Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Developing Case Study-Based Microlearning through V-Learn to Enhance Language Politeness in Students Putra, A.A. Putu Eka; Arief, Nur Fajar; Rani, Abdul; Tabrani, Akhmad
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 14 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jip.v14i1.9630

Abstract

The research will describe the development of case-based microlearning learning video media as well as the validity and effectiveness of the product to improve the understanding of politeness in students. This research is a developmental research (RnD) using the ADDIE model. The research subjects are one learning planner, one learning media expert, one study material expert, and twenty-five small-group experimental students. The data collection method uses documentation recording, interview methods, observation methods, and questionnaire methods. Research instruments use document recording sheets, questionnaires, and interview sheets. The data analysis used is qualitative descriptive analysis and quantitative description analysis. The results of the study were the development of a case study based microlearning video learning media using the ADDIE development stage, as well as the validity results on the learning planners obtained a score of 86% with good qualification, the learning media experts obtaining a rating of 96% with excellent qualifications, learning material experts obtaining a rate of 95% with excellent qualifying, the skilled professionals obtain the score of 93% with very good qualifications. So, the case study-based microlearning learning video media is worthy of use in learning.
Digital Literacy in Scientific-based Civics Learning to Strengthen Students' Civic Disposition: Literasi Digital Dalam Pembelajaran PKn berbasis Saintifik untuk Penguatan Civic Dispotition Mahasiswa Agustina Rahayu, Dwi; Ulum, Bachrul; Eka Putra, A.A Putu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berbasis pendekatan saintifik untuk memperkuat civic disposition mahasiswa. Civic disposition, yang meliputi tanggung jawab sosial, partisipasi aktif, peduli lingkungan, semangat kebangsaan dan kesadaran hukum, merupakan elemen penting dalam membentuk warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, analisis tugas mahasiswa, dan wawancara dengan dosen serta mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran PKn. Pendekatan saintifik diterapkan melalui tahapan observasi, pengumpulan informasi, analisis, dan evaluasi. Media pembelajaran yang digunakan meliputi penugasan pembuatan video pembelajaran, sesi diskusi melalui aplikasi Zoom, serta pemanfaatan media sosial untuk berbagi materi, diskusi kelompok, dan refleksi belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dalam pembelajaran PKn berbasis saintifik mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu kewarganegaraan. Mahasiswa menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis, analisis data, dan kreativitas melalui produk video pembelajaran yang dihasilkan. Penggunaan media sosial secara aktif mendorong interaksi yang lebih intensif dan kolaboratif antara mahasiswa. Selain itu, pembelajaran melalui Zoom membantu mengatasi keterbatasan waktu tatap muka dan memberikan fleksibilitas dalam penyampaian materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital, ketika diterapkan secara strategis dalam pendekatan saintifik, tidak hanya meningkatkan hasil pembelajaran kognitif tetapi juga memperkuat civic disposition mahasiswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat di era digital. Integrasi teknologi dalam pembelajaran PKn dapat menjadi model inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Peningkatan Literasi Budaya Anak Melalui Pendampingan Pengenalan Wayang di Sekolah Dasar Bachrul Ulum; Leny Suryaning Astutik; Dwi Agustina Rahayu; A.A. Putu Eka Putra; Aziza Sugesti Roqima
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/ypkf0c91

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini didasarkan pada observasi mengenai rendahnya pemahaman dan apresiasi terhadap budaya tradisional, terutama wayang, di kalangan generasi muda. Penggunaan kegiatan praktis untuk memperkenalkan budaya Indonesia diharapkan mampu meningkatkan pemahaman literasi budaya di kalangan siswa sekolah dasar. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa kelas V SD Negeri 1 Beji pada budaya wayang melalui proses pembuatan wayang secara langsung dan berpartisipasi dalam bermain peran sebagai dalang dalam cerita yang mengangkat tema toleransi. Pelaksanaan metode terdiri dari tiga tahap yang jelas, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam fase perencanaan, tema dan tujuan kegiatan ditentukan, serta materi dan alat yang diperlukan disiapkan dengan cermat. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yang mencakup pembuatan wayang dan bermain peran. Evaluasi dilaksanakan untuk menganalisis efektivitas kegiatan dalam meningkatkan literasi budaya dan rasa percaya diri siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa terlibat secara aktif dalam proses pembuatan wayang dan bermain peran. Namun, terdapat beberapa tantangan yang berkaitan dengan keterampilan teknis dalam pembuatan wayang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan dalam rasa percaya diri dan keterampilan komunikasi siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah berhasil dalam mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan literasi budaya siswa serta mengembangkan keterampilan sosial mereka. Kegiatan ini memberikan kontribusi sebagai model untuk mengenalkan budaya Indonesia melalui metode praktis, yang dapat diterapkan dalam kegiatan pendidikan lainnya guna meningkatkan pemahaman budaya di kalangan siswa sekolah dasar.
Aktualisasi Nilai Moral Pancasila Menuju Generasi Anti-Korupsi di Pesantren Era 4.0 Agustina Rahayu, Dwi; Ulum, Bachrul; Eka Putra, A. A Putu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6151

