Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Yuridis terhadap Prinsip Kejelasan dan Kepastian Hukum dalam Peraturan Perundang-Undangan : Studi Kasus Uu No. 12 Tahun 2011 Sitorus, Hizkia; Manik , Ari Yohannes Setiawan; Ameytia Rizka Aulia; Desinta; Zahra Nur Aqila; Saragih, Rupma Riana; Herlinda; Ramsul Nababan; Maulana Ibrahim
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v6i2.6411

Abstract

Prinsip kejelasan hukum mengatakan bahwa standar hukum harus dirumuskan dengan cara yang jelas dan tidak ambigu. Ini penting untuk menghindari interpretasi yang berbeda, yang dapat menimbulkan keraguan bagi masyarakat. Ketika peraturan tidak jelas, orang atau organisasi yang mempengaruhi mungkin mengalami kesulitan untuk memahami hak dan kewajiban mereka, yang dapat menyebabkan pelanggaran hukum tanpa disadari. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur adalah metode penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui analisis data yang berasal dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal, dokumen resmi, dan regulasi. Prinsip kejelasan dalam UU 12/2011 menuntut agar setiap peraturan memiliki tujuan yang jelas dan rumusan yang tidak menimbulkan ambiguitas. Namun seringkali, praktik penyusunan peraturan tidak memenuhi standar ini, yang mengakibatkan berbagai interpretasi di lapangan. Ketidakjelasan ini dapat mengganggu kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan menimbulkan ketakutan.  
Pemanfaatan Media Sosial dalam Penyebaran Informasi Konservasi Lingkungan kepada Petani Rawa Lebak Sakir, Icuk Muhammad; Desinta
Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 01 (2025): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/21202551716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penggunaan media sosial sebagai media efektif dalam penyebaran informasi berwawasan konservasi lingkungan pada lahan pertanian berjenis rawa lebak. Selama ini petani dan penyuluh sangat mengandalkan komunikasi sosial tanpa akses penggunaan daya jejaring media sosial. Hal ini relatif menghambat kejelasan dan kecepatan informasi terkait penerimaan informasi konservasi lingkungan rawa lebak. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desain penelitian ini mengacu pada kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara mendalam, observasi nonpartisipasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah Interacktive Model, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang mengelaborasi dengan studi kasus pada petani rawa lebak Pemulutan ditunjukkan dengan kebutuhan terpenuhinya informasi mengenai konservasi lingkungan pada pertanian rawa lebak tanpa meninggalkan tradisi kearifan lokal. Media sosial, seperti WhatsApp, Instagram dan Facebook relatif dipilih dan digunakan penyuluh pertanian dalam upaya meningkatkan pengetahuan petani dalam mengelola rawa lebak. Petani menerima informasi konservasi lingkungan untuk mendapatkan pengalaman mengikuti pelatihan, peningkatan pengetahuan mengelola rawa lebak dan pengembangan usaha tani.
Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Kurikulum Merdeka di SD Negeri 26 Mataram Desinta; Darmiany; Radiusman
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1747

Abstract

This study aims to describe the implementation of the deep learning approach within the Kurikulum Merdeka at SD Negeri 26 Mataram. The research employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological design involving two teacher participants, namely a lower-grade teacher and an upper-grade teacher. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using the Miles and Huberman flow model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validity was ensured through time triangulation. The findings reveal both similarities and differences in the implementation of mindful, meaningful, and joyful learning principles across the stages of lesson planning, implementation, and evaluation. Similarities were found in analyzing students’ learning needs, applying differentiated instruction, connecting learning materials to students’ daily experiences, and providing formative feedback. Differences were identified in pedagogical focus: lower-grade teachers emphasized attention management, the use of concrete learning media, and strengthening basic literacy skills, while upper-grade teachers focused more on developing reflective and analytical thinking skills as well as exploring more complex learning concepts. Challenges in lower grades were related to early literacy skills and short attention spans, whereas in upper grades they were associated with the complexity of lesson planning and time management. Overall, the implementation of deep learning was adapted to the developmental characteristics of students at each grade level.