Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Perdamaian dalam Kehidupan Tiga Pemeluk Agama Pada Masyarakat di Dusun Tolonggeru Desa Monggo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Suciyati, Suciyati; Ruslan , Ruslan; Abdussahid, Abdussahid
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.320

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu fenomena yang terjadi di Dusun Tolonggeru Desa Monggo Kecematan Madapangga Kabupaten Bima bahwa terdapat berbagai macam peristiwa sosial dan ketegangan antar kelompok beragama contohnya seperti adanya sikap stereotip yang memungkinkan munculnya potensi konflik antar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tujuan dari pada penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi penerapan pendidikan perdamaian di kalangan masyarakat tiga pemeluk agama pada masyarakat di Dusun Tolonggeru Desa Monggo Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.  Pendidikan perdamaian di tengah keberagaman agama sangatlah penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai dan hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini dilakukan di Dusun Tolonggeru Desa Monggo, Kec. Madapangga Kab. Bima. Waktu penelitian ini berlangsung sejak tanggal 24 Februari hingga 6 Maret 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui studi kasus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang merupakan sumber data utama atau data pokok yang langsung dikumpulkan peneliti dari informan yang diwawancara yaitu tokoh agama, tokoh pendidikan, dan anggota masyarakat tiga pemeluk agama yang berbeda. Data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan pendekatan teori modifikasi dari Miles dan Huberman diantarannya reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Tolonggeru mampu membangun saling pengertian dan toleransi meskipun terdapat perbedaan keyakinan. Hal ini dapat dicapai melalui berbagai program pendidikan informal yang melibatkan tokoh agama, tokoh pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini menyarankan pentingnya kolaborasi antar agama dalam menciptakan lingkungan yang damai dan inklusif. Penelitian ini bukan hanya meningkatkan pemahaman masyarakat Dusun Tolonggeru tentang nilai toleransi, tetapi juga dapat menjadi acuan bagi masyarakat yang berkeragaman agama serupa di Indonesia. Melalui penelitian ini masyarakat Dusun Tolonggeru dapat  mengintegrasikan nilai-nilai perdamaian dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal di Dusun ini serta perlunya penguatan peran tokoh agama dan masyarakat dalam membimbing generasi muda untuk memahami dan menghargai perbedaan agama yang ada dengan mengadakan program pendidikan perdamaian di wilayah Tolonggeru secara rutin. Diharapkan pada penelitian ini dapat memperkuat kurikulum pendidikan perdamaian yang memupuk nilai toleransi antar agama di sekolah tersebut, peran tokoh agama agar lebih aktif dalam mengedukasi umatnya tentang pentingnya kerukunan hidup beragama, serta meningkatkan kegiatan sosial kemasyarakat yang melibatkan ketiga pemeluk agama yang berbeda.
Peran Komitmen Organisasi dalam Memediasi Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Angkasa Pura Logistik Kantor Cabang Kendari Audrina Saputri, Resty; Hajar , Ibnu; Ruslan , Ruslan; Nur , Muh
Action Research Literate Vol. 8 No. 6 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i6.414

Abstract

Kinerja karyawan yang baik dapat tercipta apabila karyawan menginterpretasikan budaya perusahaan dengan komitmen yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi. Penelitian ini dilakukan di PT. Angkasa Pura Logistik Kantor Cabang Kendari. Responden penelitian ini berjumlah 30 orang karyawan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa : (1) Budaya organisasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi dengan nilai koefisien korelasi 0.452 dan nilai t-statistik sebesar 1.94 < 1,96 dan p-value 0.05 = 0,05. Artinya semakin baik budaya organisasi belum tentu komitmen organisasi semakin baik pula. (2) Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien relasi 0.453 dan nilai t-statistik sebesar 2.55 > 1,96 dan p-value 0.01 < 0,05. Artinya semakin baik budaya organisasi maka semakin baik pula kinerja karyawan, (3) Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien relasi 0.415 dan nilai t-statistik sebesar 2.36 > 1,96 dan p-value 0.02 < 0,05. Artinya semakin tinggi komitmen organisasi maka semakin tinggi pula kinerja karyawannya dan (4) Budaya organisasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui komitmen organisasi dengan nilai koefisien relasi 0.187 dan nilai t-statistik sebesar 1.31 < 1,96 dan p-value 0.19 > 0,05. Artinya komitmen organisasi tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan.
Integration of Science in Islamic Education to Develop Students' Multiple Intelligences Wahyudin, Wahyudin; Ruslan , Ruslan; Ahmadin, Ahmadin
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v7i1.1596

Abstract

This study aims to analyze the meaning of multiple competencies, the implementation of instruction, and the implications of science-based Islamic Religious Education at SMKN 1 Sanggar. The study employs a qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation, which were analyzed using data triangulation. The results of the study indicate that multiple competencies are understood as the holistic development of students’ abilities, encompassing spiritual, intellectual, and social aspects, as well as skills and critical thinking abilities. Instructional implementation is conducted contextually by integrating Islamic Religious Education content with natural phenomena, scientific advancements, daily life, and the professional world through methods such as discussion, case studies, and real-world examples. This approach enhances students’ engagement in the learning process. Furthermore, science-based Islamic Religious Education has positive implications for strengthening students’ multiple competencies, particularly in critical thinking, religious attitudes, responsibility, and the ability to connect Islamic values with real-life situations, thereby playing a relevant role in shaping students’ character and preparing them to face the challenges of the modern era.