Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2024 Malik, Mayurni Firdayana; Rasma, Rasma; Supriyadi, Supriyadi; Handriani, Indah; Misdayanti, Misdayanti; Anasari, Wa; Azim, La Ode Liaumin
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4771

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan tingkat kepuasan pasien, khususnya bagi pengguna BPJS Kesehatan yang menggunakan layanan rawat jalan di rumah sakit. RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai rumah sakit rujukan utama di daerah tersebut memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien pengguna BPJS yang menggunakan layanan rawat jalan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien pengguna BPJS rawat jalan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari sampai dengan Mei 2024 sebanyak 544 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi. Kualitas pelayanan diukur dengan menggunakan beberapa indikator, seperti keandalan, daya tanggap, kepastian, empati, dan fasilitas fisik. Sementara itu, kepuasan pasien diukur melalui tingkat kepuasan secara umum terhadap pelayanan yang diterima. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan aplikasi spss versi 25.0 dan diuji dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan bahwa bukti langsung (p = 0,395), keandalan (p = 0,006), daya tanggap (p = 0,614), jaminan (p = 0,258) empati (p = 0,000). Hal ini berarti dimensi kehandalan dan empati memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS rawat jalan, sedangkan bukti fisik, daya tanggap dan jaminan tidak berhubungan dengan kepuasan pasien. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu terus meningkatkan dan memastikan kualitas pelayanan yang optimal untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pasien
Pengaruh Faktor Intra Personal Terhadap Pelayanan Kesehatan Ibu Azim, La Ode Liaumin; Handriani, Indah; Anasari, Wa
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i1.1769

Abstract

Kematian ibu menjadi isu penting dalam agenda upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal. Agenda utama SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan kematian balita, angka kematian ibu masih dikisaran 305 per 100.000 kelahiran hidup, belum mencapai target yang ditentukan yaitu 183 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2024. Angka kematian ibu di Provinsi Sulawesi Tenggara menurut hasil Laporan Kematian Ibu (LKI) Kabupaten atau kota se-Sulwesi Tenggara, tahun 2021 menunjukkan angka seesar 67 per 100.000 Kelahiran Hidup, sedangkan pada tahun 2022 sebesar 74 per 100.000 Kelahiran Hidup, maka hal ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka kematian ibu. Jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Konawe Selatan yang tertinggi diantara kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 10 kasus (175/100.000 KH). Hal ini perlu diidentifikasi factor perilaku kesehatan yang dapat menyebabkan kematian ibu di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perilaku intrapersonal terhadap pelayanan kesehatan ibu. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas sampai 3 bulan dan keluarga, sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas serta keluarga dan bersedia menjadi responden. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan simple random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, pedoman wawancara dan pengukuran. Analisis data yang digunakan dengan analisis regresi logistic. Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa nilai kepercayaan, waktu tempuh, self efficacy, paritas berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan ibu di Puskesmas Konda.variabel nilai kepercayaan mendapatkan OR sebesar 16,319, variabel waktu tempuh mendapatkan OR sebesar 234,096, variabel self efficacy mendapatkan OR sebesar 0,001, variabel Paritas mendapatkan OR sebesar 0,010.
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Inovasi Pentol Lele Kreasi (Pentole Kres) untuk Penanggulangan Stunting di Kelurahan Tobimeita Kota Kendari Ainurafiq, Ainurafiq; Handriani, Indah; Anasari, Wa; Deni, Deni; Misdayanti, Misdayanti; Malik, Mayurni Firdayana; Ali, Nur Fitriana Muhammad
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i1.14553

Abstract

This community service program aims to improve the understanding and skills of Posyandu cadres in optimizing the use of catfish as a source of nutrition through the innovation of the Pentole Kres product to overcome stunting in Tobimeita Village, Kendari City. The method of implementing this service uses community empowerment through education and training activities. The program evaluation uses pre-test and post-test instruments which are analyzed using a paired t-test. The results of the service showed an increase in participant understanding of 85%, while 100% of participants experienced an increase in practical skills, and the average skill score increased from 2.4 before training to 4.5 after training. Based on the results of this community service program, it can be concluded that the community empowerment approach utilizing local potential, such as catfish, is effective in improving the understanding and skills of Posyandu cadres in managing nutritional sources to combat stunting.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2024 Malik, Mayurni Firdayana; Rasma, Rasma; Supriyadi, Supriyadi; Handriani, Indah; Misdayanti, Misdayanti; Anasari, Wa; Azim, La Ode Liaumin
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ovum.v5i1.4771

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan tingkat kepuasan pasien, khususnya bagi pengguna BPJS Kesehatan yang menggunakan layanan rawat jalan di rumah sakit. RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai rumah sakit rujukan utama di daerah tersebut memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien pengguna BPJS yang menggunakan layanan rawat jalan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien pengguna BPJS rawat jalan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari sampai dengan Mei 2024 sebanyak 544 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi. Kualitas pelayanan diukur dengan menggunakan beberapa indikator, seperti keandalan, daya tanggap, kepastian, empati, dan fasilitas fisik. Sementara itu, kepuasan pasien diukur melalui tingkat kepuasan secara umum terhadap pelayanan yang diterima. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan aplikasi spss versi 25.0 dan diuji dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan bahwa bukti langsung (p = 0,395), keandalan (p = 0,006), daya tanggap (p = 0,614), jaminan (p = 0,258) empati (p = 0,000). Hal ini berarti dimensi kehandalan dan empati memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS rawat jalan, sedangkan bukti fisik, daya tanggap dan jaminan tidak berhubungan dengan kepuasan pasien. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu terus meningkatkan dan memastikan kualitas pelayanan yang optimal untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pasien
Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Air Tawar dan Wanita PKK oleh BEM ITK Avicenna dalam Meningkatkan Ekonomi dan Kesehatan di Desa Lalopisi Kabupaten Konawe Suderajad, Pono; Dustan, Dustan; Anasari, Wa; Damayanti, Alvina
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2414

Abstract

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM ITK Avicenna merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan mitra adalah rendahnya kemampuan mitra dalam mengoptimalkan potensi dalam hal budidaya ikan air tawar dan diversifikasi produk olahan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan teknologi budidaya ikan air tawar serta produk turunannya. Metode pelaksanaan Metode Participatory  Action  Research (PAR) dengan kegiatan meliputi pelatihan budidaya ikan air tawar, pelatihan diversifikasi olahan,  penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta kegiatan interaktif yang mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif antara mahasiswa BEM ITK Avicenna, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 100% dari mitra Truna Jaya dalam mengaplikasikan teknologi bioflok dalam budidaya ikan air tawar, dan pemahaman masyarakat meningkat sebesar 90% oleh mitra wanita PKK, terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta munculnya komitmen untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme warga dan dukungan pemerintah desa menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi ekonomi dan kesehatan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berhasil memperkuat kapasitas dan kesadaran warga dalam membangun desa yang sehat, tangguh, dan mandiri, sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di lingkungan masyarakat.