Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Stability and Antiaging Effectiveness Studies of Astaxanthin-Loaded Nanostructured Lipid Carriers Using a Combination of Cetyl Palmitate and Soybean Oil Zhihrotulwida, Dzakiya; Soeratri, Widji; Erawati, Tristiana; Rosita, Noorma
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.2.473-481

Abstract

Astaxanthin is a potent antioxidant belonging to carotenoid compounds that is mainly produced from green microalgae Haematococcus pluvialis. Astaxanthin is beneficial for skin health as antiaging agent, but has limitations in its delivery through the skin. Astaxanthin could be formulated in nanostructured lipid carriers to improve its efficacy. The purpose of this study was to evaluate the stability and antiaging effectiveness of astaxanthin-loaded nanostructured lipid carriers (ASX-NLCs) with cetyl palmitate and soybean oil as lipid combinations at several ratios of 100:0, 90:10, 80:20, and 70:30. ASX-NLCs were synthesized using a high-shear homogenization technique. ASX-NLCs were characterized and stability evaluated after storage for 90 days. The antiaging effectiveness of ASX-NLCs was evaluated by in vitro release test using dialysis bag for 8 hours, as well as collagen density and fibroblast count evaluation on UV-induced skin aging mice for 28 days. After storage, all ASX-NLCs did not change significantly in organoleptic, pH, and particle size. However, other parameters including polydispersity index, viscosity, and entrapment efficiency experienced significant changes in some formulas. The release test showed that F4 (70:30) gave the highest cumulative release and was significantly different from F1 (100:0). The collagen density of the groups treated with ASX-NLC F3 (80:20) and F4 (70:30) increased significantly compared to the UVB control group, while the fibroblast count did not differ significantly in all groups. Overall, ASX-NLCs containing cetyl palmitate and soybean oil at ratios of 80:20 and 70:30 could improve the antiaging effect of astaxanthin which might be influenced by its better stability and release.
Artikel Review : Pengaruh Pemilihan Eksipien terhadap Formulasi dan Mutu Fisik Tablet Hisap Febiyanti, Dewi; Fathiyah Qonitah; Dewi, Tasya Ruliana; Dilla, Fatikha Dikke Ratna; Alkarimah, Nailu; Hidayah, Putrinatun; Zhihrotulwida, Dzakiya; Rahmawati, Dewi
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i2.219

Abstract

Tablet hisap merupakan sediaan padat oral yang diformulasikan untuk larut secara perlahan di dalam rongga mulut, memungkinkan pelepasan zat aktif secara bertahap guna menghasilkan efek terapeutik lokal atau sistemik. Sediaan ini menawarkan kenyamanan konsumsi dan kepatuhan penggunaan, terutama pada pasien yang kesulitan menelan tablet biasa. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mereview berbagai formulasi tablet hisap yang telah dikembangkan, dengan fokus pada pengaruh jenis eksipien terhadap mutu fisik tablet. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah dari jurnal nasional maupun internasional yang relevan. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri artikel-artikel yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2015 hingga 2025. Proses pencarian dilakukan menggunakan beberapa platform dan database ilmiah, antara lain Google Scholar, Semantic Scholar, Crossref, Dimension, Harzing’s Publish or Perish, ScienceDirect dan ResearchGate. Eksipien yang dikaji meliputi bahan pengisi (sukrosa, manitol, laktosa, kombinasi manitol – maltodextrin), bahan pengikat (PVP, maltodekstrin, gelatin, CMC-Na), dan bahan penghancur (amilum manihot, Avicel PH). Hasil review menunjukkan bahwa jenis eksipien serta proporsinya memiliki dampak signifikan terhadap parameter fisik tablet seperti kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, laju alir, dan keseragaman bobot. Kombinasi sukrosa dan manitol dengan rasio 1:5 serta penggunaan PVP sebagai bahan pengikat menghasilkan tablet hisap dengan mutu fisik yang baik dan rasa yang dapat diterima. Kesimpulannya, keberhasilan dalam pengembangan tablet hisap bergantung pada pemilihan eksipien yang tepat dan penggunaannya dalam komposisi yang seimbang. Formulasi yang optimal tidak hanya menentukan mutu fisik dan efektivitas sediaan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan penggunaan dan penerimaan konsumen, khususnya dalam produk fitofarmaka berbasis bahan alam.
ARTIKEL REVIEW: KARAKTERISTIK DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET EFFERVESCENT Cahyani, Mesya Pramesti Regita; Rodiyah, Siti; Prasetyo, Muhammad Angga; Rahmawati, Dewi; Zhihrotulwida, Dzakiya; Mubarak, M. Fithrul
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.6038

Abstract

ABSTRACT Effervescent tablets are a pharmaceutical dosage form that is increasingly popular due to their practicality, ease of consumption, and ability to improve medication adherence and absorption. The purpose of reviewing articles is to determine the characteristics and evaluation of effervescent tablet preparations, including formulations, physical properties and physical quality evaluation of effervescent tablets. The method used in writing this article is the 2019-2025 literature study search method. National and international scientific articles were reviewed and examined regarding the formulation and evaluation of effervescent tablets made from herbal and natural ingredients. The data were systematically analyzed to identify physical parameters, ingredient variations, and key factors influencing the quality and success of the formulation. The results show that the formulation of effervescent tablets from herbal ingredients such as noni, meniran, and katuk leaves can meet the established physical and quality standards, especially on parameters such as hardness, dissolving time, and stability. Some formulas show optimal results, although optimization still needs to be done on certain parameters such as size uniformity and friability to meet pharmacopoeial standards. In addition, production process factors such as humidity also affect the dissolving time and final quality of effervescent tablets. ABSTRAK Tablet effervescent merupakan bentuk sediaan farmasi yang semakin populer karena kepraktisannya, kemudahan konsumsi, serta kemampuannya untuk meningkatkan kepatuhan dan penyerapan obat. Tujuan meriview artikel adalah untuk mengetahui karakteristik dan evaluasi sediaan tablet effervescent, termasuk formulasi, sifat fisik dan evaluasi mutu fisik Tablet effervescent. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelusuran studi pustaka tahun 2019-2025. Artikel-artikel ilmiah nasional dan internasional ditelaah dan dikaji mengenai formulasi dan evaluasi tablet effervescent berbahan herbal dan alami. Data dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi parameter fisik, variasi bahan, dan faktor-faktor yang memengaruhi mutu dan keberhasilan sediaan. Hasil menunjukkan bahwa formulasi tablet effervescent dari bahan herbal seperti mengkudu, meniran, dan daun katuk dapat memenuhi standar fisik dan mutu yang ditetapkan, terutama pada parameter seperti kekerasan, waktu larut, dan kestabilan. Beberapa formula menunjukkan hasil yang optimal, meskipun masih perlu dilakukan pengoptimalan pada parameter tertentu seperti keseragaman ukuran dan friabilitas agar memenuhi standar farmakope. Selain itu, faktor proses produksi seperti kelembaban juga mempengaruhi waktu larut dan kualitas akhir tablet effervescent.