Fathur Rochim
Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Proses Legislasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara Perspektif Maslahah Mursalah Dewi Ulfa Lailatul Fitria; Fathur Rochim
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2025): Islamic Law: Jurnal Siyasah, Maret 2025
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/iljs.v10i1.1446

Abstract

This study analyzes the legislative process of the Republic of Indonesia Law Number 3 of 2022 concerning the State Capital (IKN) from the perspective of maslahah mursalah. Maslahah mursalah is a concept in Islamic law referring to public interest not explicitly mentioned in sacred texts but considered essential for societal welfare. The study evaluates whether the legislative process of the IKN Law has considered the principles of maslahah mursalah, including public participation, transparency, and social justice. The analysis reveals that although the objective of relocating the capital to alleviate Jakarta's burden and promote equitable development aligns with the concept of maslahah, the legislative process of the IKN Law was perceived as hasty and lacked optimal public participation. This raises questions about the extent to which the principles of maslahah mursalah were applied in the legislative process.
Pengembangan Model Dialog Keagamaan bagi Remaja sebagai Strategi Pencegahan Polarisasi Sosial Mastur Mastur; Fathur Rochim; Soim Soim
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 3 No. 2 (2025): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v3i2.2555

Abstract

Remaja rentan terhadap polarisasi sosial melalui media sosial, hoaks, ujaran kebencian, ruang gema, dan narasi keagamaan eksklusif. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan model dialog keagamaan bagi remaja sebagai strategi pencegahan polarisasi sosial. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui FGD, workshop, simulasi dialog, pelatihan fasilitator, peer mentoring, praktik dialog, serta monitoring-evaluasi. Kegiatan melibatkan remaja sekolah/madrasah, guru, tokoh agama, dan komunitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil menunjukkan tersedianya model dan modul dialog keagamaan, meningkatnya toleransi, empati, mendengarkan aktif, serta menurunnya prasangka antarkelompok. Remaja lebih mampu mengelola perbedaan pandangan, menolak hoaks dan ujaran kebencian, serta membangun komunikasi lintas keyakinan yang damai. Implikasinya, model ini dapat diterapkan di sekolah, madrasah, komunitas remaja, dan organisasi kepemudaan untuk memperkuat moderasi beragama dan kohesi sosial.
Pendampingan Program Adab Digital sebagai Strategi Penguatan Karakter Islami Generasi Z Sony Eko Adisaputro; Zumrotus Sa’adah; Susi Rumi Munawaroh; Fathur Rochim
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i2.2559

Abstract

Latar belakang: Generasi Z tumbuh sebagai digital native, tetapi menghadapi risiko degradasi adab digital seperti hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, dan konsumsi konten negatif. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat karakter Islami Generasi Z melalui pendampingan Program Adab Digital. Metode: Pendampingan dilaksanakan secara partisipatif melalui FGD, workshop, simulasi, kampanye digital positif, peer mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman adab digital, kemampuan menyaring informasi, etika komunikasi di media sosial, dan internalisasi nilai karakter Islami pada peserta. Implikasi: Program Adab Digital dapat menjadi model pembinaan karakter Generasi Z di madrasah/sekolah dan direkomendasikan untuk diadaptasi secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan, pelatihan fasilitator, serta evaluasi berkala.