Artikel ini membahas kesalahan berbahasa Indonesia ditinjau berdasarkan tataran morfologi bahasa Indonesia. Penelitian didasari atas masih ditemukan kesalahan morfologi bahasa Indonesia pada jurnal ilmiah mahasiswa. Padahal, jurnal ilmiah merupakan karya ilmiah yang penggunaan bahasa Indonesia harus dilakukan secara tepat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena data yang disajikan berupa deskripsi kesalahan berbahasa dan perbaikannya. Sumber data penelitian ini adalah data kesalahan berbahasa yang terdapat pada empat artikel jurnal ilmiah mahasiswa yang diterbitkan pada Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) BBG dan JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kesalahan morfologi disebabkan oleh kesalahan bentuk dasar, kesalahan afiksasi, dan kesalahan reduplikasi. Kesalahan bentuk dasar disebabkan oleh tidak sesuainya penulisan bentuk dasar sebagaimana terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kesalahan afiksasi terdiri atas, kesalahan prefiks, kesalahan penulisan unsur terikat, kesalahan gabungan kata berupa awalan + akhiran. Sementara itu, bentuk kesalahan reduplikasi disebabkan oleh penggunaan kata hubung yang tidak tepat. Kesalahan morfologi disebabkan oleh kompetensi penulis terhadap aturan morfologi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, disarankan agar pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi dilakukan dengan model berbasis proyek atau studi kasus agar kesalahan morfologi bahasa Indonesia tidak terjadi lagi.
Copyrights © 2025