Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementasi Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Melalui Program Z-Mart Baznas Kabupaten Siak (Studi Pada Penerima Program Z-Mart Kecamatan Siak Ali, Sri Indriyani
Journal of Economic, Management, Business, Accounting Sustainability Vol. 2 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : EL-EMIR Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/joembas.v2i1.149

Abstract

This thesis is entitled Implementation of Mustahik Economic Empowerment Through the Z-Mart Program of Baznas Siak Regency (Study on Z-Mart Program Recipients in Siak District). With the aim of analyzing and knowing how the implementation of the Z-Mart program from BAZNAS Siak Regency empowers the Mustahik economy in Siak District, The research method used is a qualitative research method with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results showed that the implementation of the Z-Mart program has several stages, including the introduction stage, assessment stage, acceptance stage, assistance stage, and evaluation. However, in its implementation, there are several obstacles, such as distributors whose management is not running smoothly, the emergence of retail business competition such as Indomaret and Alfamart, and mentoring that has not been optimal. This study recommends several suggestions to increase its effectiveness in empowering the Mustahik economy
Analisis Strategi Pasar: Pendekatan dalam Menentukan Segmen dan Target Konsumen Ali, Sri Indriyani; Pardalepi, Sanjes
Multidisciplinary Journal of Religion and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : EL-EMIR Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/mjrs.v2i1.150

Abstract

This study aims to analyze market strategies in determining consumer segments and targets effectively in order to increase business competitiveness. The main focus of this study is to identify factors that influence market segmentation and determine marketing strategies that are in accordance with consumer needs and preferences. The research method used in this study is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and literature studies. Data were obtained from various sources, including business actors in certain industrial sectors and market trend analysis. The analysis techniques used are SWOT analysis to understand the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in marketing strategies, and STP (Segmenting, Targeting, Positioning) analysis to determine the right consumer segmentation and targets. The results of the study indicate that selecting specific and data-based market segments can increase the effectiveness of marketing strategies. In addition, product differentiation strategies and digital-based marketing approaches are key factors in attracting the right consumer targets. This study also found that a deep understanding of consumer behavior allows companies to develop more targeted marketing strategies that are in accordance with market preferences. Thus, this study provides insight for business actors in optimizing marketing strategies to increase competitiveness and business growth amidst increasingly competitive market competition. Keywords: Market Strategy, Consumer Segmentation, Target Market
Penerapan Upah Karyawan dalam Perspektif Ekonomi Islam pada Kafe Berembang Kecamatan Sungai Apit Ali, Sri Indriyani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan upah karyawan dalam perspektif ekonomi islam pada kafe berembang dengan upah yang di berikan. Penelitian ini di lakukan di Kafe Berembang Kecamatan Sungai Apit. Adapun Metode Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan upah karyawan pada Kafe Berembang Kecamatan Sungai Apit yaitu menggunakan sistem upah menurut lama kerja dan sistem upah menurut kebutuhan. Dimana besarnya upah ditentukan per bulan sesuai dengan jabatan/ posisi karyawan, dan juga upah diberikan sesuai dengan kebutuhan yang layak dari karyawan. Akan tetapi pada Kafe Berembang tidak menggunakan sistem upah menurut senioritas dan juga sistem upah menurut prestasi kerja , karena upah di kafe berembang tidak di tentukan berdasarkan masa kerja /senioritas karyawan dan tidak berdasarkan banyaknya produksi/upah borongan. Sedangkan penerapan upah karyawan pada Kafe Berembang Kecamatan Sungai Apit dilihat dari perspektif Ekonomi Islam dapat dikatakan sudah cukup baik, hal ini dilihat dari nilai-nilai Ekonomi Islam dalam menetapkan upah seperti upah disebutkan sebelum pekerjaan dimulai, membayar upah sebelum keringat kering, keadilan dan kelayakan itu sudah diterapkan dalam sistem upah pada Kafe Berembang Kecamatan Sungai Apit.
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN MASYARAKAT PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (STUDI KASUS DI KELURAHAN KAMPUNG REMPAK KECAMATAN SIAK KABUPATEN SIAK) Ali, Sri Indriyani
Al-Hasyimiyah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : STAI Sulthan Syarif Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64524/ah.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini muncul berdasarkan perhatian penulis terhadap masyarakat Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak yang mayoritas beragama islam dan masyarakat yang berpendidikan, akan tetapi dalam pemahamannya pada lembaga keuangan syariah lemah atau minim. Maka dari itu peneliti memperoleh beberapa rumusan masalah yaitu :1. Apa saja lembaga keuangan syariah yang diketahui oleh masyarakat Kelurhan Kampung Rempak? 2. Bagaimana tingkat pemahaman masyarakat Kelurahan Kampung Rempak pada lembaga keuangan syariah? 3. Faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat pemahaman masyarakat Kelurahan Kampung Rempak untuk melakukan transaksi di lembaga keuangan syariah ?. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Dan teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Masyarakat Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak Kabupaten Siak. Sementara untuk analisa datanya menggunakan penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Kelurhan Kampung Rempak tentang lembaga keuangan syariah masih kurang hal ini dibuktikan bahwa masih banyak masyarakat Kampung Rempak yang belum tahu apa itu lembaga keuangan syariah, salah satu bukti yang terjadi di lapangan adalah masyarakat Kampung Rempak banyak yang melakukan pembiayaan atau bertransaksi dengan lembaga keuangan non syariah. Selain memang tidak paham pada LKS (lembaga keuangan syariah) masyarakat Kampung Rempak juga beranggapan bahwa ketika melakukan transaksi di LKS (lembaga keuangan syariah) prosesnya terlalu sulit, biayanya mahal dan jangkauannya jauh.
PERANAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) PADA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PEDESAAN MELALUI PROGRAM SIMPAN PINJAM Ali, Sri Indriyani
Al-Hasyimiyah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : STAI Sulthan Syarif Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64524/ah.v1i2.31

