Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Tempe Untuk Motivasi Kewirausahaan dan Pemberdayaan Komunitas Perempuan Subali, Dionysius; Winayu, Birgitta Narindri Rara
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17645

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional yang menjadi kekhasan Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi. Akan tetapi, penyebaran informasi dan pengetahuan yang tepat sasaran mengenai proses pembuatan tempe dan potensi berbagai macam jenis kacang-kacangan masih sangat minim. Pengadaan kegiatan pelatihan pembuatan tempe menjadi sarana penting dalam meningkatkan wawasan masyarakat mengenai proses pembuatan tempe dan potensi berbagai macam bahan baku pangan lokal. Di samping itu, perempuan memegang peranan penting dalam penyebaran informasi tepat guna dan peningkatan motivasi kewirausahaan dimulai dari skala rumah tangga yang kecil. Kegiatan pelatihan ini berfungsi untuk menyebarkan wawasan tentang tahapan pembuatan tempe kacang tolo dan proses fermentasinya selama masa inkubasi. Pelatihan difokuskan pada komunitas perempuan di daerah Tangerang dan terus dipantau untuk mengamati motivasi berwirausaha dan uji coba mandiri. Setelah mengikuti pelatihan, partisipan menjadi mempunyai motivasi tinggi dalam mencoba produksi tempe menggunakan berbagai macam kacang secara mandiri untuk mengeksplor berbagai macam peluang bahan pangan lokal yang potensial. Pelatihan produksi tempe kacang tolo tidak hanya berhasil menyebarkan wawasan mengenai proses fermentasi tempe pada partisipan, tetapi juga menumbuhkan minat kewirausahaan dalam bidang kuliner. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dapat menjadi sarana yang tepat dalam proses penyampaian pengetahuan secara tepat guna dan mendukung aktivitas pemberdayaan perempuan.
Lokakarya Pembuatan Tempe Sebagai Sarana Diplomasi Budaya dan Edukasi Pangan Fermentasi Tradisional Indonesia Griselda Herman Natadiputri; Birgitta Narindri Rara Winayu; Dionysius Subali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Juni 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/charitas.v6i01.8005

Abstract

Tempeh, a traditional Indonesian fermented food, has been acknowledged for its high nutritional value. Besides, production of tempeh can be a potential practice-based educational medium. However, knowledge on tempeh fermentation remains limited, particularly among international participants. This study was aimed to implement a community engagement activity for fermented food education strategy through a tempeh-making workshop and to evaluate the improvement in knowledge and practical skills of international short-course participants. The program was conducted offline using interactive lectures, demonstrations, and hands-on practice sessions. Evaluation was performed using pre-test and post-test assessments along with direct observation during the activities. The results indicated a significant improvement in participants’ understanding of fermentation processes, microbial roles, and tempeh production stages. In addition, participants demonstrated enhanced practical skills and increased interest in further exploration of fermented foods. The activity also contributed to introducing tempeh as part of Indonesia’s culinary heritage to an international audience. Therefore, the tempeh workshop can serve as an effective educational strategy to enhance fermented food literacy while supporting food-based cultural diplomacy.