Marwah, Sry
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN VISUM ET REPERTUM DALAM KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK : LAPORAN KASUS Abdillah, Andi Rachmat; Nabil, Muhammad Naufal; Marwah, Sry; Lidiana, Lidiana; Cahyana, Vivi; Mathius, Denny; Surdam, Zulfiyah; Dirgahayu, Andi Millaty Halifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43719

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan masalah forensik dan medikolegal yang memerlukan identifikasi dan dokumentasi yang akurat. Laporan ini membahas kasus seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang mengalami penganiayaan berat oleh ibu tirinya, termasuk penyekapan dan penyiksaan dengan air panas. Korban datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada perut bawah, area genital, dan paha. Pemeriksaan fisik menunjukkan berbagai luka dengan karakteristik trauma termal dan mekanik. Dokumentasi medis yang tepat berperan penting dalam mengungkap pola kekerasan dan sebagai bukti hukum. Kasus ini menegaskan peran dokter dalam mendeteksi, mendokumentasikan, dan melaporkan kekerasan terhadap anak sesuai aspek forensik dan medikolegal.
TUMOR PARU DENGAN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA DAN EFUSI PLEURA Marwah, Sry; Syahril, Erlin; Santoso, Arif
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54227

Abstract

  Tumor paru merupakan salah satu penyakit dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi yang sering disertai komplikasi serius, termasuk Community-Acquired Pneumonia (CAP) dan efusi pleura. Kondisi ini menimbulkan tantangan klinis karena gejala yang saling tumpang tindih serta progresivitas penyakit yang dapat memperburuk fungsi pernapasan pasien. CAP pada pasien tumor paru dapat terjadi akibat obstruksi saluran napas, gangguan mekanisme pertahanan mukosilier, serta penurunan imunitas akibat proses neoplastik maupun terapi onkologi. Sementara itu, efusi pleura pada kedua kondisi tersebut dapat terbentuk melalui mekanisme inflamasi, peningkatan permeabilitas kapiler, atau penyebaran sel tumor ke pleura. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara tumor paru, CAP, dan efusi pleura serta menganalisis implikasi klinisnya terhadap diagnosis dan penatalaksanaan. Dengan menggunakan pendekatan telaah kasus dan studi literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa adanya kombinasi tumor paru, pneumonia, dan efusi pleura memperberat kondisi pasien, meningkatkan risiko gagal napas, serta memperumit pemilihan terapi yang optimal. Temuan penelitian menekankan pentingnya pemeriksaan radiologis dan laboratorium yang komprehensif untuk membedakan manifestasi infeksi dari progresivitas tumor. Pasien dengan tumor paru yang disertai CAP dan efusi pleura memerlukan penanganan multidisiplin dengan fokus pada kontrol infeksi, pengelolaan efusi, dan terapi spesifik tumor. Pemahaman lebih mendalam mengenai interaksi ketiga kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan diagnosis, efektivitas terapi, dan hasil akhir klinis pasien.