Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS UKURAN ALAT PERAKITAN KUSEN YANG ERGONOMIS MENGGUNAKAN METODE ANTROPOMETRI Tomia, Asrul; Pattiapon, Marcy Lolita; Kakerissa, Ariviana Lientje
i tabaos Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2023.3.3.173-182

Abstract

Pekerjaan merakit kusen didominasi oleh pekerjaan mengerahkan tenaga fisik. Berdasarkan pengamatan, postur kerja tukang kayu ketika bekerja kurang memperhatikan aspek ergonomic. Hal ini disebabkan oleh kurangnya ketersediaan sarana bantu dan kurangnya pemahaman aspek ergonomi. Postur jongkok dan membungkuk cukup dominan apalagi ketika merakit di atas lantai. Berdasarkan hasil wawancara kebanyakan mengeluhkan rasa sakit setelah bekerja di bagian pinggang, punggung dan kaki serta beberapa bagian tubuh lainnya. Sehingga tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui spesifikasi alat perakitan kusen yang memenuhi tingkat kesesuaian dimensi tubuh pekerja dengan menggunakan metode antropometri. Analisis postur kerja dilakukan dengan metode antropometri untuk perancangan alat bantu kerja perakitan sehingga postur kerja tukang kayu selama bekerja memenuhi aspek ergonomi. Perancangan dilakukan dengan menggunakan informasi data keluhan dan penyebab keluhan, sehingga memperoleh ukuran alat perakitan kusen yang ergonomis. Dari hasil penelitian, analisis data, dan tujuan penelitian maka dapat disimpulkan bahawa spesifikasi alat perakitan kusen sesuai dengan dimensi tubuh pekerja pada Syafa Mebel adalah tinggi 91,2 cm, lebar 72,2 cm dan panjang 134,4 cm.
Ekspresi Diri, Identitas Kolektif, dan Resolusi Konflik: Peran Bahasa Cia-Cia dalam Dinamika Sosial Komunitas Dusun Rahai Tomia, Asrul; Lopulalan, Dortje Leonora Yokbeth; Nahuway, Johana
Populis: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/populis.19.2.125-140

Abstract

This study explores the role of the Cia-Cia language in shaping the social dynamics of the Dusun Rahai community, particularly in fostering self-expression, collective identity, and conflict resolution. Utilizing a qualitative method through participatory observation and in-depth interviews with both younger and older generations, the research finds that Cia-Cia serves not only as a means of daily communication but also as an educational tool that imparts social values from an early age. Regular use of the language develops key social skills, including building interpersonal relationships, understanding others’ emotions and needs, resolving conflicts peacefully, and managing social emotions. Beyond its communicative function, Cia-Cia strengthens speakers’ confidence and comfort in expressing personal thoughts and feelings, reinforcing the community’s shared identity. The language also acts as an intimate and symbolic medium, often perceived as a “secret language” within social interactions. The novelty of this study lies in revealing Cia-Cia’s dual function as both a social and cultural mechanism that sustains community cohesion and manages conflicts harmoniously. This research emphasizes the critical need to preserve indigenous languages like Cia-Cia as strategic assets in advancing social and political sciences, especially in studies of language, culture, and community resilience.