Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA JL. TRUNOJOYO – JL. SOEKARNO HATTA KABUPATEN PONOROGO Putri, Maulid Diana; Hanggara, Ikrar; Charits, Moh.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4935

Abstract

Sistem Drainase yang ada di sepanjang jalan merupakan salah satu infrastruktur perkotaan yang amat penting. Kualitas suatu kota dapat di lihat dari sistem drainase yang ada. Tanpa adanya sistem drainase yang baik di sepanjang jalan, pada musim penghujan akan terjadi banjir di bagian ruas jalan. Seperti yang terjadi setiap tahunnya pada ruas Jl. Trunojoyo – Jl. Soekarno Hatta Kabupaten Ponorogo. Oleh karena itu perlu dibutuhkan adanya perencanaan ulang saluan drainase pada jalan Jl. Trunojoyo – Jl. Soekarno Hatta yang berfungsi selain pengendali banjir juga sebagai limpasan air hujan dan air limbah kedalam saluran drainase. Data yang dibutuhkan yaitu peta topografi, data curah hujan dari 3 stasiun terdekat: Babadan, Bollu, dan Ponorogo dalam 20 tahun terakhir mulai tahun 2002 – 2021, dan harga satuan pokok pekerjaan Kabupaten Ponorogo tahun 2021. Data tersebut diolah dengan menggunakan metode Log Persen III, uji kesesuaian dengan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 20 tahun, intensitas hujan dengan metode Mononobe, perhitungan kapasitas drainase menggunakan persamaan Manning dan debit banjir rancangan dengan metode rasional. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan sebesar 136,191 mm/hari; debit banjir rancangan sebesar 0,125989 m3/dt; drainase terbesar menggunakan dimensi 1,5 meter dengan kedalaman 1,5 meter; dimensi saluran terkecil adalah 0.5 m x 0.5 m; biaya konstruksi sebesar Rp. 14.565.484.000,00. Saluran Inlet drainase 3 sub sistem Soekarno Hatta 3 ke bak pengendapan menggunakan pipa galvanis berdiameter 4” dengan rencana anggaran biaya senilai Rp. 60 121.000 serta bak pengendapan pada drainase 3 sub sistem Soekarno Hatta 3 menggunakan dimensi 2 x 1 x 2 m dengan biaya konstruksi sebesar Rp. 6.353.000,00.
STUDI KELAYAKAN TEKNIS, FINANSIAL, DAN LINGKUNGAN PLTMH BENDUNG GERAK JATIMLEREK Putra, Oky Aditya Permana; Charits, Moh.; Hapsari, Ratih Indri
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5665

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk semakin tinggi berdampak pada bertambahnya kebutuhan energi yang diperoleh melalui sumber air, salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang terdapat pada Bendungan Jatimlerek. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui kelayakan teknis dari Bendung Gerak Jatimlerek sebagai PLTMH, biaya investasi, dan kelayakan lingkungan. Data yang dibutuhkan yaitu data debit sungai, debit irigasi, data pendukung meliputi HSPK Kabupaten Jombang Tahun 2019, peta topografi Bendung Karet, debit sungai selama 10 tahun sebelumnya, informasi teknis Bendung Karet, data pengelolaan lingkungan, data pengelolaan finansial Bendung Karet. Metode yang digunakan dalam melakukan studi kelayakan teknis mengacu pada analisis debit irigasi andalan, dan kelayakan lingkungan mengacu pada peraturan yang ditetapkan berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Hasil dari studi menunjukkan pembangunan PLTMH Bendung Gerak Jatimlerek secara teknis dinyatakan layak karena debit andalan untuk PLTMH sebesar 7,98 m3/detik lebih besar dari debit yang dibutuhkan yaitu 5 m3/detik, dengan daya pembangkit listrik yang dihasilkan 945,144 kWh. Nilai investasi berupa biaya pembangunan PLTMH adalah Rp 4.138.459.500,-; biaya operasional tahun pertama Rp 124,153,785; dan biaya investasi awal  Rp 4,262,613,285. Hasil analisis kelayakan lingkungan, menemukan kegiatan pra konstruksi mempengaruhi secara besar dan positif pada komponen lingkungan sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kemudian, pada kegiatan konstruksi mengubah rona lingkungan secara kecil dan negatif untuk komponen perubahan bentuk lahan, kebisingan, gangguan lalu lintas, dan gangguan kesehatan pada masyarakat. Kemudian rona lingkungan juga berubah secara besar dan negatif pada komponen kualitas air permukaan, erosi dan sedimentasi, sanitasi lingkungan, perubahan unsur abiotik pada fauna darat dan biota air. Sedangkan, pada kegiatan operasi seluruh kegiatan pada unsur sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat memiliki dampak yang besar dan positif, kemudian pada komponen kesehatan masyarakat kegiatan ini pun berdampak walaupun secara kecil namun positif.
PENGEMBANGAN BETON APUNG BERONGGA MENGGUNAKAN BOLA PLASTIK Habibi, Faiz pratama; Rasidi, Nawir; Charits, Moh.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5676

