Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SINERGISME TRADISI LISAN PARIKAN DAN INDUSTRI KREATIF FASHION DI YOGYAKARTA Isna Maylani
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 6 No 1 (2022): FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v6i1.34

Abstract

A parikan oral tradition is a form of oral tradition inherent in Javanese society, especially Yogyakarta. As part of a culture, parikan has its potential if it is used as a fashion commodity. This research talks about the synergism of the oral tradition and the creative industry elevated the parikan in fashion. The method used is a qualitative research method with a descriptive presentation, with oral data as primary data. Furthermore, it could be concluded that the use of parikan in fashion in Yogyakarta is a distinctive attraction for cultural activists and tourists. The promotion of values ​​of parikan in fashion goods is also an effective means of channeling noble values ​​and preserving culture.   Keywords: Creative Industry, Oral Tradition, Parikan
SINERGISME TRADISI LISAN PARIKAN DAN INDUSTRI KREATIF FASHION DI YOGYAKARTA Isna Maylani
FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 6 No 1 (2022): FIHROS: Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/fihros.v6i1.34

Abstract

A parikan oral tradition is a form of oral tradition inherent in Javanese society, especially Yogyakarta. As part of a culture, parikan has its potential if it is used as a fashion commodity. This research talks about the synergism of the oral tradition and the creative industry elevated the parikan in fashion. The method used is a qualitative research method with a descriptive presentation, with oral data as primary data. Furthermore, it could be concluded that the use of parikan in fashion in Yogyakarta is a distinctive attraction for cultural activists and tourists. The promotion of values ​​of parikan in fashion goods is also an effective means of channeling noble values ​​and preserving culture.   Keywords: Creative Industry, Oral Tradition, Parikan
Penanaman Nilai-nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini Farah Putri; Ratih Hidayanti; isna maylani
Liberi Vol. 1 No. 01 (2022): Jurnal Liberi: Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia Anak Usia Dini adalah saat yang paling baik bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini untuk meletakkan dasar dasar pendidikan moral dan keagamaan kepada terhadap. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian dalam artikel ini adalah berbagai cara agar dapat membimbing anak usia dini yaitu dengan diberikannya landasan pendidikan moral dan agama kepada anak pendidikan anak usia dini, maka seorang anak pendidikan anak usia dini dapat belajar membedakan perilaku yang baik dan buruk, benar dan salah, serta terbiasa menjalankan ajaran agama sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya 
Manajemen Paud Dengan Sistem Patrimonial (Studi Kasus KB Rohmatul Ummah dan RA Sullamul Huda Pati) ulfah hidayati; isna maylani; Farah Putri
Liberi Vol. 1 No. 01 (2022): Jurnal Liberi: Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Manajemen PAUD dengan Sistem Patrimonial, yang dianggap oleh masyarakat umum memiliki kelemahan, mengingat karakteristik patrimonial cenderung mengabaikan profesionalisme manajemen. Sebagai contoh, proses rekrutmen yang dilakukan tanpa standar keilmuan SDM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dua Yayasan yang dikelola dengan sistem patrimonial. Implikasi dari sistem ini adalah masyarakat perlu diberdayakan, pada kebebasan merencanakan, membiayai, dan mengelola apa yang diperlukan secara spesifik. Tidak hanya titik tumbuh pendidikan berada pada masyarakat, tetapi juga keberhasilan pendidikan nasional.
Implementasi Metode Gerak dan Lagu dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di TK Pertiwi Desa Gebang isna maylani; Farah Putri; naufal mafazi
Liberi Vol. 1 No. 01 (2022): Jurnal Liberi: Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi anak usia dini dalam belajar bahasa Inggris sangat baik bagi negara dalam membentuk generasi yang gemilang. Dalam hal ini, kecerdasan berbahasa menjadi salah satu parameter perkembangan yang penting dimiliki oleh anak usia dini. Namun, permasalahan muncul dalam pengajaran bahasa Inggris pada usia dini, terutama dalam pemilihan metode dan materi. Penelitian ini menyorot bagaimana pengembangan bahasa Inggris di TK Pertiwi, Gebang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil pembelajaran bahasa Inggris menggunakan metode gerak dan lagu dapat dilihat antusias dan penguasaan bahasa Inggris yang baik. Selain berfokus pada proses pembelajaran di kelas, ditemukan bahwa pendampingan guru dalam menentukan metode dan media belajar sangat dibutuhkan
Analisis kemampuan kognitif pada Anak usia 4-5 tahun melalui media tutup botol di desa pendurenan bekasi Timur NENENG SRI HARYANTI; Farah Rizkita Putri; Isna Maylani
Liberi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Liberi
Publisher : STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63915/29gtcf59

Abstract

Perkembangan kognitif adalah satu dari enam aspek utama yang sangat mempengaruhi aspek lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif pada anak usia 4 – 5 tahun melalui media tutup botol di desa pendurenan bekasi timut. Jenis penelitian ini adalah naturalistik, karena fenomeno-fenomena yang di kaji memperlihatkan maknanya secara penuh dalam konteks yang alamiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Di desa penduren orang tua belum mengenal media yang dapat meningkatkan kognitif anak usia 4- 5 tahun. Padahal bahan – bahan yang sederhana untuk pengenalan angka atau meningkatkan kognitif anak usia 4 -5 tahun ada di samping mereka semua contohnya adalah implementasi alat permainan edukatif tutup botol pintar.2)Ada 6 anak yang belum dapat mengenal angka dan symbol angka, belum dapat mengurutkan angka 1 -20. 3). Setelah 1 minggu bermain dengan media tutup botol bersama anak –anak usia 4 -5 tahun di daerah rumah saya yang bertepatan di Desa Pendurenan Bekasi Timur, anak-anak di hari ketiga sudah dapat membedakan angka 6 dan angka 9 dengan baik dan benar. Di hari ke depelapan anak-anak sudah dapat mengenal dan mengurtkan angka 6 – 10 dengan baik.
Relevansi Tradisi Manten Mubeng Gapura Masyarakat Desa Loram Kulon, Kabupaten Kudus di Era Society 5.0 Retno Tyas Hapsari; Isna Maylani; Lintang Nurlissya Putri
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 7 No. 01 (2026): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v7i01.14211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Tradisi Manten Mubeng Gapura di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus pada era Society 5.0 dengan menggunakan pendekatan teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Tradisi ini merupakan warisan budaya yang diinisiasi oleh Sultan Hadirin pada abad ke-15 Masehi sebagai media dakwah Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam, menyeluruh, dan kontekstual terhadap fenomena sosial di masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan juru pelihara masjid, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Manten Mubeng Gapura masih memiliki fungsi sosial, budaya, dan religius yang relevan di tengah masyarakat modern. Keberlanjutan tradisi ini didukung oleh kelompok masyarakat, khususnya generasi lanjut usia, yang mempertahankan nilai-nilai tradisional sebagai bagian dari identitas budaya. Selain itu, keterbatasan dalam mengadopsi teknologi modern turut memperkuat eksistensi tradisi ini. Di sisi lain, perkembangan teknologi justru memberikan kontribusi positif melalui publikasi digital yang memperluas jangkauan informasi tentang tradisi tersebut. Dengan demikian, Tradisi Manten Mubeng Gapura tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi dan semakin dikenal luas di era Society 5.0. Kata Kunci: Tradisi; Manten; Mubeng Gapura; Era 5.0