p-Index From 2021 - 2026
1.204
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Nagur
Jalatua H. Hasugian
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sejarah Perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar (1945-2023) Bagus Riandi; Jalatua H. Hasugian; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3y581103

Abstract

Yayasan Perguruan Keluarga  merupakan salah satu lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan di Kota Pematangsiantar. Yang memiliki peran aktif dalam menjalankan cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan yang berkualitas. Adapun fokus pada penelitian ini yaitu sejarah berdirinya Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar, perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar, dan faktor pendukung dan penghambat perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis metode penelitian sejarah, yaitu Pengumpulan Sumber (Heuristik), Kritik Sumber, Interpretasi Data, dan Penulisan Sejarah (Historiografi). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Historis(suatu metode penelitian yang dilakukan secara sistematis terhadap sumber-sumber informasi mengenai masa lampau). Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Yayasan Perguruan Keluarga didirikan oleh H. Giman Mangun Suwito yang resminya pada tanggal 1 September 1948, namun sejak tahun 1945 H. Giman Mangun Suwito telah melakukan kegiatan belajar mengajar dirumahnya untuk masyarakat Kampung Bantan, termasuk adik dan anak-anaknya. Yayasan ini berkembang pesat hingga mendirikan struktur lembaga lanjutan dari SMP dan SMA. Salah satu faktor pendukung perkembangannya adalah keterlibatan masyarakat dalam mendukung program yayasan dengan menyekolahkan anak-anak mereka di Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar. Namun adapun faktor penghambatnya adalah perubahan kebijakan pendidikan yang sering tidak sejalan dengan program yayasan.
Pengaruh Penggunaan QUIZIZZ Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII Pada Mata Pelajaran IPS Semester Genap DI MTs. Mesra Pematangsiantar T.A 2023/2024 Nazila Pradita; Ulung Napitu; Jalatua H. Hasugian
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No. 1 Mei 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/718v3v79

Abstract

Quizizz adalah salah satu aplikasi berbasis permainan yang menarik dan dapat dijadikan sebagai alat atau media pembelajaran yang interaktif serta dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran dengan fitur-fitur yang menarik. Dan dengan adanya kemudahan dalam mengakses aplikasi quizizz ini membuat peserta didik menjadi lebih menyenangkan dalam proses pembelajaran. Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh penggunaan quizizz terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS semester genap di MTs. Mesra Pematangsiantar. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan quizizz terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS semester genap di MTs. Mesra Pematangsiantar. Metode Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan jenis Two Group Pre-test and Post-test Design yaitu sebuah metode penelitian yang menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berfungsi untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar IPS peseta didik. Dimana kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan quizizz sedangkan kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran yang konvensional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 orang, dimana kelas eksperimen (VIII-1) berjumlah 19, dan kelas kontrol (VIII-3) berjumlah 19. Dengan jumlah populasi sebanyak 255 orang. Penelitian ini dilakukan selama 7 kali petemuan di masing-masing kelompok kelas. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dengan menggunakan uji t (regresi linier sederhana) diperoleh thitung sebesar 4,518. Jika dibandingkan maka thitung >  ttabel atau 4,518 > 1,734, kemudian dapat dilihat dari taraf signifikan α sebesar 0,000, sehingg dapat diambil kesimpulan bahwa (0,000 < 0,05) hal ini menunjukkan bahwa  
Eksistensi Mangokkal Holi Dalam Penguatan Identitas Budaya Masyarakat Suku Batak Toba Di Desa Palipi Octaviana Patrisia Sitohang; Jalatua H. Hasugian; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No. 1 Mei 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/t1w2n087

Abstract

Mangokkal Holi. Upacara Ritual Ulaon Mangokkal Holi merupakan tradisi membongkar kembali tulang benulang orang tua atau leluhur yang sudah meninggal dengan cara meninggikan atau memindahkan tulang benulang leluhur dari taah ketempat yang lebih layak yang dikenal dengan istilah batu navir atau tugu marga yang terbuat dari semen. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah sejarah dan pelaksanaan prosesi upacara ritual ulaon mangokkal holi dalam penguatan identitas budaya masyarakat suku batak toba di desa palipi. Metode penelitian yang digunakan adalah Heuristik dengan pendekatan antropologi budaya untuk mempelajari dan memahami budaya manusia. Ini melibatkan pemahaman tentang nilai, norma, praktik, dan pola-pola dalam kehidupan manusia, serta hubungannya dengan konteks sosial, sejarah, dan lingkungan. Sehingga seluruh keluarga yang diperantauan mencari dan pulang ketanah kelahirannya dan berencana untuk mengadakan tradisi ini supaya mereka saling mengenal baik keluarga maupun satu marga (dongan tubu). Dengan melakukan tradisi upacara ritual ulaon mangongkal holi pada masyarakat didesa palipi dapat membangun tugu yang begitu besar dan megah yang menunjukkan keturunannya benar-benar diberkati dan mendapatkan kekayaan yang berlimpah. 
Peranan Google Earth Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Pada Kelas X TAV SMK N 2 Pematangsiantar T.A 2023/2024 Mesra Elisabet Situmorang; Asnewastri; Jalatua H. Hasugian; Satria Chandra
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/wzhgq870

