Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektivitas Terapi Insulin Terhadap Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di RS Sebening Kasih Pati Alifah Nurul Safitri; Ratna Ratna; Rizal Fajri; Sony Factarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1530

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila kadar gula darah tidak terkontrol. Terapi insulin menjadi salah satu upaya untuk membantu menurunkan dan mengendalikan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi insulin terhadap kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus di RS Sebening Kasih Pati. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 pasien diabetes melitus yang mendapatkan terapi insulin dan dipilih menggunakan total sampling. Kadar gula darah diukur sebelum dan dua jam sesudah pemberian insulin menggunakan glukometer sesuai SOP rumah sakit. Data dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Rata-rata kadar gula darah menurun dari 278,17 mg/dL sebelum terapi menjadi 206,03 mg/dL sesudah terapi, dengan penurunan sebesar 72,14 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan p<0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan. Simpulan: Terapi insulin berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RS Sebening Kasih Pati.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Altius Bekasi Ni Made Dwi Astiti Asih; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1545

Abstract

Latar Belakang: Dalam pelayanan modern pasien tidak hanya menilai hasil pengobatan, tetapi juga proses pelayanan yang diterima. Salah satu aspek yang sangat diperhatikan oleh pasien adalah waktu tunggu pelayanan, terutama pada unit rawat jalan atau poliklinik. Waktu tunggu yang lama seringkali menjadi keluhan utama pasien karena dianggap sebagai bentuk ketidakefisienan sistem pelayanan Kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tungu pelayanan degan tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan rumah sakit altius bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Simple Randoml Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 58 responden. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai p(0,000)<α(0,005) dimana nilai p-value lebih kecil dari nilai alpha dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan waktu tunggu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan rumah sakit altius bekasi.
Hubungan Self-Efficacy Dengan Caring Behavior Perawat RS Bhayangkara Palangka Raya M. Ricky Ananda; Ratna Ratna; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1547

Abstract

Self-efficacy merupakan keyakinan perawat terhadap kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas keperawatan, sedangkan caring behavior adalah perilaku perawat yang menunjukkan perhatian, empati, dan kepedulian kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan caring behavior perawat di RS Bhayangkara Palangka Raya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner self-efficacy dan kuesioner caring behavior. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-efficacy tinggi sebanyak 26 responden (65,0%) dan caring behavior baik sebanyak 29 responden (72,5%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan caring behavior perawat di RS Bhayangkara Palangka Raya.Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi self-efficacy perawat maka semakin baik pula caring behavior yang diberikan kepada pasien.
Hubungan Kepatuhan Persiapan Pasien Dengan Keberhasilan Kolonoskopi Di Rumah Sakit Altius Harapan Indah Bekasi Putri Nurlitasari; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1551

Abstract

Latar Belakang: Kolonoskopi merupakan prosedur diagnostik yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi kolon dan rektum. Keberhasilan tindakan kolonoskopi sangat dipengaruhi oleh kualitas persiapan usus sebelum pemeriksaan. Persiapan yang tidak adekuat dapat menyebabkan visualisasi mukosa kolon menjadi kurang optimal sehingga meningkatkan risiko kegagalan pemeriksaan, memperpanjang waktu tindakan, serta mengharuskan pengulangan prosedur. Kepatuhan pasien dalam mengikuti instruksi persiapan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan kolonoskopi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan persiapan pasien dengan keberhasilan kolonoskopi di Rumah Sakit Altius Harapan Indah Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling. Data kepatuhan persiapan pasien diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data keberhasilan kolonoskopi diperoleh dari lembar observasi atau rekam medis. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 pasien. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai koefisien korelasi r = 0,838, yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif, serta nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan persiapan pasien dengan keberhasilan kolonoskopi di Rumah Sakit Altius Harapan Indah Bekasi.
Hubungan Pemberian Informasi Layanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya Regina Maghfirati; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1553

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pasien adalah pemberian informasi layanan yang jelas, lengkap, tepat waktu, dan mudah dipahami oleh pasien. Pemberian informasi yang baik dapat meningkatkan pemahaman pasien terhadap pelayanan yang diterima, menumbuhkan kepercayaan, serta meningkatkan kepuasan pasien selama menjalani perawatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemberian informasi layanan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Dhira Brata Husada Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya pada tanggal 10 Mei sampai 15 Juni 2026. Sampel penelitian berjumlah 64 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pemberian informasi layanan sebanyak 11 pernyataan dan kuesioner kepuasan pasien sebanyak 25 pernyataan dengan skala Likert. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian informasi layanan berada pada kategori sangat baik. Sebanyak 91,0% responden menyatakan sangat setuju terhadap kejelasan informasi, 92,0% terhadap kelengkapan informasi, 88,9% terhadap ketepatan waktu informasi, dan 86,7% terhadap cara penyampaian informasi. Tingkat kepuasan pasien juga berada pada kategori sangat baik berdasarkan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,657 dengan p-value < 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara pemberian informasi layanan dengan kepuasan pasien rawat inap. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian informasi layanan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Semakin baik pemberian informasi layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima.
Hubungan Persepsi Perawat Dengan Implementasi Budaya Keselamatan Pasien Di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya Dati Novrila; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1556

Abstract

Latar belakang: Budaya keselamatan pasien merupakan bagian penting dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Persepsi perawat terhadap keselamatan pasien berperan dalam membentuk sikap dan perilaku kerja yang mendukung implementasi budaya keselamatan pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan persepsi perawat dengan implementasi budaya keselamatan pasien di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya sebanyak 86 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner persepsi perawat dan budaya keselamatan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (62,8%), berusia 20-35 tahun (96,5%), masa kerja 6-10 tahun (60,5%), dan berpendidikan Ners (65,1%). Persepsi perawat tentang budaya keselamatan pasien sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 69 responden (80,2%). Budaya keselamatan pasien juga sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 69 responden (80,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi perawat dengan implementasi budaya keselamatan pasien di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya.
Hubungan Olahraga Rutin Terhadap Kesehatan Jantung Dan Pembuluh Darah Pada Pasien Di Poliklinik Altius Hospitals: The Relationship Between Regular Exercise and Cardiovascular Health in Patients at the Altius Hospitals Outpatient Clinic Diah Allawiyah; Ratna Ratna; Rizal Fajri; Sony Fachtarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1607

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian, sementara rendahnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan olahraga rutin dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah sebagai dasar upaya pencegahan penyakit kardiovaskular. Tujuan: Mengetahui hubungan olahraga rutin terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah pada pasien di Poliklinik Altius Hospitals. Metode: Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan uji analisis data menggunakan Spearman Rank (rho). Sampel berjumlah 80 pasien Poli Jantung yang dipilih menggunakan teknik Total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (70%), berusia dewasa 18-59 tahun (85%), dan bekerja sebagai karyawan swasta (51,25%). Sebagian besar responden melakukan olahraga lari (42,5%) dan memiliki kebiasaan olahraga yang tidak rutin (56,25%). Dari 80 responden 47 (58,8%) mengalami gangguan Kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan kategori sedang, hasil analisis dengan spearman Rank diketahui nilai (p=0,012; r=0,279). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara olahraga rutin dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah pada pasien Poli Jantung di Poliklinik Altius Hospitals