Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Karakter Siswa dalam Membangun Generasi Islami di SMP IT Muaini, Muaini; Nurani, Nurani; Nurfiati, Siti; Khairunnisa, Yeni; Dhyafatusholehah, Dhyafatusholehah; Andryani, Dini; Hari, Muhammad Izam; Putra, Wahyu Regal; Mawar, Mawar
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i1.30086

Abstract

Abstract: This study aims to determine the character education of students in forming an Islamic Generation at IT Junior High School which will form students' noble morals. The research method used in this research is the kuliatatif method. Extracting data from direct observation, interview sources as information from the principal, teachers, students and documentation. Data analysis uses the theory of Miles and Hubermen which has several procedures in analyzing data, namely; data collection, data reduction, data presentation, data conclusion/verification. The results showed that student character education, can be seen from honesty, responsibility, care for the environment, relationships with parents, care for rules, discipline and the habit of praying in congregation, has a significant influence on the creation of a positive learning environment at IT Junior High School. Character education can help students be more productive in learning, more organized, and more responsible for academic tasks. Schools should continuously integrate character education on honesty and responsibility in the curriculum and extracurricular activities to strengthen values such as honesty, responsibility, discipline, and care for the environment. Teachers always set a good example in terms of honesty and responsibility at school and reward students who show positive behavior. Parents also play an active role in educating children about the importance of honesty and responsibility, both at home and in their daily lives.Abstrak: Penelitian ini sangat penting karena pendidikan karakter memiliki peran yang sangat krusial dalam membentuk generasi Islami yang memiliki akhlak mulia di SMP IT, pendidikan karakter tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan akademik, tetapi juga untuk membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Metode penelitian yang yang mengunakan dalam penelitian ini adalah metode kuliatatif. Mengali data dari observasi langsung, wawancara narasumber sebagai informasi kepala sekolah, terdapat 5 guru, 75 siswa dan dokumentasi. Analisis data mengunakan teori Miles dan Hubermen yang memiliki beberapa prosedur dalam menanlisis data yaitu; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bawa pendidikan karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, kependulian terhadap lingkungan, kedisiplinan, dan kebiasaan sholat berjamaah, berpengaruh besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif di SMP IT. Pendidikan karakter ini membuat siswa lebih produktif, teratur, dan bertanggung jawab.sekolah perlu terus mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Guru harus memberikan contoh yang baik dan menghargai siswa yang menunjukkan perilaku positif. Orang tua juga memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak mengenai nilai- nilai tersebut di ruma. 
MENANAMKAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN MELALUI EDUKASI SEJARAH KEPADA GENERASI MUDA PADA SISWA MTS DAN MA DARUL MUJAHIDIN NW SUWANGI, KEC. SAKRA, KAB. LOMBOK TIMUR Ilmiawan, Ilmiawan; Sriwahyuni, Dian Eka Mayasari; Saoki, Muhammad; Johanshah, Johanshah; Hari, Muhammad Izam
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35575

Abstract

ABSTRAK                                                                            Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda melalui edukasi sejarah di MTs dan MA Darul Mujahidin NW Suwangi. Program ini dilatarbelakangi oleh melemahnya semangat nasionalisme di kalangan siswa akibat pengaruh globalisasi, perkembangan media digital, serta rendahnya pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang dilaksanakan melalui empat tahapan kegiatan, yaitu diskusi tematik, pemutaran film sejarah, permainan edukatif, dan kunjungan ke tempat bersejarah. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan angket sikap nasionalisme, lembar observasi partisipasi siswa, refleksi tertulis, serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman sejarah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pemahaman sejarah siswa dari 61,4 pada pre-test menjadi 82,7 pada post-test, dengan persentase peningkatan sebesar 34,7%. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi aktif siswa dari kategori sedang menjadi tinggi, serta penguatan sikap nasionalisme berdasarkan angket dan refleksi tertulis siswa. Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Islam dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Edukasi sejarah terbukti efektif sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda yang beridentitas nasional, religius, dan berwawasan sejarah. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan di berbagai lembaga pendidikan untuk memperkuat karakter kebangsaan di tengah tantangan era digital. Kata kunci: Nilai kebangsaan, Edukasi sejarah, Generasi muda, Madrasah, Nasionalisme. ABSTRACTThis community service activity aims to instill and strengthen national values in the younger generation through historical education at MTs and MA Darul Mujahidin NW Suwangi. This program was motivated by the weakening spirit of nationalism among students due to the influence of globalization, the development of digital media, and a low understanding of the nation's history. The implementation method uses a participatory approach carried out through four stages of activities, namely thematic discussions, historical film screenings, educational games, and visits to historical sites. The evaluation of activities was carried out using a nationalism attitude questionnaire, student participation observation sheets, written reflections, as well as pre-tests and post-tests to measure historical understanding. The evaluation results showed an increase in the average score of students' historical understanding from 61.4 on the pre-test to 82.7 on the post-test, with an increase of 34.7%. In addition, the observation results showed an increase in student active participation from moderate to high, as well as a strengthening of nationalism based on student questionnaires and written reflections. This activity also strengthened cooperation between universities and Islamic educational institutions in supporting the implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi (Three Pillars of Higher Education). History education has proven to be effective as a means of shaping the character of the younger generation with a national identity, religious values, and historical insight. It is hoped that this activity can be developed further.  Keywords: National values, History education, Young generation, Madrasah, Nationalism.