Abstract

Google Earth is an interactive mapping application released by Google which displays a 3D map of the world, topographic conditions, satellite photos of terrain which can be overlaid with roads, buildings, locations or other geographic information.The purpose of this research is to find out: (1) how much improvement in student learning outcomes after learning by using Google Earth. This research is a quasi-experimental research with a nonequivalent control group design. The independent variable of this research is learning using Google Earth media, and the dependent variable is learning outcomes. The population of this study was all students in class X of SMK N 2 Pematangsiantar. The samples in this research were X TAV 2 as the experimental class and X TAV 1 as the control class. Data collection is carried out by observation, learning results tests and documentation. The data analysis technique used is quantitative data analysis using descriptive statistics. Hypothesis testing uses t-test. The results of the research show that students' understanding of learning before learning between the experimental and control classes from the hypothesis test of the average pretest score showed that there was no influence/difference in the results before treatment. However, after the experimental class learning treatment that used internet-based media, the results were much higher than the control class that did not use the internet, which can be shown by the value of tcount > ttable, namely 3,578 > 2.004, so the results of the hypothesis test showed that there was an influence of internet use on students' learning understanding. Meanwhile, in the experimental class, from hypothesis testing, the average pretest and posttest scores can be shown by the pretest average score < posttest average score 41,4 < 82.5, so there is a significant increase in learning understanding between before and after treatment. Based on the results of this research, it can be concluded that the use of the internet has an influence on students' learning understanding. class X SMK N2 Pematangsiantar
Pengaruh Penggunaan QUIZIZZ Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII Pada Mata Pelajaran IPS Semester Genap DI MTs. Mesra Pematangsiantar T.A 2023/2024 Nazila Pradita; Ulung Napitu; Jalatua H. Hasugian
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No. 1 Mei 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/718v3v79

Abstract

Quizizz adalah salah satu aplikasi berbasis permainan yang menarik dan dapat dijadikan sebagai alat atau media pembelajaran yang interaktif serta dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran dengan fitur-fitur yang menarik. Dan dengan adanya kemudahan dalam mengakses aplikasi quizizz ini membuat peserta didik menjadi lebih menyenangkan dalam proses pembelajaran. Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh penggunaan quizizz terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS semester genap di MTs. Mesra Pematangsiantar. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan quizizz terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPS semester genap di MTs. Mesra Pematangsiantar. Metode Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan jenis Two Group Pre-test and Post-test Design yaitu sebuah metode penelitian yang menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berfungsi untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar IPS peseta didik. Dimana kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan quizizz sedangkan kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran yang konvensional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 orang, dimana kelas eksperimen (VIII-1) berjumlah 19, dan kelas kontrol (VIII-3) berjumlah 19. Dengan jumlah populasi sebanyak 255 orang. Penelitian ini dilakukan selama 7 kali petemuan di masing-masing kelompok kelas. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dengan menggunakan uji t (regresi linier sederhana) diperoleh thitung sebesar 4,518. Jika dibandingkan maka thitung >  ttabel atau 4,518 > 1,734, kemudian dapat dilihat dari taraf signifikan α sebesar 0,000, sehingg dapat diambil kesimpulan bahwa (0,000 < 0,05) hal ini menunjukkan bahwa  
Eksistensi Mangokkal Holi Dalam Penguatan Identitas Budaya Masyarakat Suku Batak Toba Di Desa Palipi Octaviana Patrisia Sitohang; Jalatua H. Hasugian; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No. 1 Mei 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/t1w2n087

