Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ETHICAL LEADERSHIP DAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI PREDIKTOR INTENSI TURNOVER KARYAWAN Alvia Diah Fitriana; Ruseno Arjanggi
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.15.1.1-11

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between Ethical Leadership and organizational commitment to employee turnover intention. Turnover intention is a desire to stop or get out of his work and wish to change jobs. The subjects used in the study were 150 employees. The method used for sampling uses a purposive sampling technique. The scale used at the time of this research was the turnover intention scale with reliability 0.796, Ethical Leadership scale with reliability 0.879, and organizational commitment scale with reliability 0.802. Data analysis used in this study is regression analysis with two predictors and partial correlation. The first hypothesis test results obtained a score of F = 26.217, R = 0.613, and p = 0.000 (p <0.05). Thus it can be seen that there is a relationship between Ethical Leadership and organizational commitment to employee turnover intensity. The second hypothesis obtained rx1y = 0.274 and a significance of 0.009 (p <0.05). These results prove that there is a positive relationship between Ethical Leadership and turnover intensity. The third hypothesis obtained the results of rx2y = -0.612 with a significance of 0,000 (p <0.05). The results explained prove that there is a negative relationship between organizational commitment and turnover intention.
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DAN STRES PADA ANGGOTA KEPOLISIAN DI POLRESTABES SEMARANG Ajeng Indy Nadhira; Ruseno Arjanggi
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.13.1.25-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan tingkat stres pada anggota kepolisian, khususnya polrestabes Semarang. Penelitian ini menggunakan metode classified random sampling sebagai teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode kuantitatif dalam pengambilan sampel. Populasi dalam penelitian adalah anggota kepolisian Polrestabes Semarang khususnya anggota Sat Sabhara, Sat Lantas dan Sat Reskrim. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 subjek. Pada penelitian ini, alat yang digunakan untuk mengambil data yakni berupa skala yang terdiri dari 2 skala, yakni skala adversity quotient dan skala tingkat stres. Skala adversity quotient disusun berdasakan 4 (empat) aspek, yakni control, origin dan ownership, reach serta endurance. Skala adversity quotient terdiri dari 34 aitem yang memiliki koefisiensi reliabilitas 0.921 dengan indeks daya beda yang bergerak dari 0.321 – 0.635.  Skala tingkat stres disusun berdasarkan 3 aspek yakni psikologi, fisik serta perilaku dan terdiri dari 24 aitem dengan koefisiensi reliabilitas 0. 920, indeksi daya beda skala ini bergerak dari 0.351 – 0.706. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima yaitu ada hubungan antara adversity quotient dengan tingkat stres pada anggota kepolisian polrestabes. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa koefisiensi korelasi rxy = -0.905, dengan taraf signifikansi p = 0.000 (p < 0.01). Nilai koefisiensi determinasi (r2) sebesar 0.819 yang menandakan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara adversity quotient dan tingkat stres pada anggota kepolisian di Polrestabes Semarang serta memiliki sumbangan efektif sebesar 81.9%.
Identifikasi Permasalahan Pengambilan Keputusan Karir Remaja Ruseno Arjanggi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 22 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol22.iss2.art3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi profile kesulitan pengambilan keputusan karir pada remaja. Pengambilan keputusan karir merupakan permasalahan yang krusial dihadapi oleh remaja. Keterlambatan dalam proses bimbingan maupun konseling karir akan berdampak pada kebingungan dalam pengambilan keputusan karirremaja. Bahkan memungkinkan remaja akan merasa bahwa jurusan yang diambil dalam pendidikan lanjutan dirasa tidak tepat. Partisipan penelitian ini adalam siswa-siswi sekolah menengah atas dan kejuruan di kotasemarang dengan sejumlah 566 siswa. Instrument ukur yang digunakan adalah skala kesulitan pengambilan keputusan karir. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis untuk mendapatkan deskripsi statistik profile.Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tingkat kesulitan pengambilan keputusan karir remaja masih tinggi. Hasil uji statistik terhadap perbedaan kesulitan pengambilan keputusan karir berdasarkan gender diketahui bahwa remaja perempuan lebih sulit dalam mengambil keputusan karir. Hasil penelitian perlu dikaji lebih mendalam mengenai perbedaan tersebut.Kata kunci : pengambilan keputusan, karir, remaja
College Adjustment of First Year Students: The Role of Social Anxiety Ruseno Arjanggi; Luh Putu S. Kusumaningsih
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 5 No 1 April 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.382 KB) | DOI: 10.12928/jehcp.v5i1.4273