Abstract

Pengembangan basis ekonomi pedesaan dijalankan pemerintah desa melalui berbagai program dengan tujuan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk unit usaha BUMDes, kontribusi BUMDes dalam perekonomian perdesaan, dan hambatan dalam pengelolaan BUMDes di di Desa Bungaraya. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif berbasis data primer dan sekunder, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa bentuk unit usaha BUMDes yang terdapat di Desa Bungaraya yakni (a) Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UEDSP). (b) Kampung Shop (c) Jual Beli Padi. BUMDes Bungaraya memberikan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan melalui berbagai bentuk unit usaha, antara lain: (a) Peminjaman Modal, (b) Membuka Lapangan Pekerjaan, dan (c) Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADesa). BUMDes Desa Bungaraya belum dapat dijalankan seperti pada maksud pendirian dan tujuannya. Hal ini tersebut terjadi karena masih banyaknya kendala yang terjadi dalam lembaga tersebut seperti: (a) Kurangnya modal yang dimiliki oleh BUMDes, (b) Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengembalian simpan pinjam, (c) kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal pengembalian angsuran pinjaman atau kredit dalam pembelian alat-alat pertanian dan barang-barang elektronik.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANAME DI DESA KAYU ARA PERMAI KECAMATAN SUNGAI APIT Ali, Sri Indriyani
Al-Hasyimiyah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2 No 01 (2023): Juni
Publisher : STAI Sulthan Syarif Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64524/ah.v2i01.62

