Yulandari, Riska
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Bimbingan Karir Dalam Meningkatkan Kesiapan Kerja Di Uin Fatmawati Sukarno Bengkulu Haryati, Asti; Kastina, Herlya; Yulandari, Riska; Sari, Dea
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i1.1312

Abstract

Perubahan cepat dalam dunia kerja yang dipengaruhi oleh globalisasi, revolusi industri 4.0, serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki kesiapan kerja yang tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga soft skills dan karakter profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran layanan bimbingan karir dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa semester akhir dan staf pengelola layanan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program bimbingan karir berupa seminar, workshop, konsultasi individu, serta kegiatan Career Day dan Job Fair memiliki kontribusi nyata dalam membantu mahasiswa mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Mahasiswa merasa terbantu dalam menyusun dokumen lamaran, menghadapi wawancara, serta merancang rencana karir yang sesuai dengan potensi dan minat mereka. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan partisipasi mahasiswa yang rendah masih menjadi hambatan dalam optimalisasi layanan ini. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas konselor karir, integrasi nilai-nilai Islam dalam layanan karir, serta penguatan kolaborasi dengan dunia industri sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa secara menyeluruh.
Cinta dan Kasih Sayang Menurut Pemikiran Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow Putri, Anggel Pames Lader; Fernando, Ikhsan; Jenira, Jenira; Yulandari, Riska
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 3: Desember 2023
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v2i3.2441

Abstract

Cinta dan kasih sayang seseorang menurut pemikiran hierarki kebutuhan Abraham maslow merupakan cinta yang wajar untuk didapatkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang banyak menemukan masalah-masalah pada orang tua yang mengizinkan anaknya pacaran. Cinta dan kasih sayang ini dalam teori Abraham Maslow terletak pada tahapan ketiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cinta itu bisa didapatkan melalui perjalanan yang mengalir saja yang bisa didapatkan dari keluarga, cinta itu dicari karena sebuah kebutuhan. Kebutuhan itu didapatkan dan didorang oleh keinginaan untuk merasakaan cinta dan kasih sayang dari seorang. Ada faktor orang tua yang mana orang tua bisa memberikan cinta dan kasih sayang serta bisa meyalurkan cinta itu tanpa menunjukan kearah zina seperti cinta didalam pertemanan. Pacaran menjadi tema utama dalam membahas masalah penelitian ini. maka dapat disimpulkan bahwa cinta dan kasih sayang tidak hanya di dapatkan dengan cara berpacaran Namun bisa dengan lingkungan pertemanan dan keluarga yang harmonis.
Kecerdasan Emosional Perempuan: Pemahaman, Pengelolaan, dan Ekspresi Emosi Sebagai Kunci Keseimbangan Diri dan Relasi Sosial Nurselly; Sejati, Sugeng; Siska, Betry Afrin; Melinsi, Ami Kurnia; Yulandari, Riska
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam membentuk keseimbangan diri dan keharmonisan relasi sosial, terutama bagi perempuan yang memiliki tingkat kepekaan emosional tinggi serta memegang banyak peran dalam kehidupan sosial dan keluarga. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan perempuan dalam memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi tidak hanya berkaitan dengan aspek psikologis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial, budaya, dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran kecerdasan emosional perempuan dalam menjaga stabilitas psikologis dan membangun relasi sosial yang sehat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan interpretative. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung memiliki keseimbangan diri yang lebih stabil, mampu beradaptasi terhadap tekanan sosial, serta menunjukkan empati dan kepekaan sosial yang mendukung keharmonisan lingkungan. Selain itu, spiritualitas berperan penting sebagai dasar pengelolaan emosi yang bijak, menjadikan perempuan tidak hanya cerdas secara emosional, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa kecerdasan emosional perempuan merupakan kunci dalam menciptakan keseimbangan batin, relasi sosial yang harmonis, serta kontribusi positif terhadap kesejahteraan psikologis dan sosial masyarakat.
Finding Meaning Behind Accidents through Self-Guidance: A Phenomenological Study on Trauma Experience and Recovery Umi Umayah; Astriyani, Dina; Rasikah Anis Mardatilah; Yulandari, Riska; Haryati, Asti; Nabilla, Cindy Ainun; Jayadi, Yopi Azhari
Indonesian Journal of Guidance and Counseling Studies Vol. 2 No. 3 (2025): IJGCS, Volume 2, Issue 3 (2025): October-January Period
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijgcs.v2i3.411

Abstract

Background: Trauma resulting from traffic accidents often leads to significant psychological impacts, such as excessive fear, insecurity, nightmares, and avoidance behaviors towards situations that remind the victim of the incident. Purpose: This study aims to explore the profound experiences of victims of single-vehicle accidents in understanding the trauma they have experienced and the psychological recovery process they undergo. Method: This research employs a qualitative phenomenological approach, collecting data through in-depth interviews, observations, and documentation, which are then analyzed using phenomenological stages. Results: Participants went through complex emotional phases, starting with shock and extreme fear, which then developed into anxiety and avoidance of situations related to the accident. Their psychological recovery process was gradual, involving family support, self-reflection, acceptance, and the search for deeper meaning in life. Conclusion: The search for meaning and social support plays a crucial role in the psychological recovery of accident victims, showing that post-traumatic growth can occur. Contribution: This study serves as a foundation for developing more empathetic trauma counseling practices, based on validating experiences and reconstructing meaning to aid victims in their recovery.