Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi landasan filosofis dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi bagi anak autis di SLB Negeri Garut Bagian B. Pembelajaran berdiferensiasi dianggap penting untuk menanggapi kebutuhan, minat, dan kemampuan siswa dengan kebutuhan khusus seperti autisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta analisis dokumen terkait kurikulum dan strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan filosofis pembelajaran berdiferensiasi di SLB Negeri Garut didasarkan pada tiga prinsip utama: konstruktivisme, pragmatisme, dan etika pedagogis yang menghargai keberagaman kognitif dan sosial emosional siswa. Implementasi strategi ini berdampak positif pada peningkatan keterlibatan siswa, penguasaan keterampilan akademik, dan perkembangan kemampuan sosial-emosional mereka. Pembelajaran yang diterapkan berfokus pada penghargaan terhadap keberagaman individu, adaptasi metode pengajaran, serta pengembangan potensi holistik siswa. Penyesuaian kurikulum dan penggunaan pendekatan multisensori menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan kemampuan siswa autis. Namun, terdapat tantangan dalam penyediaan sumber daya, pelatihan guru, dan dukungan kebijakan yang konsisten Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia. Kata Kunci: pembelajaran berdiferensiasi, landasan filosofis, pendidikan inklusif, anak autis