Abstract

Saat ini banyak masyarakat Desa Kayu Ara Permai yang mengandalkan hasil budidaya tambak dan menginvestasikan modal mereka dengan jumlah yang cukup besar untuk membeli benih dan mengelola budidaya tambak udang. Kehadiran investor asing yang berasal dari Pekanbaru, Siak dan Medan ke Desa Kayu Ara Permai memberikan dampak positif kepada masyarakat. Investor membantu perekonomian warga dengan mananamkan modalnya kepada warga untuk dijadikan lahan tambak udang dan ada juga yang memberikan modal budidaya tambak. Tujuan Penelitian ini menganalisis peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya tambak udang. Penelitian ini menggunakan Kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi yang dipilih sebagai model pendekatan untuk memahami pokok permasalahan pada subjek dengan tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terlihat bahwa masyarakat Desa Kayu Ara Permai yang bekerja sebagai nelayan budidaya Tambak, selama bekerja sebagai nelayan Tambak rata-rata masyarakat mengalami peningkatan ekonomi. Masyarakat nelayan budidaya Tambak udang terjadi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan ini berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat desa Kayu Ara Permai. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat semakin membaik, nelayan menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber utama masyarakat sehingga menciptakan lapangan pekerjaan dan berkurangnya tingkat pengangguran.Saat ini banyak masyarakat Desa Kayu Ara Permai yang mengandalkan hasil budidaya tambak dan menginvestasikan modal mereka dengan jumlah yang cukup besar untuk membeli benih dan mengelola budidaya tambak udang. Kehadiran investor asing yang berasal dari Pekanbaru, Siak dan Medan ke Desa Kayu Ara Permai memberikan dampak positif kepada masyarakat. Investor membantu perekonomian warga dengan mananamkan modalnya kepada warga untuk dijadikan lahan tambak udang dan ada juga yang memberikan modal budidaya tambak. Tujuan Penelitian ini menganalisis peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya tambak udang. Penelitian ini menggunakan Kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi yang dipilih sebagai model pendekatan untuk memahami pokok permasalahan pada subjek dengan tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terlihat bahwa masyarakat Desa Kayu Ara Permai yang bekerja sebagai nelayan budidaya Tambak, selama bekerja sebagai nelayan Tambak rata-rata masyarakat mengalami peningkatan ekonomi. Masyarakat nelayan budidaya Tambak udang terjadi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan ini berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat desa Kayu Ara Permai. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat semakin membaik, nelayan menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber utama masyarakat sehingga menciptakan lapangan pekerjaan dan berkurangnya tingkat pengangguran.
ANALISIS PRODUK PEGADAIAN SYARIAH DI KANTOR WILAYAH II PEKANBARU PROVINSI RIAU Ali, Sri Indriyani
Al-Hasyimiyah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2 No 02 (2023): Desember
Publisher : STAI Sulthan Syarif Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64524/ah.v2i02.82

Abstract

AbstractSharia pawnshops are a solution that emerged amidst public anxiety regarding fraudulent practices disguised as services, and also against the background of reduced public trust in community institutions that are oriented towards offering services. The development of sharia-based products is increasingly widespread in Indonesia, no except pawnshops. The pawnshop company issues sharia-based products called sharia pawnshops. Basically, sharia-based products have characteristics such as not charging interest in various forms due to usury, establishing money as a medium of exchange, not as a commodity. Traded, and conduct business to obtain compensation for services and or profit sharing. At the Sharia Pegadaian in the Pekanbaru Region II office, Riau province, they have 3 products that they offer to the public, namely gold installment products (gold investment, gold savings, gold gathering), Sharia KUR (People's Business Credit), financing the Haj portion (Arrum Haji). With a variety of products on offer This Sharia pawnshop is very helpful to the community, especially the lower middle class who need loans.AbstrakPegadaian Syariah sebagai suatu solusi yang muncul di tengah kegelisahan masyarakat terhadap praktik-praktik penipuan yang berkedok jasa, dan juga dilatar belakangi atas berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada lembaga masyarakat yang berorientasi pada penawaran jasa. Perkembangan produk-produk berbasis syariah kian marak di Indonesia, tidak terkecuali pegadaian. Perum pegadaian mengeluarkan produk berbasis syariah yang disebut dengan pegadaian syariah. Pada dasarnya, produk-produk berbasis syariah memiliki karakteristik seperti, tidak memungut bunga dalam berbagai bentuk karena riba, menetapkan uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas yang diperdagangkan, dan melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa dan atau bagi hasil. Pada Pegadaian Syariah di kantor Wilayah II Pekanbaru provinsi Riau memiliki 3 produk yang mereka tawarkan kepada masyarakat yakni produk cicil emas (investasi emas, nabung emas, arisan emas), KUR(Kredit Usaha Rakyat) Syariah, pembiayaan porsi Haji (Arrum Haji). Dengan adanya berbagai macam produk yang ditawarkan pegadaian Syariah ini sangat membantu masyarakat terutama masyarakat golongan menengah ke bawah yang membutuhkan pinjaman.
ANALISIS PRODUK PEGADAIAN SYARIAH DI KANTOR WILAYAH II PEKANBARU PROVINSI RIAU Ali, Sri Indriyani; Baihaqi, Ahmad
Al-Hasyimiyah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3 No 01 (2024): Juni
Publisher : STAI Sulthan Syarif Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64524/ah.v3i01.111