Abstract

AbstractThis research aims to analyze the correlation between social anxiety and college adjustment. 436 undergraduate psychology students of five universities in Central Java were involved in this study. All respondents completed a questionnaire about student adjustment to college, and social anxiety scale. Canonical correlation was conducted to analyze the data. The result showed that fear of negative evaluation correlates with academic and personal-emotional adjustment, but not with social adjustment and institutional adjustment, while social avoidance and distress correlate with all of the dependent variables. This study suggests about the role of social anxiety to college adjustment. These findings investigate further discussion about appropriate intervention to address adjustment problems among college students.Keywords: Academic adjustment, social adjustment, personal-emotional adjustment, institutional adjustment, social anxiety.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DITINJAU DARI REGULASI EMOSI PADA IBU YANG MENDAMPINGI ANAK SEKOLAH DARI RUMAH Maya Arizqina Fauziah; Ruseno Arjanggi
Jurnal Psikologi Integratif Vol 9, No 1 (2021): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v9i1.2105

Abstract

The increasing burden of mothers during the pandemic by accompanying children's learning during school from home in the pandemic is an additional burden that teachers have previously done in schools. The increasing responsibility of the mother stimulated a decrease in the feeling of well-being in mother. The purpose of this study was to test the hypothesis that there is a positive relationship between emotional regulation and the psychological well-being of mothers who accompany their children to study from home during Covid 19 pandemic. Participants of this study were mothers who had children at the formal education stage in elementary school. A total of 110 mothers became participants in the scale try out of research instruments and 152 mothers joined as participants in the study. Two measuring instruments used in this research were emotional regulation scale and emotional well-being scale. Test result of emotional regulation scale obtained internal consistency α=0,77 and emotional well-being scale obtained internal consistency α=0,85. Hypothetical test by biserial correlation Pearson result found that emotional regulation correlated with emotional well-being. This study implies that better regulation of emotions that mothers have will contribute to improve psychological well-being.Bertambahnya beban ibu selama pandemi Covid-19 dengan mendampingi belajar anak selama bersekolah dari rumah merupakan beban tambahan yang sebelumnya banyak dilakukan oleh guru di sekolah. Bertambahkan tanggung jawab ini memungkinkan terjadinya penurunan perasaan sejahtera pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis penelitian yaitu ada hubungan positif antara regulasi emosi dengan kesejahteraan psikologis pada Ibu yang mendampingi anak sekolah dari rumah selama masa pandemic Covid-19. Partisipan penelitian ini yaitu 110 ibu sebagai partisipan uji coba alat ukur dan 152 ibu sebagai partisipan penelitian. Dua alat ukur digunakan dalam penelitian ini yaitu skala regulasi emosi dan skala kesejahteraan emosi. Hasil uji coba skala regulasi emosi diperoleh internal konsistensi α=0,77 dan skala kesejahteraan emosi diperoleh internal konsistensi α=0,85. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan korelasi dari pearson menemukan bahwa regualsi emosi berkorelasi dengan kesejahteraan emosi. Penelitian ini memiliki implikasi bahwa semakin baik regulasi emosi yang dimiliki ibu akan memiliki kontribusi terhadap terbentuknya kesejahteraan psikologis yang semakin baik pula.
Studi Korelasi Antara Efikasi Diri Terhadap Keputusan Karir Dengan Keraguan Karir Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Ruseno Arjanggi; Hartono Hartono; Titin Suprihatin
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 2 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.532 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i2.2076

Abstract

Keragu-raguan karir merupakan masalah yang sering dihadapi oleh siswa sekolah menengah. Akhir dari fase pendidikan siswa sekolah menengah seharusnya sudah mengambil keputusan karir dan tidak membuat keputusan karir lagi. Keraguan tersebut akan berpengaruh signifikan terhadap keputusan karir yang diambil saat mengambil jurusan pendidikan tinggi dan pendidikan kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan efikasi diri keputusan karir dengan keraguan karir pada siswa sekolah menengah atas. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan partisipan penelitian sebanyak 378 siswa SMA dari dua sekolah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala keraguan karir dan skala efikasi diri keputusan karir. Temuan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara efikasi diri terhadap keputusan karir dan keraguan karir. Tidak ada perbedaan antara efikasi diri terhadap keputusan karir dan keraguan karir pada siswa laki-laki dan perempuan, juga tidak ada perbedaan dalam efikasi diri terhadap keputusan karir dan keragu-raguan karir berdasarkan pilihan jurusan di sekolah menengah atas. Penelitian ini memiliki implikasi bahwa keputusan karir self-efficacy memiliki kontribusi terhadap keraguan karir yang dialami oleh siswa.
PSIKOEDUKASI UNTUK PENYADARAN POTENSI POSITIF SISWA SMK DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA Titin Suprihatin; Ruseno Arjanggi; Anisa Fitriani
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5548

