Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Evaluasi Kapasitas Eksisting Tandon Air Bersih di Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang Harsanti, Winda; Hanggara, Ikrar; Wahiddin; Raharjo, Nain Dhaniarti; Lestari, Agustin Dita; Cahyani, Kharisma Nur
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v1i1.2023.32-42

Abstract

Desa Wringinsongo merupakan salah satu desa yang berlokasi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki sumber daya air dengan debit yang memadahi yang saat ini dimanfaatkan untuk sumber air bersih dan tenaga listrik skala mikro. Di desa ini juga sudah memiliki tandon air bersih yang berkapasitas 32 m3. Namun dengan kapasitas ini belum mampu menampung debit kebutuhan warga, sehingga kapasitas tandon harus diperbesar. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan evaluasi kapasitas eksisting volume air yang tersedia untuk memberikan rekomendasi pemenuhan kebutuhan air bersih di desa. Berdasarkan perhitungan kebutuhan air pada jam puncak, besarnya debit kebutuhan air sebesar 4,949 lt/detik. Dengan menggunakan pompa eksisiting yang dapat memompa air sebesar 3 lt/detik, maka defisit air yang terjadi selama operasional sebesar 217,3 m3. Untuk memenuhi kebutuhan air pada masa defisit air tersebut, maka dimensi tandon yang dibutuhkan sebesar 7 m ´ 7 m ´ 5 m.
SUSTAINABLE URBAN DRAINAGE DESIGN IN BOR COUNTY-SOUTH SUDAN Ngong Deng, Abraham Ayuen; Hapsari, Ratih Indri; Harsanti, Winda
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3615

Abstract

Urbanization and an increase in the population in Bor County put pressure on the environment as more land is exploited and existing urban areas are further developed and densified which already put high pressure to handle the risks of climate change. Urban drainages system should be designed to create more resilience to floods for sustainable areas, where flood management is one of the challenges that need to be tackled. This research formulation aims to answer some of the key factors regarding designing a sustainable urban drainage system as a means of reducing the risks of flooding, improving water quality, and promoting sustainable development. The type of drainage used is the open channel type and includes the non-level series with parts including the main channel, sub-channel dimensions, and infiltration wells. To be able to achieve a sustainable and resilient urban drainage system, we have to handle the volume of runoff water with rainfall data for 10 years which is important for the flooding implementation process which changes reputably each year. It is crucial to design and implement facilities and systems that are sustainable, and multifunctional for designing SUDS in Bor with hydraulic and hydrology methods. The implementation process needs to use cost estimation approaches that include flood mitigation and co-benefits, in the long-term and short-term simultaneously. From the results, the design of rain is 73.82 mm/day for 2 years return period, and 93.08 mm/day for 5 years return period. The data is then used as the basis for planning the channel dimensions with several channels of the urban drainage system. The results are in the form of a total main dimension height of 5 meters, total width of 3.52 meters, and a length of 76 meters with the security control of soil stability to carry a capacity of 5m3/s. The budget plan for total cost estimation is IDR 15.511.693.828.
OPTIMASI JARINGAN PIPA AIR BERSIH KECAMATAN NGASEM KABUPATEN BOJONEGORO Monika, Laila Candra; Harsanti, Winda; Pudjowati, Utami Retno
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3676

Abstract

Kecamatan Ngasem merupakah salah satu kecamatan yang mengalami krisis air bersih saat musim kemarau pada Kabupaten Bojonegoro. Perencanaan ini bertujuan untuk menghitung proyeksi jumlah penduduk dengan umur proyeksi 15 tahun dengan menggunakan metode aritmatik, geometrik dan eksponensial, menghitung debit kebutuhan air, merencanakan desain dan penempatan jaringan pipa transmisi dan distribusi berdasarkan analisa hidrolika, menghitung kebutuhan reservoir, rencana anggaran biaya serta harga jual air. Hasil dari perhitungan menunjukkan jumlah penduduk tahun 2037 sebanyak 69.046 jiwa, debit kebutuhan sebesar 109,076 lt/dt, digunakan pipa HDPE SDR 17 (PN10) dengan dimensi 10 inci untuk pipa transmisi dan 10 inci, 8 inci, 5 inci, 4 inci, dan 3 inci untuk pipa distribusi. Ukuran reservoir yang digunakan yaitu 7 m x 7 m x 3 m dengan total rencana anggaran biaya sebesar Rp 27.085.906.347,33 dan harga air Rp. 1.104,35/m3.
PERENCANAAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH KECAMATAN TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO Ni'mah, Khoirun; Harsanti, Winda; Efendi, Medi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3687