Abstract

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi dan permukaan laut.. Pemanasan global mempunyai dampak yang sangat berbahaya pada manusia. mencairnya gletser dan es dikutub menyebabkan permukaan air laut meningkat.Pengembangan konstruksi apung adalah konsep dan pendekatan baru terkini yang dapat mengatasi hal tersebut. konstruksi apung menunjukkan bahwa tidak hanya bermanfaat untuk sekitarnya namun juga memberikan keuntungan di bidang ekonomi. Salah satu material penyusun yang cocok untuk digunakan dalam pengembangan beton apung adalah dengan menggunakan bola plastik seperti yang terdapat dalam pembangunan slab lantai menggunakan metode bubble deck.Pada penelitian ini menggunakan mutu beton 20 MPa dengan benda uji ukuran 20 cm x 30 cm dengan tinggi 10 cm dan dengan variasi campuran agregat kasar kerikil 100 % , kerikil 70 % batu apung 30 %,kerikil 50 % batu apung 50 %. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa berdasarkan percobaan pengujian beton dapat mengapung di atas air dengan komposisi kerikil 50 % dan batu apung 50 % dengan berat jenis 833.33 kg/m3. Dan juga dengan komposisi material tersebut beton menghasilkan kuat tekan rata rata sebesar 10.3 Mpa. Selain itu beton apung juga kuat untuk menahan beban sebesar 14.167 kg/m² sampai akhirnya beton itu terbalik/tenggelam. Rencana anggaran biaya untuk membuat 1 beton apung adalah Rp226.217,03 sedangkan biaya untuk membuat beton apung untuk per m2 nya adalah Rp3.770.283,84
KOMPOSIT RESIN HIBRIDA SEBAGAI BAHAN MATERIAL RETROFIT BALOK KAYU Helmy, Farhan Rizky; Rochman, Taufiq; Charits, Moh.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5759

Abstract

Balok adalah struktur penting dalam sebuah konstruksi bangunan. Salah satu material balok yang paling umum digunakan adalah kayu. Penggunaan balok kayu untuk konstruksi struktural harus memperhatikan perubahan kondisi lingkungan selama pembebanan dan penyimpanan. Salah satu teknik perkuatan pada balok kayu ialah dengan metode perkuatan pada permukaan balok kayu menggunakan komposit resin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja material komposit resin dengan meninjau berdasarkan kuat lenturnya. Tinjauan utama pada material komposit resin ini ialah mencari komposisi yang efisien baik dari sisi kuat tekan, berat jenis, dan sifat fisiknya yang nantinya diaplikasikan sebagai mortar perekat tulangan pada balok kayu dengan metode perkuatan pada permukaan balok. Dari penelitian ini didapatkan bahwa kinerja komposit resin memiliki kekuatan lebih besar daripada mortar semen. Selain itu, dibandingkan dengan mortar semen material komposit resin memiliki durabilitas lebih baik. Sehingga ditinjau dari hasil tersebut, komposit resin bisa digunakan sebagai material retrofit balok kayu.
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH KECAMATAN DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR Rahmasari, Lusi; Suhardono, Agus; Charits, Moh.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5859

