Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Aktualisasi Nilai Moral Pancasila Menuju Generasi Anti-Korupsi di Pesantren Era 4.0 Agustina Rahayu, Dwi; Ulum, Bachrul; Eka Putra, A. A Putu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6151

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi antikorupsi di kalangan santri muda Pondok Pesantren Al-Fattahiyah Tulungagung, melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam bentuk kampanye digital kreatif. Permasalahan yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan kritis santri dalam menanggapi isu korupsi yang tersebar di media digital, serta terbatasnya akses dan keterampilan dalam memproduksi konten edukatif yang positif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah gabungan antara Participatory Action Research (PAR) dan pendekatan Project-Based Learning (PBL). Santri dilibatkan dalam rangkaian workshop, diskusi kelompok terarah (FGD), serta praktik produksi konten kampanye digital seperti video pendek, poster, dan infografis dengan tema “Santri Anti-Korupsi”. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 50 dan post-test sebesar 80, yang mencerminkan kenaikan pemahaman sebesar 60%. Tingkat partisipasi santri selama kegiatan mencapai 90%, menunjukkan efektivitas metode partisipatif dalam meningkatkan keterlibatan. Produk luaran berupa video kampanye, infografis, dan meme edukatif dinilai relevan dan kreatif, walaupun ditemukan tantangan dalam hal teknis produksi konten. Kegiatan ini disimpulkan berhasil dalam menumbuhkan kesadaran nilai integritas dan memperkuat keterampilan komunikasi digital peserta. Program ini juga berpotensi direplikasi di pesantren lain dan dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan institusi antikorupsi atau komunitas kreatif. Temuan ini penting sebagai inovasi edukasi antikorupsi berbasis digital yang kontekstual di lingkungan pesantren.
Aksi Kolektif Warga dalam Penataan Permukiman Kumuh Pendekatan Civic-Centered Urban Design Agustina Rahayu, Dwi; Rizqi Junianto, Mochamad; Izzul Ito, Ahmad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7861

Abstract

Permukiman sempadan sungai di kawasan Kali Ngrowo Kelurahan Botoran masih menunjukkan karakteristik kawasan kumuh tersisa dengan kondisi bangunan yang padat, sanitasi tidak memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap risiko lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya hunian layak, pengelolaan sanitasi dan sampah, serta perilaku mitigasi bencana melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis civic-centered urban design. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi lingkungan, penyuluhan interaktif, pemetaan sosial partisipatif, dan aksi kolektif berupa kampanye kebersihan serta pemasangan media edukasi lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep hunian layak (40% menjadi 80%), kesadaran risiko banjir dan pencemaran membuang sampah (50% menjadi 87%), serta peningkatan kesadaran jarak bangunan (33% menjadi 70 %). Kegiatan ini memberikan dampak positif pada penguatan kapasitas masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga kualitas lingkungan. Dengan demikian, penyadaran dan pemberdayaan warga merupakan tahapan krusial dalam mewujudkan penataan kawasan kumuh yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Pendampingan Perancangan Ruang Komunal Berbasis Arsitektur Nusantara Pada Kawasan Permukiman Desa Beji Kabupaten Tulungagung Rizqi Junianto, Mochamad; Agustina Rahayu, Dwi; Nur Zaini Ukron, Muhammad Danang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8000

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan pendampingan perancangan ruang komunal bagi warga Dusun Krajan Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Permasalah yang ada adalah mereka belum memiliki ruang komunal yang dapat dimanfaatkan secara bersama untuk mewadahi kegiatan-kegiatan warga. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam dalam merancang ruang komunal, hal ini dipilih agar mendapat kesatuan kegiatan yang menyeluruh. Pengabdian dimulai dengan identifikasi kebutuhan, perencanaan, sosialisasi, forum group discussion, evaluasi dan umpan balik serta desiminasi hasil. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan karya desain ruang komunal berupa balai pertemuan desa yang bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan bersama meliputi rapat warga, kegiatan sosial, kepemudaan, dan tempat bermain anak. Dalam forum diskusi warga antusias berdialog terkait dengan desain yang telah disusun, karena merancangan bangunan merupakan hal yang baru bagi mereka. Warga memberikan masukan terkait desain yang diusulkan, sehingga terjadi feedback antara tim pengabdi dengan warga. Kegiatan ini menunjukan bahwa pendampingan perancangan ruang komunal membawa pengaruh positif kepada warga sekitar.
STRATEGI GURU PPKN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN KECERDASAN MORAL MELALUI PENERAPAN KODE ETIK SISWA KELAS X DI SMK PGRI 1 TULUNGAGUNG Nanda Febriyanti, Erika; Agustina Rahayu, Dwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51852