Abstract

Kecamatan Tambakrejo terletak di Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah penduduk sebanyak  55.512  jiwa pada tahun 2022 yang tersebar di 18 desa. Permasalahan utama di Kecamatan Tambakrejo, yaitu terjadinya krisis air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan pipa air bersih, analisis aspek hidrolis pipa, rumah pompa, reservoir, rencana anggaran biaya, hingga nilai harga jual air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode aritmatika, geometri, dan eksponen yang dihitung selama lima belas tahun ke depan untuk menentuan proyeksi jumlah penduduk dan menggunakan metode Hazzen-William untuk perhitungan analisis hidrolika. Data yang diperlukan dalam perencanaan ini antara lain adalah peta topografi, data debit sumber mata air, data jumlah penduduk dan fasilitas umum, dan harga satuan pokok kegiatan (HSPK) Kabupaten Bojonegoro tahun 2022. Hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Tambakrejo pada tahun 2037 diperoleh sebanyak 60.073 jiwa. Besarnya debit air yang diperlukan untuk 18 desa sebesar 90,664 lt/dt dengan debit andalan sebesar 92 lt/dt yang diperoleh dari sumber Ngrambah di Desa Ngrancang. Setelah melakukan perhitungan dan perencanaan, masalah krisis air bersih dapat diatasi dengan pengadaan instalasi jaringan pipa air bersih. Jaringan pipa direncanakan menggunakan pipa HDPE SDR 17 (PN 10) dengan diameter 4” – 12”. Dimensi reservoir yang diperlukan 7 m x 6 m x 2,5 m dengan total rencana anggaran biaya sebesar Rp27.122.677.089,00. Rencana nilai harga jual air sebesar Rp1.475,00 per m3 dengan hasil analisis kelayakan dikatakan layak dengan nilai BCR (Benefit Cost Ratio) 1,0012 dan nilai Net Benefit sebesar Rp337.490.446,71.
PERANCANGAN NORMALISASI SUNGAI BOGOWONTO BAGIAN HILIR KAWASAN STRATEGIS NASIONAL YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT Nisa', Ihda Zahrotin; Harifa, Ayisya Cindy; Harsanti, Winda
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3713

Abstract

Kawasan Hilir dari Sungai Bogowonto yang bersebelahan langsung dengan Yogyakarta International Airport merupakan kawasan yang rutin mengalami bencana banjir disetiap musim hujan. Hal ini dikarenakan adanya sedimentasi yang terjadi sehingga kapasitas sungai lebih kecil dan tidak mampu menampung debit banjir dan terjadi limpasan. Tujuan dari skripsi ini ialah merencanakan debit rancangan menggunakan metode HSS Nakayassu, simulasi dan analisa profil sungai menggunakan HEC-RAS serta metode dan rencana anggaran biaya normalisasi yang direncanakan. Data yang dibutuhkan yaitu data curah hujan dari stasiun terdekat lokasi studi yaitu Sta Hargorejo dan Sta Plaosan tahun 2007-2019, peta topografi dan profil Sungai Bogowonto serta Harga Satuan Pekerjaan Kota Yogyakarta tahun 2021. Hasil analisa menunjukkan bahwa analisa debit banjir rancangan yang dipakai ialah HSS Nakayassu dengan kala ulang 10 tahun sebesar 175,268 m3/s, untuk kala ulang 25 tahun sebesar 180,227 m3/s, dan kala ulang 50 tahun sebesar 191,144 m3/s. Metode normalisasi yang dilakukan ialah dengan pengerukan sedimen dengan desain penampang berbentuk trapesium dan dimensi penampang menyesuaikan berdasarkan kondisi morfologi sungai. Dari hasil perencanaan disimpulkan bahwa dimensi penampang yang direncanakan dapat menambah kapasitas sungai. Hasil rencana anggaran biaya yang direncanakan sekitar ±Rp42.577.134.289,00.
EVALUASI KINERJA SALURAN DRAINASE PERUMAHAN BUKIT HIJAU-PERMATA HIJAU, KOTA MALANG Harsanti, Winda; Lestari, Agustin Dita; Muntu, Nikita Damayanti
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/k58vr957