Abstract

Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mencegah terjadinya tindak kenakalan remaja yang berpotensi melanggar hukum. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberi psikoedukasi dalam bentuk pelatihan untuk penyadaran potensi positif siswa. Sasaran kegiatan ini adalah siswa siswi SMK Islam X.  Hasil pengukuran menggunakan Tes EPPS untuk melihat dorongan agresi siswa, diperoleh 25 siswa memiliki dorongan agresivitas dalam kategori sedang, 15 siswa termasuk kategori cukup tinggi dan 10 siswa masuk kategori tinggi. Untuk aspek need of achievement, 25 siswa memiliki dorongan berprestasi dalam kategori sedang, 20 orang dalam kategori cukup tinggi dan 7 orang masuk kategori tinggi. Data ini menjadi dasar bagi penyuluh untuk memberikan materi tentang pengendalian diri dalam rangka mencegah terjadinya perilaku agresif atau kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan diskusi menggunakan media audiovisual. Dengan pemberian psikoedukasi remaja memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang potensi non kognitif yang dimiliki dan bagaimana memanfaatkan potensi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Remaja juga mengetahui cara-cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan diri dari dorongan agresi yang dimiliki, dapat menempatkan teman sebaya sebagai partner dalam aktivitas-aktivitas positif, dan remaja dapat memanfaatkan sumber-sumber eksternal yang ada di lingkungannya (sekolah, rumah) untuk kepentingan positif.Kata kunci: Kenakalan remaja, agresi, potensi positif, psikoedukasi 
Metode Pembelajaran Tutor Teman Sebaya Meningkatkan Hasil Belajar Berdasar Regulasi-Diri Arjanggi, Ruseno; Suprihatin, Titin
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 14, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to empirically examine the effectiveness of peer tutoring method on self-regulated learning. In self-regulated processes such as planning, self monitoring, and control of disturbances, the model of interaction between personal environment and behavior is a reciprocal interaction. Peer tutoring is expected to raise the potential behavior through an independent learning materials organization. Those behaviours include assistance-seeking behavior and assistance-giving during a more intensive learning process resulted from nearer psychological distance between the tutor and tutee. The subject of this research was 63 students of the Faculty of Psychology Unissula Semarang, which was divided into two groups: 31 students in the control group and 32 students in the treatment group. The treatment group consisted of nine tutorial groups in which each group consisted of 3-4 students. This research used a motivated strategy for learning questionnaire. Analysis of variance is used to test the hypothesis. The result indicates that there is a positive effect of peer tutoring learning methods on self-regulated learning. Peer tutoring learning method has accounted for 17.4 per cent improvement learning based on student self regulation. This research proved that active learning can be done without involving a lot of teachers. Besides, the learning process can be maximized with the existing potentials by, among others, through peer tutoring
Hubungan Persepsi Maskulinitas Dengan Konsep Diri Remaja Akhir Laki-Laki Anshari, Azharuddin Yusri; Arjanggi, Ruseno
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-efficacy and career decision making difficulties in senior high school students Firdaus, Wahyuningtyas; Arjanggi, Ruseno
Indigenous Vol 5, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i2.8941

Abstract

      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kesulitan pengambilan keputusan karir pada siswa SMA, serta untuk mengetahui perbedaan kesulitan pengambilan keputusan karir antara siswa SMA negeri dan swasta. Variabel tergantung pada penelitian ini adalah kesulitan pengambilan keputusan karir dan variabel bebas efikasi diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisa dilakukan kepada 193 siswa SMA N dan S yang ada di Semarang. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala kesulitan pengambilan keputusan karir dan skala efikasi diri. Skala kesulitan pengambilan keputusan karir berjumlah 38 aitem memiliki rentang daya beda 0,380-0,768 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,960. Skala efikasi diri berjumlah 29 aitem memiliki rentang daya beda 0,399-0,614 dengan koefisien reliabilitas 0,911. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product moment dari Pearson dan metode komparasi dengan analisis data Independent-Samples T Test. Berdasarkan hasil analisa Product Moment diperoleh nilai rxy sebesar -0,528 dengan taraf signifikansi 0,000 (p0,01). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kesulitan pengambilan keputusan karir dengan efikasi diri pada siswa SMA. Hasil analisis statistik independent-samples t test menunjukkan F=1,496 dengan taraf signifikansi 0,319 (p0,01) dengan nilai rata-rata siswa SMA negeri 66,14 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata siswa SMA swasta 62,44. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada kesulitan pengambilan keputusan karir antara siswa SMA negeri dan swasta.