Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Jumlah Penakar Hujan Pada DAS Tabo – Tabo Kabupaten Pangkep Husna, Asma’ul; Wahab, A. Azilah Maharani; Latif, Andi Amin
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/enfwrt98

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep memiliki peranan strategis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air di wilayah ini. Kondisi iklim yang dinamis dan perubahan pola hujan menuntut perhatian ekstra terhadap pemantauan curah hujan. Pengetahuan yang akurat tentang distribusi dan intensitas hujan di DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep menjadi dasar penting dalam pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko bencana, serta perencanaan adaptasi terhadap perubahan iklimMetode penelitian kuantitatif menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan serta analisis data yang dapat diukur. Untuk mencari rata-rata curah hujan, menghitung variannya, koefisien varian, jumlah penakar hujan optimum dan jumlah penakar hujan yang akan ditambahkan dilakukan dengan metode aritmatik dan metode Vershenev.Analisis yang akan dilakukan mengumpulkan data curah hujan yang ada di DAS Tabo Tabo Kabupaten Pangkep, sehingga diketahui efektivitas penakar hujan di DAS tersebut. Analisis yang digunakan pada studi ini meliputi analisis curah hujan, kapasitas penakar hujan, dan efektivitas penakar hujan.Jumlah penakar yang optimal adalah 7 sedangkan pada DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep, sudah terdapat 7 stasiun penakar hujan.
REGULATION AND DIGITAL DISTURBANCE IN ACADEMIC PROCRASTINATION: EVIDENCE FROM A GENDER-INVARIANT STRUCTURAL MODEL Putri, Linda Indiyarti; Sa'idah, Nusrotus; Saefudin, Ahmad; Husna, Asma’ul; Farida, Yushinta Eka; Ghony, Aris Abdul
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 2 (2026): Volume 10, Nomor 2, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i2.53029

Abstract

Academic procrastination remains prevalent in higher education, and digitally saturated learning environments may amplify students’ task delays. This study aims to test an integrative structural model linking self-regulation and digital disturbance to academic procrastination and to examine whether the measurement model operates equivalently across gender. Using a quantitative ex post facto design, data were collected from 216 Indonesian undergraduate students via validated 5-point Likert instruments measuring self-regulation, digital disturbance, and academic procrastination. Structural Equation Modeling with maximum likelihood estimation was conducted, followed by multi-group confirmatory factor analysis to assess gender measurement invariance. Results showed that self-regulation negatively predicted academic procrastination (β = −0.290, p < .001), while digital disturbance positively predicted academic procrastination (β = 0.544, p < .001); self-regulation was also negatively associated with digital disturbance (β = −0.268, p = .002). The model explained 46.5% of the variance in academic procrastination (R² = 0.465). Measurement invariance testing supported equivalence up to the scalar level across gender, enabling unbiased cross-gender interpretation of the constructs. The novelty of this study lies in combining a digitally relevant predictor (digital disturbance) with gender-invariant measurement validation within a single SEM framework in an Indonesian undergraduate context. Practically, the findings imply that universities should strengthen students’ self-regulated learning while managing digital interruptions through attention-management training and instructional policies to reduce procrastination.