Putra, I Putu Hendy Jayadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air Melalui Pemanfaatan Media Cerita Wayang Kulit : Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air Melalui Pemanfaatan Media Cerita Wayang Kulit Sujana, I Putu Windu Mertha; Pradana, Aldy Panji; Utami, Anak Agung Istri Dewi Adhi; Pertiwi, Ni Ketut Santya Isana; Putra, I Putu Hendy Jayadi
Jurnal IKA Vol. 23 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v23i1.93259

Abstract

Wayang kulit is one of the local wisdom of the community that contains good values ​​to develop the character of the younger generation. This study aims to increase the love of the homeland by utilizing the story of the Petruk Dadi Ratu wayang kulit as a learning medium and increasing students' learning motivation with more efficient delivery. The approach used in this study is descriptive qualitative, taking the research location at SMP Santo Paulus Singaraja, the research subjects were determined through snowball sampling techniques, data collection using observation techniques, interviews, documentation, and questionnaires, and the data analysis technique using interactive model data analysis consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained from this study are (1) implementing an attitude of love for the homeland through flag ceremonies, singing mandatory songs, commemorating national days, displaying the national symbol, and mid-semester breaks, (2) the values ​​contained in the Petruk Dadi Ratu shadow puppet story include two indicators, namely, preserving the arts and culture of the homeland, and instilling nationalism of unity and togetherness, (3) The results of the attitudes shown by students after watching the Petruk Dadi Ratu shadow puppet story are that there is an increase in love for the homeland, although not very significant, this is based on habits that students have done previously.
Politik di Ujung Jari, Kepercayaan di Ujung Tanduk: Defisit Kepercayaan Institusional dan Budaya Politik Digital Generasi Z dalam Pemilihan Lokal di Kota Singaraja Putra, I Putu Hendy Jayadi; Wijaya , I Putu Agus Febriana Putra; Putra, Ida Bagus Semara Adnyana; Yulistyawan , Muhammad Ilham; Wiguna, Kadek Angga Pradnyana Adi; Cahyani, Ni Putu Intan; Sukarya, I Made Pande; Widarma, Dewa Putu Pradita; Sari, Ketut Siti Amerta
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2025): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpppkn.v7i1.6232

Abstract

Studi ini mengkaji fenomena defisit kepercayaan institusional dan budaya politik digital Generasi Z dalam konteks pemilihan lokal di Kota Singaraja, yang merepresentasikan transformasi mendalam lanskap politik karena teknologi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kepercayaan institusional Generasi Z di Kota Singaraja, menganalisis pengaruh budaya politik digital terhadap sikap dan keyakinan politik mereka, dan mengidentifikasi implikasi temuan untuk strategi sosialisasi politik dan kampanye digital yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan desain penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian data dianalisis menggunakan model analisis kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap politik digital secara signifikan memengaruhi persepsi kepercayaan Generasi Z. Kepercayaan institusional Generasi Z sangat dipengaruhi oleh dinamika digital, menuntut pendekatan "Tata Kelola Hibrida" (Hybrid Governance) dan "Responsivitas Autentik" (Authentic Responsiveness) dari lembaga-lembaga politik untuk memastikan partisipasi yang bermakna dan konsolidasi demokrasi yang berkelanjutan.  Kata kunci: Budaya Politik Digital, Defisit Kepercayaan, Generasi Z, Pemilihan Lokal.