Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK PADA PERUMAHAN EL BANNA CITY KARANGPLOSO MALANG Ivanda, Nabilah Permata; Mohamad Zenurianto; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rancangan Perumahan El Banna City Karangploso Kabupaten Malang, masih menerapkan sistem pengolahan air limbah setempat yang akan menyulitkan kontrol terhadap pencemaran tanah dan air. Sebab itu, perlu dibuat rancangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) secara terpusat pada perumahan yang dimaksud untuk mempermudah perawatan sistem serta mengurangi pencemaran terhadap lingkungan. Perancangan menggunakan data sekunder berupa gambar site plan, peta topografi, data sondir, dan HSP Kabupaten Malang tahun 2021. Hasil perancangan menunjukkan debit air limbah di wilayah studi sebanyak 972 m3/hari, sehingga membutuhkan pipa PVC AW diameter 4” untuk pipa servis dan diameter 6” untuk pipa induk. Bangunan IPAL sebanyak 4 buah dengan 7 unit kapasitas 75 m3/hari dan 5 unit kapasitas 100 m3/hari yang digunakan untuk melayani 2025 unit rumah, masing-masing dilengkapi dengan pelindung IPAL dari beton bertulang berdimensi 13,6x9,7x3,2 m dan 13,6x8,6x2,8 m. Untuk memisahkan lemak dalam air limbah, pada setiap rumah dipasang grase trap berkapasitas 30 L sebelum kemudian dialirkan ke bak kontrol berukuran 60x60 cm sejumlah 160 unit yang disebar di area studi. Hasil olahan air limbah akan dimanfaatkan kembali untuk keperluan non konsumsi, seperti pengairan tanaman, perikanan dan lainnya. Secara keseluruhan, biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan dan sistem pengolahan air limbah pada perumahan tersebut sebesar Rp 24.110.123.050.
PENAMBAHAN SABUT KELAPA TERHADAP NILAI CBR DAN PROCTOR PADA RANCANGAN SUBGRADE UNTUK STABILISASI PERKERASAN JALAN (STUDI KASUS DI DESA TEMAS KOTA BATU) Abrar, Muh Abrar; Mohamad Zenurianto; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.5892

Abstract

Desa Temas Kota Batu memiliki kondisi tanah yang tergolong tanah lempung dengan nilai daya dukung rendah, dan plastisitas yang tinggi. Kondisi tersebut akan mereduksi stabilitas tanah sehingga infrastruktur jalan tidak tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menambahkan sabut kelapa dengan variasi 6%, 7%, dan 8%, dan penelitian ini juga difokuskan untuk mengetahui kadar material stabilisasi yang optimal untuk stabilitas tanah. Hasil pengujian tanah asli didapatkan nilai kadar air sebesar 40,83%, berat volume sebesar 1,16 gr/cm3, berat jenis sebesar 2,48, batas cair sebesar 40,81%, batas plastis sebesar 29,89%, indeks plastisitas sebesar 10,92%. Berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO, sampel tanah asli termasuk kedalam kelompok A-7-5 yang berjenis tanah lempung dengan sifat sedang sampai buruk. Pada hasil pengujian proctor modified waktu pemeraman 1 hari dan 14 hari bahwa penambahan sabut kelapa pada daerah temas kota batu terbukti meningkatkan kadar air optimum (OMC) sedangkan volume kering maksimum (MDD) mengalami penurunan yang tidak terlalu signifikan pada setiap penambahan sabut kelapa. Pada hasil pengujian CBR pada tanah asli didapatkan nilai CBR (California Bearing Ratio) unsoaked sebesar 41,48% dan CBR soaked sebesar 22,43 %. Dari hasil pengujian terhadap nilai CBR unsoaked diperoleh nilai CBR tertinggi berada pada campuran sabut kelapa 7% yaitu sebesar 29,68%, sedangkan untuk CBR soaked diperoleh nilai CBR optimum pada campuran sabut kelapa 7% sebesar 52,57%. Pengaruh penambahan bahan stabilisasi sabut kelapa didapatkan nilai CBR optimum yaitu pada variasi 7%. Biaya stabilisasi tanah pada kondisi daya dukung optimum campuran yaitu 7% diperkirakan sebesar Rp 400.471.071,20 dengan panjang jalan 500 meter dan tinggi 30 cm. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan sabut kelapa efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah lempung di Desa Temas Kota Batu.