Nurselly
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Berkomunikasi dan Beradaptasi: Bagaimana Strategi Guru dalam Membantu Anak Berkebutuhan Khusus? Nurselly; Anggraini, Nurlia; Badriyah, Lailatul

Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v12i1.6075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh guru untuk membantu anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam berkomunikasi dan beradaptasi di kelas. Masalah utama yang dihadapi oleh ABK adalah keterbatasan komunikasi verbal dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, sehingga memerlukan pendekatan khusus dari guru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada 4 guru yang mengajar ABK di SD IT Al-Aufa, Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang digunakan guru meliputi: (1) observasi dan asesmen awal untuk memahami kebutuhan individu anak, (2) mengenali bahasa tubuh dan ekspresi anak sebagai bentuk komunikasi, (3) memberikan pendekatan bertahap dalam membantu anak beradaptasi, (4) pengelolaan emosi guru dalam menghadapi tantangan interaksi dengan ABK, dan (5) penggunaan alat komunikasi alternatif seperti kartu gambar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi berbasis observasi, kesabaran, dan fleksibilitas membantu ABK dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara lebih efektif.
Berkomunikasi dan Beradaptasi: Bagaimana Strategi Guru dalam Membantu Anak Berkebutuhan Khusus? Nurselly; Anggraini, Nurlia; Badriyah, Lailatul
ILMU PSIKOLOGI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v12i1.6075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh guru untuk membantu anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam berkomunikasi dan beradaptasi di kelas. Masalah utama yang dihadapi oleh ABK adalah keterbatasan komunikasi verbal dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, sehingga memerlukan pendekatan khusus dari guru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada 4 guru yang mengajar ABK di SD IT Al-Aufa, Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang digunakan guru meliputi: (1) observasi dan asesmen awal untuk memahami kebutuhan individu anak, (2) mengenali bahasa tubuh dan ekspresi anak sebagai bentuk komunikasi, (3) memberikan pendekatan bertahap dalam membantu anak beradaptasi, (4) pengelolaan emosi guru dalam menghadapi tantangan interaksi dengan ABK, dan (5) penggunaan alat komunikasi alternatif seperti kartu gambar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi berbasis observasi, kesabaran, dan fleksibilitas membantu ABK dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara lebih efektif.
Kecerdasan Emosional Perempuan: Pemahaman, Pengelolaan, dan Ekspresi Emosi Sebagai Kunci Keseimbangan Diri dan Relasi Sosial Nurselly; Sejati, Sugeng; Siska, Betry Afrin; Melinsi, Ami Kurnia; Yulandari, Riska
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam membentuk keseimbangan diri dan keharmonisan relasi sosial, terutama bagi perempuan yang memiliki tingkat kepekaan emosional tinggi serta memegang banyak peran dalam kehidupan sosial dan keluarga. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan perempuan dalam memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi tidak hanya berkaitan dengan aspek psikologis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial, budaya, dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran kecerdasan emosional perempuan dalam menjaga stabilitas psikologis dan membangun relasi sosial yang sehat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan interpretative. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung memiliki keseimbangan diri yang lebih stabil, mampu beradaptasi terhadap tekanan sosial, serta menunjukkan empati dan kepekaan sosial yang mendukung keharmonisan lingkungan. Selain itu, spiritualitas berperan penting sebagai dasar pengelolaan emosi yang bijak, menjadikan perempuan tidak hanya cerdas secara emosional, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa kecerdasan emosional perempuan merupakan kunci dalam menciptakan keseimbangan batin, relasi sosial yang harmonis, serta kontribusi positif terhadap kesejahteraan psikologis dan sosial masyarakat.