Abstract

Sharia pawnshops are a solution that emerged amidst public anxiety regarding fraudulent practices disguised as services, and also against the background of reduced public trust in community institutions that are oriented towards offering services. The development of sharia-based products is increasingly widespread in Indonesia, no except pawnshops. The pawnshop company issues shariabased products called sharia pawnshops. Basically, sharia-based products have characteristics such as not charging interest in various forms due to usury, establishing money as a medium of exchange, not as a commodity. Traded, and conduct business to obtain compensation for services and or profit sharing. At the Sharia Pegadaian in the Pekanbaru Region II office, Riau province, they have 3 products that they offer to the public, namely gold installment products (gold investment, gold savings, gold gathering), Sharia KUR (People's Business Credit), financing the Haj portion (Arrum Haji). With a variety of products on offer This Sharia pawnshop is very helpful to the community, especially the lower middle class who need loans.
PRODUK PEGADAIAN SYARIAH (STUDI PADA KANTOR PEGADAIAN SYARIAH PEKANBARU) Ali, Sri Indriyani
Al-Hasyimiyah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 3 No 02 (2024): Desember
Publisher : STAI Sulthan Syarif Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64524/ah.v3i02.126

Abstract

Pegadaian Syariah sendiri memilki empat produk yang ditawarkan. Pertama, Rahn, produk jasa gadai yang berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Kedua, Arum, skim pinjaman dengan sistem syariah bagi pengusaha mikro dan kecil untuk keperluan pengembangan usaha dengan sistem pengembalian secara angsuran. Ketiga, produk Logam Mulia atau emas batangan murni 99,99 % ada sertifikat dan ID Number. Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia di samping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman secara real, dan yang keempat, produk Amanah yakni produk kepemilikan kendaraan bermotor juga untuk jumlah pembiayaan tertentu bisa dengan emas. Kata kunci: investasi, emas, pegadaian syariah, hukum ekonomi syariah
IDEALISME DAN REALISME DALAM PARADIGMA FATWA EKONOMI SYARIAH INDONESIA DI LINGKUNGAN PENGURUS MUI KECAMATAN MEMPURA Ali, Sri Indriyani
Al-Hasyimiyah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2025): Juni
Publisher : STAI Sulthan Syarif Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64524/ah.v4i1.133

Abstract

This normative-philosophical research uses the theory of idealism and realism of Islamic law in identifying the epistemological features of the DSN-MUI paradigm. The results of the study show that the epistemological pattern of the paradigm of the formulation of the DSN-MUI integrates the idealism and realism of Islamic law. This integration can be seen from the four DSN-MUI paradigms. First, al-Taysîr al-Manhaji. This paradigm emphasizes the formulation of fatwas to use legal opinions that do not burden legal subjects, but still adhere to the correct methodology of Islamic law. Second, at-Tafriq baina al-Halal wal Haram. This paradigm emphasizes the separation of halal and haram issues, both in terms of capital, product development, and profit. This is because Islamic economic activities cannot be completely separated from the conventional economic system that has been running for a long time. Third, I'adah al-Nazhar. This paradigm emphasizes reviewing the opinions of classical Islamic law when it is seen that it is no longer a solution to the empirical problems of sharia economics in modern society. Fourth, Tahqiq al-Manath. This paradigm emphasizes the evaluation of legal causes (illat law) by considering the reality of the development of the economic system.