Tuti Alawiyah
STAIN Mandailing Natal

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cegah Pernikahan Dini untuk Cita-cita Masa Depan Siswa-siswi SMPN 3 Lembah Melintang Siti Hawa Lubis; Siti Maisyaroh Nasution; Tuti Alawiyah; Nabilah Ayu; Nur Azizah; Niranda Alfani; Dian Azhari Nasution; Luhud Nasution; Hidayatul Abror; Rica Umrina Lubis
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi November
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk menambah wawasan masyarakat Koto Rajo tentang bahaya dari pernikahan yang dilakukan di usia dini. Pengabdian ini dilakukan dalam bntuk seminar menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) dengan langkah pertama penjelasan materi mengenai pengenalan  hak anak, konsekuensi pernikahan dini, pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, hukum dan kebijakan pernikahan. Pelatihan ini dilakukan sehari pada tanggal 1 Agustus 2024  di SMPN 3 Lembah Melintang yang dhadiri oleh 60 siswa se Jorong Koto Sawah Tengah, Nagarai Koto Sawah. Pemateri dalam seminar ini adalah Siti Hawa Lubis. Materi yang disampaikan hanya poin-poin pentingnya saja agar lebih mudah memahami tentang pernikahan dini. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa siswi SMPN 3 Lembah Melintang mengenai bahaya pernikaan dini.
Edukasi Moderasi Beragama dalam Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Desa Padang Laru Kecamatan Panyabungan Timur Titi Martini Harahap; Riski Saskia Ray; Nur Fadilah; Abdullah Saddam Siregar; Wahidah Rangkuti; Tuti Alawiyah; Ahmad Rosadi; Ikman Baktarudin; Fatimah Hannum; Sakinah Nasution
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): Edisi September
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjalani kehidupan bermasyarakat tentu akan bergaul dengan orang yang berbeda. Mulai dari sifat, cara pandang, suku, ras dan lain sebagainya. Setiap orang yang berbeda dalam beberapa hal, tidak akan serupa cara mengahadapinya. Sebagai manusia yang ditanamkan Allah SWT fitrah dalam diri setiap individu, sudah mempunyai rasa agar dapat saling menjaga antar umat atau sesama manusia. Hal ini juga sesuai dengan khutbah Nabi Muhammad yang terakhir, bahwa tidak ada yang membedakan manusia di atas dirinya yang merasa lebih hebat dari orang di sekitarnya. Yaitu menjaga persaudaraan umat dengan sebaik-baiknya. Untuk menghadapi dan beradaptasi dengan orang yang berbeda sifat, pendapat dan cara pandang, mesti dapat memahami situasi dan keadaan mereka. Agama islam mengatur segala sesuatu sekecil apapun dalam kehidupan ini, termasuk menghargai pendapat orang lain agar tidak terjadi kericuhan, juga menjaga para umat dari kemampuan dirinya dalam melakukan kebaikan, Allah SWT memberi jalan kemudahan pada setiap kebaikan yang dilakukan hambanya. Untuk itu moderasi beragama akan membantu manusia dalam menjalani kehidupan ini, khususnya bergaul dalam masyarakat agar tetap terjalin hubungan yang baik dan harmonis.