Abstract

Terdapat empat desa di Kecamatan Dongko yang sudah terlayani distribusi air bersih dengan baik dari PDAM Kabupaten Trenggalek, akan tetapi enam desa yang terdiri dari Desa Watuagung, Desa Pandean, Desa Cakul, Desa Siki, Desa Sumberbening, dan Desa Pringapus belum terjangkau layanan distribusi air bersih. Kecamatan Dongko memiliki sumber air yang cukup selama musim penghujan, kekurangan distribusi air bersih selama musim kemarau mempengaruhi kehidupan sehari-hari penduduk dikarenakan sumber air tidak mampu mencukupi kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Dongko dalam 15 tahun mendatang. Pada penelitian ini, data yang digunakan meliputi jumlah penduduk untuk 10 tahun terakhir, fasilitas umum dan fasilitas sosial, sumber dan debit air, peta topografi, dan Harga Satuan Pokok Pekerjaan Kabupaten Trenggalek Tahun 2024. Perhitungan perencanaan proyeksi pertumbuhan penduduk menggunakan analisis standar deviasi yang terkecil, diperkirakan jumlah penduduk enam desa di Kecamatan Dongko akan mencapai 36.087 jiwa pada tahun 2038, yang terpenuhi pada metode aritmatika dan metode eksponensial. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air domestik dan non-domestik dari masing-masing desa, kebutuhan air bersih di Kecamatan Dongko sebesar 71.5774 liter/detik. Rencana jaringan distribusi air bersih mencakup penggunaan pipa HDPE dengan dimensi Ø3/4", Ø1¼", Ø1½", Ø2", Ø2½", Ø3", Ø4”, Ø5”, disertai dengan bangunan pelengkap seperti reservoir dengan tiga tipe ukuran dan rumah pompa. Rencana anggaran biaya untuk perencanaan sistem jaringan distribusi air bersih ini mencapai Rp.20,709,953,821.00.
PERENCANAAN JARINGAN PIPA AIR BERSIH KECAMATAN TEGALSARI KABUPATEN BANYUWANGI Paramitha, Dewi Pradnya; Charits, Moh.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8225

Abstract

Beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi mengalami kekurangan pasokan air bersih, terutama Kecamatan Tegalsari. Mayoritas penduduk setempat memanfaatkan sumur sebagai sumber utama air bersih mereka. Namun, air sumur belum sepenuhnya memenuhi. Karena ketersediaan air di sumur yang masih terbatas, sedangkan kebutuhan air bersih meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, penelitian ini betujuan untuk merencanakan jaringan pipa air bersih di Kecamatan Tegalsari. Khususnya untuk mengetahui proyeksi penduduk hingga tahun 2039, debit kebutuhan air bersih di Kecamatan Tegalsari, debit andalan yang memenuhi, dimensi pipa, dan perkiraan biaya. Data yang dibutuhkan yaitu jumlah penduduk tahun 2015 – 2024, fasilitas umum, peta topografi, debit sumber air yang tersedia, dan Harga Satuan Pokok Pekerjaan (HSPK) Kabupaten Banyuwangi tahun 2024. Perencanaan ini menggunakan metode Hazen-William. Berdasarkan hasil perencanaan, proyeksi penduduk pada tahun 2039 mencapai 69186 jiwa dengan total kebutuhan air sebesar 109,210 lt/dt, debit sumber air yang memenuhi yaitu 250 lt/dt, jenis pipa yang digunakan yaitu pipa HDPE berdiameter 1 inci ; 1¼ inci ; 1½ inci ; 2 inci ; 2½ inci ; 3 inci ; 4 inci ; 6 inci ; 8 inci ; 10 inci ; 12 inci ; dan 14 inci, dan dimensi reservoir yaitu 8 m x 6 m x 2,5 m. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan ini sebesar Rp 36.597.676.000,00.