Abstract

Mangokkal Holi. Upacara Ritual Ulaon Mangokkal Holi merupakan tradisi membongkar kembali tulang benulang orang tua atau leluhur yang sudah meninggal dengan cara meninggikan atau memindahkan tulang benulang leluhur dari taah ketempat yang lebih layak yang dikenal dengan istilah batu navir atau tugu marga yang terbuat dari semen. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah sejarah dan pelaksanaan prosesi upacara ritual ulaon mangokkal holi dalam penguatan identitas budaya masyarakat suku batak toba di desa palipi. Metode penelitian yang digunakan adalah Heuristik dengan pendekatan antropologi budaya untuk mempelajari dan memahami budaya manusia. Ini melibatkan pemahaman tentang nilai, norma, praktik, dan pola-pola dalam kehidupan manusia, serta hubungannya dengan konteks sosial, sejarah, dan lingkungan. Sehingga seluruh keluarga yang diperantauan mencari dan pulang ketanah kelahirannya dan berencana untuk mengadakan tradisi ini supaya mereka saling mengenal baik keluarga maupun satu marga (dongan tubu). Dengan melakukan tradisi upacara ritual ulaon mangongkal holi pada masyarakat didesa palipi dapat membangun tugu yang begitu besar dan megah yang menunjukkan keturunannya benar-benar diberkati dan mendapatkan kekayaan yang berlimpah. 
Sejarah Perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar (1945-2023) Bagus Riandi; Jalatua H. Hasugian; Asnewastri; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3y581103

Abstract

Yayasan Perguruan Keluarga merupakan salah satu lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan di Kota Pematangsiantar. Yang memiliki peran aktif dalam menjalankan cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan yang berkualitas. Adapun fokus pada penelitian ini yaitu sejarah berdirinya Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar, perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar, dan faktor pendukung dan penghambat perkembangan Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis metode penelitian sejarah, yaitu Pengumpulan Sumber (Heuristik), Kritik Sumber, Interpretasi Data, dan Penulisan Sejarah (Historiografi). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Historis(suatu metode penelitian yang dilakukan secara sistematis terhadap sumber-sumber informasi mengenai masa lampau). Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Yayasan Perguruan Keluarga didirikan oleh H. Giman Mangun Suwito yang resminya pada tanggal 1 September 1948, namun sejak tahun 1945 H. Giman Mangun Suwito telah melakukan kegiatan belajar mengajar dirumahnya untuk masyarakat Kampung Bantan, termasuk adik dan anak-anaknya. Yayasan ini berkembang pesat hingga mendirikan struktur lembaga lanjutan dari SMP dan SMA. Salah satu faktor pendukung perkembangannya adalah keterlibatan masyarakat dalam mendukung program yayasan dengan menyekolahkan anak-anak mereka di Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar. Namun adapun faktor penghambatnya adalah perubahan kebijakan pendidikan yang sering tidak sejalan dengan program yayasan.
Peranan Google Earth Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Pada Kelas X TAV SMK N 2 Pematangsiantar T.A 2023/2024 Mesra Elisabet Situmorang; Asnewastri; Jalatua H. Hasugian; Satria Chandra
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/wzhgq870

Abstract

Google Earth is an interactive mapping application released by Google which displays a 3D map of the world, topographic conditions, satellite photos of terrain which can be overlaid with roads, buildings, locations or other geographic information.The purpose of this research is to find out: (1) how much improvement in student learning outcomes after learning by using Google Earth. This research is a quasi-experimental research with a nonequivalent control group design. The independent variable of this research is learning using Google Earth media, and the dependent variable is learning outcomes. The population of this study was all students in class X of SMK N 2 Pematangsiantar. The samples in this research were X TAV 2 as the experimental class and X TAV 1 as the control class. Data collection is carried out by observation, learning results tests and documentation. The data analysis technique used is quantitative data analysis using descriptive statistics. Hypothesis testing uses t-test. The results of the research show that students' understanding of learning before learning between the experimental and control classes from the hypothesis test of the average pretest score showed that there was no influence/difference in the results before treatment. However, after the experimental class learning treatment that used internet-based media, the results were much higher than the control class that did not use the internet, which can be shown by the value of tcount > ttable, namely 3,578 > 2.004, so the results of the hypothesis test showed that there was an influence of internet use on students' learning understanding. Meanwhile, in the experimental class, from hypothesis testing, the average pretest and posttest scores can be shown by the pretest average score < posttest average score 41,4 < 82.5, so there is a significant increase in learning understanding between before and after treatment. Based on the results of this research, it can be concluded that the use of the internet has an influence on students' learning understanding. class X SMK N2 Pematangsiantar