Mukhzamilah Mukhzamilah
Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Pembelajaran Bahasa: Studi Komparatif Literasi Digital Dan Kemampuan Menulis Laporan Praktikum Antara Siswa Wilayah Urban Dan Rural Mukhzamilah Mukhzamilah
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 1 (2025): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i1.579

Abstract

Di era transformasi digital saat ini, keterampilan literasi informasi dan ekspresi tulis ilmiah menjadi kompetensi krusial bagi siswa; di mana integrasi teknologi dalam pengajaran bahasa dipandang sebagai strategi kreatif dan efektif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan akses teknologi yang memengaruhi kualitas karya ilmiah siswa. Selama ini, penelitian lebih banyak berfokus pada literasi baca-tulis umum, namun evaluasi ini secara khusus membedah dampak literasi digital terhadap kemampuan menulis laporan praktikum serta pengaruhnya pada pengembangan aspek kognitif dan psikomotorik siswa dalam mengolah data menjadi narasi ilmiah. Tujuan utama penelitian adalah mengevaluasi perbedaan kualitas bahasa ilmiah dan penguasaan digital antara siswa di wilayah urban dan rural. Metode yang digunakan adalah studi komparatif dengan desain survei melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis laporan dan kuesioner literasi digital, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak positif signifikan dari frekuensi akses digital terhadap struktur logika dan kedalaman analisis laporan pada siswa urban, sementara variabel ketersediaan perangkat menjadi faktor penghambat utama di wilayah rural. Menariknya, ditemukan bahwa motivasi belajar tidak terlalu dipengaruhi oleh latar belakang geografis, melainkan oleh kualitas pendampingan guru. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pemerataan distribusi media literasi sangat diperlukan guna menjamin standar kualitas bahasa ilmiah siswa yang inklusif. Implikasinya, kebijakan pendidikan harus memprioritaskan infrastruktur digital di pedesaan untuk meminimalisir ketimpangan kompetensi lulusan.
Evaluasi Pembelajaran Bahasa: Analisis Keterbacaan Teks dan Penguasaan Kosakata Ilmiah dalam Buku Teks Biologi Sekolah Menengah Atas Mukhzamilah Mukhzamilah
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 4 No. 1 (2023): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v4i1.992

Abstract

Buku teks biologi sering mengabaikan aspek keterbacaan, sehingga mengakibatkan pemahaman siswa terhadap konsep ilmiah yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterbacaan teks dan penguasaan kosakata ilmiah dalam buku teks biologi untuk siswa kelas sebelas SMA menggunakan pendekatan evaluasi pembelajaran bahasa. Metode penelitian menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan analisis isi dari tiga buku teks biologi yang banyak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan antara kompleksitas kosakata ilmiah dan kemampuan bahasa reseptif siswa, di mana indeks keterbacaan berada di atas tingkat kognitif target rata-rata. Kesimpulannya, efektivitas pembelajaran biologi sangat bergantung pada penyederhanaan bahasa tanpa mengurangi makna ilmiah, sehingga revisi buku teks perlu mempertimbangkan parameter linguistik.
Implementasi Evaluasi Pembelajaran Bahasa dalam Literasi Digital: Analisis Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri Tokoh Utama pada Novel Trauma Karya Boy Candra (Perspektif Abraham Maslow) Mukhzamilah Mukhzamilah
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 4 No. 2 (2023): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v4i2.1186

Abstract

Trauma masa lalu sering kali menjadi penghambat signifikan bagi individu dalam mencapai kematangan ekspresi bahasa, baik secara lisan maupun melalui media digital. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana pembelajaran bahasa dan literasi digital berperan dalam upaya pemenuhan kebutuhan harga diri (esteem needs) pada tokoh utama dalam novel Trauma karya Boy Candra. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka psikologi humanistik Abraham Maslow, penelitian ini membedah narasi dan perilaku digital tokoh sebagai representasi dari pencarian validasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi terhadap kemampuan berbahasa tokoh utama mengungkapkan adanya kontradiksi; literasi digital yang tinggi digunakan sebagai mekanisme kompensasi untuk membangun citra diri yang ideal di dunia maya, namun struktur logika bahasanya tetap menunjukkan fragmentasi akibat kebutuhan rasa aman yang belum tuntas di dunia nyata. Hal ini membuktikan bahwa penguasaan teknologi literasi tidak serta-merta mencerminkan kematangan psikologis jika kebutuhan dasar pada hirarki Maslow terabaikan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran bahasa dalam konteks literasi digital harus melampaui aspek teknis dan mulai menyentuh dimensi psikologis, di mana kemahiran berbahasa seharusnya menjadi sarana aktualisasi diri yang sehat, bukan sekadar pelarian dari trauma. Dengan demikian, integrasi aspek kesehatan mental dalam literasi menjadi krusial untuk menjamin kualitas luaran bahasa yang autentik dan stabil secara emosional.
Evaluasi Pembelajaran Bahasa: Pengembangan Tes Diagnostik Kosakata Khusus Bahasa Indonesia untuk Mendeteksi Hambatan Pembelajaran Mukhzamilah Mukhzamilah
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 5 No. 1 (2024): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v5i1.1187

Abstract

Identifikasi dini hambatan belajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dicapai melalui evaluasi mendalam terhadap penguasaan terminologi dasar siswa. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi validitas dan reliabilitas instrumen tes diagnostik yang berfokus pada kosakata khusus Bahasa Indonesia. Dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D), studi ini melibatkan proses validasi oleh ahli bahasa dan praktisi pendidikan bahasa Indonesia untuk memastikan keakuratan instrumen. Hasil menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan mampu memetakan tingkat kesulitan siswa secara akurat berdasarkan kategori kosakata nominal dan fungsional, khususnya dalam materi linguistik yang kompleks. Temuan ini menegaskan bahwa tes diagnostik kosakata merupakan alat evaluasi awal yang penting bagi pendidik untuk menentukan strategi intervensi yang tepat sebelum pembelajaran inti dimulai. Akibatnya, implementasi tes ini diharapkan dapat meminimalkan kesenjangan dalam pemahaman linguistik dan mengoptimalkan hasil belajar siswa secara keseluruhan.
Evaluasi Pembelajaran Bahasa Dalam Penyelesaian Soal Cerita Matematika: Studi Kasus Penguasaan Kosakata Akademik Siswa SMP Mukhzamilah Mukhzamilah
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 5 No. 2 (2024): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v5i2.1188

Abstract

Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika sering kali berakar pada kegagalan linguistik dibandingkan kegagalan numerik, di mana kendala bahasa menjadi penghambat utama dalam memahami instruksi logika. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pembelajaran bahasa melalui identifikasi hambatan penguasaan kosakata akademik siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, khususnya pada materi aljabar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik tes diagnostik dan wawancara klinis terhadap 30 siswa SMP untuk membedah proses dekonstruksi bahasa pada soal. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang signifikan bahwa 65% kegagalan siswa disebabkan oleh ketidaktahuan arti kata kunci fungsional dalam instruksi matematika, bukan karena ketidakmampuan menghitung. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan kosakata akademik merupakan fondasi krusial dalam literasi numerasi. Implikasinya, diperlukan integrasi strategi literasi bahasa yang eksplisit dalam pembelajaran matematika untuk meminimalisir misinterpretasi soal dan meningkatkan performa akademik siswa. Temuan ini merekomendasikan adanya kolaborasi lintas disiplin antara pengajaran bahasa dan matematika guna menciptakan jembatan pemahaman yang lebih efektif bagi siswa di tingkat sekolah menengah.