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi antikorupsi di kalangan santri muda Pondok Pesantren Al-Fattahiyah Tulungagung, melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam bentuk kampanye digital kreatif. Permasalahan yang diidentifikasi adalah rendahnya kemampuan kritis santri dalam menanggapi isu korupsi yang tersebar di media digital, serta terbatasnya akses dan keterampilan dalam memproduksi konten edukatif yang positif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah gabungan antara Participatory Action Research (PAR) dan pendekatan Project-Based Learning (PBL). Santri dilibatkan dalam rangkaian workshop, diskusi kelompok terarah (FGD), serta praktik produksi konten kampanye digital seperti video pendek, poster, dan infografis dengan tema “Santri Anti-Korupsi”. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 50 dan post-test sebesar 80, yang mencerminkan kenaikan pemahaman sebesar 60%. Tingkat partisipasi santri selama kegiatan mencapai 90%, menunjukkan efektivitas metode partisipatif dalam meningkatkan keterlibatan. Produk luaran berupa video kampanye, infografis, dan meme edukatif dinilai relevan dan kreatif, walaupun ditemukan tantangan dalam hal teknis produksi konten. Kegiatan ini disimpulkan berhasil dalam menumbuhkan kesadaran nilai integritas dan memperkuat keterampilan komunikasi digital peserta. Program ini juga berpotensi direplikasi di pesantren lain dan dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan institusi antikorupsi atau komunitas kreatif. Temuan ini penting sebagai inovasi edukasi antikorupsi berbasis digital yang kontekstual di lingkungan pesantren.
EDUCATIONAL OUTREACH TO PREVENT AND COMBAT BULLYING ON SOCIAL MEDIA FOR PRIMARY SCHOOL STUDENTS Ulum, Bachrul; Rahayu, Dwi Agustina; Astutik, Leny Suryaning; Eka Putra, AA Putu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 4 No 06 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v4i06.1893

Abstract

This community service program aims to enhance the knowledge and skills of elementary school students in preventing and addressing bullying, particularly cyberbullying. The activity was conducted at SDN 1 Beji, Boyolangu, Tulungagung, involving students from grades 1 to 6. The implementation methods included an initial observation to identify students’ conditions and needs, educational counseling using an interactive approach, and an evaluation through questionnaires to measure students’ understanding and behavioral changes. The results show a significant improvement in students’ comprehension of bullying concepts and their ability to identify various forms of bullying. In addition, the program encouraged a behavioral shift among students, from previously acting only as bystanders to becoming more proactive in reporting bullying incidents and offering support to victims. Overall, this program proved effective in creating a safer school environment and increasing students’ awareness of the importance of bullying prevention.
Development of Microlearning Based on Project Citizenship in Citizenship Learning to Improve Students' Civic Disposition Dwi Agustina Rahayu; Ajar Dirgantoro; Nurna Listya Purnamasari; A.A Putu Eka Putra
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.43

Abstract

This research aims to develop a Project Citizenship-based Microlearning learning model in Civic Education courses to improve students' civic disposition in higher education. By using the Research and Development (R&D) method based on the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), this research produces innovative learning media that is effective, flexible, and relevant to meet the needs of digital era students. The results showed that the majority of students (78%) felt that civic learning was too theoretical, and 82% wanted a more practical approach. Therefore, a microlearning module was designed with interactive content in the form of short videos, infographics, quizzes, and applicable citizenship projects. The product was validated by material and media experts with validity levels of 89% and 87% respectively. The implementation of this model involved 70 students and was carried out for six month. The evaluation results showed a significant increase in the aspects of civic disposition: civic knowledge (20%), civic skills (21%), civic responsibility (23%), and civic participation (26%). Microlearning-based learning provides time flexibility, while integration with project citizenship motivates students to contribute directly to social activities. In conclusion, the development of microlearning based on project citizenship is effective in improving students' civic disposition, with advantages in the form of concise, practical material delivery, and being able to build active involvement. This finding makes an important contribution to the innovation of Civic Education learning in the digital era.
Preventing Bullying Through Islamic Religious Education in Indonesian Elementary Schools Ulum, Bachrul; Astutik, Leny Suryaning; Rahayu, Dwi Agustina; Putra, A.A. Putu Eka; Zaini, Moh.
Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jpaii.v7i2.3046

Abstract

Purpose of the study: This study examines how Islamic Religious Education ( ) is implemented to prevent bullying in elementary schools. It focuses on value integration in instruction, Islamic habituation, and the role of teachers as moral mediators. Methodology: A qualitative multi-site case study was conducted in three elementary schools in Tulungagung Regency representing urban, semi-urban, and rural contexts. Data were collected from 3 principals, 6 teachers, and 15 Grade IV–VI students through interviews, participatory observation, and documentation. The interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña was used for analysis. Main Findings: Three findings emerged. First, the integration of ukhuwah, tawadhu', and rahmah values into instruction built students' anti-violence awareness. Second, Islamic habituation programmes reduced verbal aggression consistently. Third, teachers' competency served as the key determinant of programme success. Novelty/Originality of this study: This study introduces a three-layer implementative model curricular integration, institutional habituation, and teacher mediation that extends the whole-school approach with a spiritual- teacher dimension. It also identifies Islamic-based restorative dialogue as a distinctive mediation technique not previously documented in -based bullying prevention literature.