Abstract

Perumahan Bukit Hijau-Permata Hijau yang berada di Kota Malang merupakan kawasan pemukiman dengan luasan 6,5 ha yang dilengkapi sarana dan prasarana yang memadahi. Salah satu sarana yang dimiliki adalah saluran drainase yang bergungsi untuk mengalirkan sisa air yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Namun, pada saat musim hujan masih ditemukan adanya limpasan air dari saluran drainase ke permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting saluran dan memberikan rekomendasi perbaikan agar luapan air dari saluran tidak terjadi lagi. Dalam mengevaluasi saluran, dimensi saluran eksisting didapatkan dari pengukuran di lapangan. Penentuan debit banjir dihitung menggunakan metode rasional dengan kala ulang 5 tahun berdasarkan data hujan dari 3 stasiun terdekat dari tahun 2014-2023. Selain debit banjir, debit air limbah juga dihitung dengan mengasumsikan jumlah penduduk tiap rumah sebanyak 3-4 orang. Analisis saluran yang dilakukan dibagi per segmen, baik untuk pengukuran dimensi saluran eksisting, perhitungan debit aliran, maupun evaluasi saluran. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa debit banjir terbesar terjadi pada segmen 55-56 sebesar 0,1121 m3/dt. Sedangkan untuk debit limbah terbesar berasal dari segmen 6-5 dan 82-83, dimana masing-masing menghasilkan debit sebesar 0,000040 m3/dt. Untuk total debit banjir dan limbah komulatif terbesar terjadi pada segmen 84-85 sebagai titik akhir pembuangan sebesar 1,878 m3/dt. Dari 103 segmen saluran, hanya ada 16 segmen saluran yang tidak mengalami limpasan. Analisis redesain saluran memberikan hasil bahwa saluran terlebar memiliki lebar 1,2 m dan saluran tertinggi yaitu 0,9 m. Semua jenis aliran adalah sub kritis dengan kecepatan aliran berkisar antara 1,233 m/dt - 2,935 m/dt.
Environmental and Energy Management in Kebonsari, Malang City as an Initiative for Climate Town Program: Pengelolaan Lingkungan dan Energi di Kebonsari Kota Malang sebagai Upaya Menuju Kampung Proklim Hapsari, Ratih Indri; Sarosa, Moechammad; Rizza, Muhammad Akhlis; Perdana, Fengky Adie; Alia, Nila; Harsanti, Winda; Putri, Fidia Sabilla; Ayatullah, Mohamad Dimyati; Wibowo, Sapto
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/v25gcg97

Abstract

Kampung Proklim merupakan bagian dari program nasional untuk membentuk komunitas tangguh iklim melalui penguatan ketahanan lingkungan, energi, dan partisipasi masyarakat. RW 2 Kelurahan Kebonsari Kota Malang memiliki potensi air dan lahan pertanian yang baik, serta keterlibatan warga yang tinggi, namun masih menghadapi tantangan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan penerapan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan mencakup pendampingan masyarakat, pelatihan, serta instalasi sistem pendukung lingkungan seperti peringatan dini banjir dan pengelolaan energi terbarukan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dan perbaikan skor indikator Proklim. Program ini berdampak pada kesiapan warga dalam menghadapi perubahan iklim dan mendorong terciptanya kampung tematik yang berkelanjutan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis masyarakat dapat diterapkan di wilayah lain sebagai model kampung rendah emisi dan berdaya tahan iklim. 
Evaluasi Kapasitas Tampungan Air Bersih Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Hanggara, Ikrar; Harsanti, Winda; Wahiddin, Wahiddin; Lestari, Agustin Dita; Raharjo, Nain Dhaniarti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i1.5144

Abstract

Perkembangan Desa Wringinsongo berdampak pada bertambahnya penduduk sehingga kebutuhan air bersih juga ikut bertambah. Peningkatan kebutuhan air perlu untuk dikaji ulang dan dilakukan upaya agar kebutuhan dapat terlayani dengan maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat gambar desain usulan tampungan guna memenuhi peningkatan kebutujan air bersih. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pengukuran lapangan dengan melakukan survei dan pengambilan data di kantor desa. Hasil kegiatan ini adalah direncanakannya tampungan baru dengan kapasitas lebih besar untuk dapat melayani kebutuhan air baku masyarakat Desa Wringinsongo sebesar 3.47166 liter/detik atau setara dengan 0.00347 m3/detik. Dimensi tampungan atau reservoir yang diusulkan sebesar 96 m3 dengan rincian panjang tampunngan sebesar 4 m lebar tampungan sebesar 4 m, tinggi atau kedalaman tampungan sebesar 6 m. Bentuk tampungan berbentuk elevated reservoir dimana tampungan memiliki struktur bagian bawah untuk menaikkan elevasi agar dapat menjangkau area layanan yang lebih luas. Elevasi dasar tampungan berada di elevasi + 565.86 mdpl sedangkan untuk puncak tampungan berada pada elevasi 576.26 mdpl. Perencanaan volume tampungan direncakan dapat melayani kebutuhan air baku masyarakat Desa Wrinignsongo sampai dengan proyeksi pertumbuhan penduduk tahun 2036.