Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Dalam Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam Laila Siregar, Hapni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i2.194

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh mahasiswa di abad ke-21. Keterampilan berpikir kritis ini mencakup keterampilan mengidentifikasi masalah, memilih dan mengevaluasi masalah, mengorganisir masalah, serta mencari solusinya secara tepat dan logis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mata kuliah PAI di Universitas Negeri Medan. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket. Penelitian dilakukan di beberapa jurusan di Universitas Negeri Medan. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam perkuliahan PAI di Universitas Negeri Medan telah berjalan dengan baik. Ini dapat dilihat dari keempat indikator berpikir kritis yang diteliti semuanya berada dalam kategori baik yaitu mencakup pengembangan kemampuan dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah, pengembangan kemampuan dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah nyata secara kreatif dan logis, sikap dan keperdulian mahasiswa terhadap masalah sosial yang ada disekitarnya dan pengembangan kemampuan bersikap dan berpikir kritis. Namun demikian pengembangan model pembelajaran PAI yang inovatif yang membangun kemampuan berpikir kritis mahasiswa masih perlu terus dilakukan. Diantara model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa adalah model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran berbasis proyek.
PENGUATAN KARAKTER KESOPANAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT CITIZEN DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS XI SMA NEGERI 21 MEDAN TA. 2025/2026 Aulya, Fahrysyah; Laila Siregar, Hapni; Siagian, Liber; Yunita, Sri; Habeahan, Sampitmo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.56825

Abstract

This study aims to examine the strengthening of politeness as part of civic disposition through the project citizen learning model in Pancasila Education subject of class XI SMA Negeri 21 Medan. The background of this study focuses on the low politeness character of students due to conventional learning methods. The purpose of this study is to determine the politeness character of students through the project citizen learning model in class XI SMA Negeri 21 Medan. The type of research used is descriptive research with qualitative research methods, this study collected data through observation, interviews with teachers and students, and documentation. The subjects studied were teachers and students of class XI-2. Data collection techniques used primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews, observation and documentation. Secondary data was obtained through books, journals, articles relevant to the research topic studied. Data analysis used in three stages: data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the use of the Project Citizen learning model can improve students' politeness character through learning activities that require collaboration, discussion, and team problem solving. This character improvement is seen from the increase in mutual respect, the use of polite language, the ability to respect the opinions of others, responsibility, and cooperation among students. In addition, the research results show that strengthening the character of politeness is in accordance with Thomas Lickona's theory which emphasizes three aspects, namely moral knowing, moral feeling, and moral action.