Abstract

This research is motivated by the increasing violations of discipline among class X students at SMK PGRI 1 Tulungagung, which are influenced by various factors such as the post-pandemic impact, the development of digital technology, and changes in student characteristics. These conditions demand an effective strategy to develop students' discipline and moral intelligence, one of which is through the implementation of the student code of ethics. In this case, the Pancasila and Civic Education (PPKn) teacher has a strategic role because he/she shapes character through learning, habituation, role modeling, and moral guidance. The focus of this research is to determine the strategies of PPKn teachers in developing the discipline and moral intelligence of class X students through the implementation of the student code of ethics, as well as to identify the obstacles faced and the actions taken by teachers in implementing these strategies. This research uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, while data analysis follows the Miles and Huberman model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity testing is conducted through source triangulation and technical triangulation. The results show that the strategies of PPKn teachers are carried out through five steps, namely teacher role modeling in behaving according to moral values, discipline habituation through the student code of ethics and school rules, providing continuous advice and guidance, integration of character values in PPKn learning, and the implementation of an educational reward and sanction system. The obstacles faced include low awareness among some students, the influence of the social environment, the uncontrolled use of social media, and suboptimal family support. As a follow-up, PPKn teachers provide intensive guidance, establish cooperation with parents and the school, take a personal approach to students, and carry out continuous evaluation and supervision. These strategies have proven effective in helping to improve students' discipline and moral intelligence through understanding and internalizing the values contained in the student code of ethics.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA KAHOOT DALAM PEMBELAJARAN PPKN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SMPN 1 BANDUNG TULUNGAGUNG Febriana, Chrysta; Agustina Rahayu, Dwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.53916

Abstract

This study aims to analyze the use of Kahoot media in Civic Education (PPKn) learning and its implications for students' learning interest at SMPN 1 Bandung Tulungagung. The research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving PPKn teachers and students. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of Kahoot in PPKn learning was carried out through planning, implementation, and evaluation stages. Kahoot was used as an interactive learning medium and evaluation tool that increased student participation during the learning process. Students showed positive responses characterized by enthusiasm, active participation, and greater engagement in learning activities. The use of Kahoot also had positive implications for students' learning interest, including increased attention, curiosity, motivation, and enjoyment in participating in PPKn learning. Therefore, Kahoot can be an effective digital learning medium to create a more interactive and meaningful learning environment.
IMPLEMENTASI NILAI KEMANUSIAAN DALAM MENYIKAPI PELANGGARAN ETIKA DIGITAL SISWA KELAS X AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA DI SMKN 2 BOYOLANGU Istanti, Yuli; Agustina Rahayu, Dwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.56407

Abstract

The rapid development of information and communication technology has brought serious challenges to the younger generation, particularly in terms of digital behavior. Violations of digital ethics such as cyberbullying, hate speech, and the spread of negative content are increasingly prevalent, requiring responses based on humanitarian values. This study aims to describe the implementation of humanitarian values in addressing violations of digital ethics and to identify the obstacles and efforts made by schools. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The subjects of the study were students of class X Accounting and Institutional Finance, Civics Education teachers, homeroom teachers, and Guidance and Counseling teachers at SMKN 2 Boyolangu. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis technique used an interactive analysis model, while data validity was tested through source and technique triangulation. The results showed that: (1) students had demonstrated several indicators of the implementation of humanitarian values, such as helping one another, showing tolerance among peers, and using relatively polite language. However, students’ active responses toward digital ethics violations, such as rejecting unethical behavior in digital spaces, were still not optimal. (2) The school had made reinforcement efforts through Civics Education learning and student character development. The main obstacles faced included the influence of the digital environment that is difficult to control outside school, the unstable emotional condition of adolescents, and the uneven implementation of humanitarian values. This study concludes that the implementation of humanitarian values in the context of digital ethics in vocational schools requires a consistent and collaborative approach between schools and families. Strengthening digital literacy combined with Pancasila-based character education is the key to shaping students’ civilized and dignified digital behavior.