Ima Nurmalia Permatasari
Prodi Oseanografi, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tinjauan Potensi Energi Panas Laut (OTEC) di Perairan Indonesia Berdasarkan Analisis Termodinamika Laut Ima Nurmalia Permatasari; Vani Apriani
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 9 No 1 (2026): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2026
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v9i1.5242

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan potensi energi panas laut Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) di perairan Indonesia berdasarkan analisis termodinamika laut menggunakan studi komparatif terhadap tiga jurnal primer. Latar belakang kajian ini berfokus pada pemanfaatan gradien suhu antara lapisan permukaan dan kedalaman laut sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan di wilayah tropis. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi wilayah dengan nilai perbedaan suhu lebih dari 20 oC yang memenuhi syarat operasi sistem OTEC serta mengevaluasi efisiensi termal yang dapat dicapai berdasarkan konfigurasi sistem yang dikaji. Metode yang digunakan meliputi telaah literatur terhadap data suhu permukaan dan kedalaman laut, analisis siklus termodinamika sederhana seperti Rankine dan Carnot, serta perbandingan hasil efisiensi dan kelayakan penerapan pada tiap wilayah studinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perairan Indonesia bagian timur, khususnya Nusa Tenggara Timur dan Selat Makassar, memiliki perbedaan suhu berkisar 20–24 oC yang ideal untuk pengoperasian OTEC dengan potensi energi yang signifikan. Efisiensi termal sistem OTEC pada wilayah tersebut dapat mencapai lebih dari 3%, dengan potensi peningkatan melalui optimalisasi desain penukar panas dan pemilihan fluida kerja. Secara keseluruhan, Indonesia memiliki peluang besar untuk pengembangan energi panas laut sebagai sumber energi alternatif, terutama di wilayah dengan perairan dalam dekat pantai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pengembangan teknologi OTEC di Indonesia.OTEC