Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PENEGAKAN HUKUM DAN REGULASI PERSAINGAN USAHA Ritonga, Joni Sandri; Pulungan, Ja'far Hamzah; Avellyola, Ouren; Fajrillah, Raja Nasrullah; Munthe, Muhammad Fikri Almajid; Harahap, Ahmad Taufiq; Agustin, Amanda; Nasution, Eliza Mahzura; Anggraini, Rina; Fazri, Sahrul
Indonesia of Journal Business Law Vol. 4 No. 1 (2025): Artikel Riset Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijbl.v4i1.5447

Abstract

Latar belakang: Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk penegakan hukum dan regulasi persaingan usaha. AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas lembaga penegak hukum dengan kemampuannya dalam menganalisis data dalam jumlah besar, mendeteksi pola-pola kompleks, serta mempercepat proses pengambilan keputusan. Namun, di Indonesia, penerapan AI dalam penegakan hukum dan regulasi persaingan usaha masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, regulasi yang belum sepenuhnya adaptif, serta kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem berbasis AI. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam mengenai peran AI dalam meningkatkan efisiensi penegakan hukum serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal akademik, laporan industri, serta kebijakan terkait penggunaan AI dalam regulasi bisnis dan persaingan usaha. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tren penerapan AI, tantangan implementasi, serta dampaknya terhadap efektivitas penegakan hukum dan regulasi. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berkontribusi dalam mendeteksi praktik monopoli dan kartel melalui analisis data besar (big data) serta machine learning. Selain itu, AI juga meningkatkan efisiensi investigasi dengan mengotomatisasi pengolahan data hukum dan pelaporan kasus. Namun, terdapat tantangan utama yang meliputi aspek hukum, etika, dan kesiapan infrastruktur teknologi di Indonesia. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam mengembangkan kebijakan adaptif untuk optimalisasi AI dalam sektor ini. Kesimpulan: Penerapan AI dalam penegakan hukum dan regulasi persaingan usaha berpotensi meningkatkan efisiensi serta akurasi dalam mendeteksi pelanggaran. Namun, implementasi AI masih memerlukan dukungan regulasi yang jelas dan kesiapan infrastruktur yang memadai. Dengan strategi yang tepat, AI dapat menjadi solusi inovatif dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adil dan kompetitif di Indonesia Kata kunci: Artificial Intelligence, Penegakan Hukum, Regulasi Persaingan Usaha, Big Data, Machine Learning
Implementation of the International Community Service Program (KKNI) in Strengthening Literacy and Character Development of Indonesian Diaspora Children in Malaysia Munthe, Muhammad Fikri Almajid; Ginting, Iin Natasya Divana; Marsa, Yummy Jumianti; Hasanah, Rusi Ulfa; Aisyah, Siti
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1512

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the International Community Service Program (KKNI) of Universitas Islam Negeri Sumatera Utara in strengthening literacy and character development among Indonesian diaspora children at Sanggar Belajar Gumut, Selangor, Malaysia. The study employed a descriptive qualitative approach using participatory observation, in-depth interviews, and field documentation methods. The findings indicate that the KKNI program was able to improve children’s ability to read and write the Qur’an, recognize Latin letters and numbers, and foster discipline and responsibility through creative literacy activities, savings simulations, and moral guidance. In addition to cognitive impacts, the program also strengthened the moral values, empathy, and social cooperation of diaspora children. For the participating university students, the KKNI program became a transformative experience that developed empathy, leadership, and cross-cultural communication skills. These findings reinforce the concepts of Community-Based Education and Service Learning, showing that community-based and experiential learning can serve as effective means of shaping character and social spirituality. This study recommends establishing a sustainable partnership between Universitas Islam Negeri Sumatera Utara and Sanggar Belajar Gumut as a model of international community service grounded in Islamic and humanitarian values.