan, penyusunan materi, penyuluhan, pelatihan simulatif, dan diskusi. Peserta dilatih menangani kondisi trauma kepala ringan, tersedak, tenggelam, jatuh, dan cedera menggunakan alat sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali tanda bahaya, melakukan pertolongn pertama secara mandiri, serta meningkatnya kepercayaan diri dalam merespons situasi darurat. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun kesiapsiagaan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.
Pelatihan Balut Bidai Siswa PMR Wira SMA Negeri 2 Mataram Alaydrus, M. Mukaddam; Taufik, Ahmad; Rahman , Hadian; Zulkarnaen, Decky Aditya; Hamzah, Muh. As'ad; Paerdoe, Lalu Dane Pemban
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 7 No. 3 (2025): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v7i3.598

Abstract

Traffic accidents frequently result in musculoskeletal injuries, particularly among school populations such as high school students. Members of the Youth Red Cross (PMR Wira) require adequate splinting and bandaging skills to provide initial management in the event of accidents occurring within the school environment. This community service activity aimed to enhance the splinting and bandaging competencies of PMR Wira students at SMAN 2 Mataram as a form of first aid for musculoskeletal injuries. The training method involved theoretical instruction and hands-on practice delivered to 29 students, with evaluation conducted through pre-test and post-test assessments. The results demonstrated a significant improvement in students’ knowledge and skills; the average score increased from 8.76 to 10.14, the standard deviation decreased from 1.480 to 1.093, and the minimum score rose from 6 to 8. A t-test indicated a significant difference (p < .001) between pre- and post-training outcomes. This training successfully strengthened the school’s first-aid system and contributed to creating a safer and more responsive school environment.