Dinli, Dwi Yunisa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pengobatan Yang Diterima Anak Berkebutuhan Khusus Di Sumatera Selatan, Indonesia Ramatillah, Diana Laila; Dinli, Dwi Yunisa; Ipadeola, Mairo Hamid; Rabima, Rabima; Paulina, Ida; Rofii, Ahmad
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.156 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v14i1.11

Abstract

Children with special needs (ABK) are children with different characteristics from children in general who have significant abnormalities (mental-intellectual, physical, social and emotional). This study aims to evaluate the treatment received by children with special needs in South Sumatra. This is a cross-sectional survey conducted among students at SLB South Sumatra using a self-administered questionnaire. The sampling technique was done by convenience sampling. From the results of this study, it is known that there are 53 males and 43 females. Based on the results of the study, it was found that the treatment received by children with special needs, namely DHA (Omega-3) + Vitamin B Complex as many as 20 people (37%) by 20% was influenced by most of those who took medication at the age of 11-15 years. There is a significant relationship between treatment and intelligence level which is indicated by a p-value of 0.02, which shows that 7 people (7%) are good and 89 people (93%). It is also known that there is a significant relationship between comorbidities and treatment, which is indicated by significant p-value (P < 0.001), 35 people (37%), and 61 people (63%). DHA (Omega-3) is the most widely given supplement to students with special needs at the age of 11-15, and only a few students receive depakote (Divalproex Sodium) and multivitamins including Vitamin A, B complex and Vitamin C with an average moderate level of intelligence. This is influenced by comorbidities such as epilepsy.
Evaluasi Penyebab Cacat Lahir Berdasarkan Jenis Kelamin di Sumatra Selatan, Indonesia Michael, Michael; Ramatillah, Diana Laila; Dinli, Dwi Yunisa; Kezia, Valerie; Sutardi, Azzahrotul Qona'ah Ibnatus
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.921 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v14i2.58

Abstract

Abstrak: Cacat lahir merupakan kelainan kondisi fisik atau genetik bawaan menyebabkan komplikasi Kesehatan dan keterlambatan perkembangan yang signifikan seperti dalam fungsi intelektual dan perilaku yang adaptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat jenis kecacatan, kategori kecacatan dan penyebab kecacatan pada anak laki-laki dan perempuan. Cross-sectional merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini. Teknik pengambilan sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah convenience sampling dengan membagikan questioner kepada orang tua yang bersedia menjadi responden pada sekolah luar biasa yang berada di Sumatra Selatan. Hasil pada penelitian ini melibat jumlah responden total 96 responden dengan 53 orang laki-laki dan 43 orang perempuan. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap jenis cacat (0.49) yang diderita oleh anak laki-laki dan perempuan, tidak ditemukannya korelasi antara tingkat keparahan kecacatan (0.91) terhadap jenis kelamin serta tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap penyebab kecataan (0.35) antara anak laki-laki dan perempuan. Kecacatan intelektual (62.5%) dan kecacatan ringan (54.2%) merupakan kecacatan yang paling banyak ditemukan. Penyebab kecacatan yang utama adalah kekurangan asam folat dan mulitivitamins pada saat kehamilan yaitu 49%.