Tri Wardhani
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Widyagama Malang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

WIRAUSAHA STEICO (STEAMED WHITE CORN): INOVASI BLEDHUS BERBASIS JAGUNG PUTIH Rina Mei Fatul Jannah; Tri Wardhani; Vivie Maretha; Muhammad Sholehuddin
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.537 KB)

Abstract

Bledhus merupakan salah satu jajanan tradisional yang telah dilupakan oleh kalangan muda. Adapun keinovasian bledhus dalam pengabdian ini adalah berkaitan dengan bahan utama, topping, dan penyajiannya. Inovasi bahan utama bledeus yaitu dengan memanfatkan jagung putih. Pemanfatan jagung putih sebagai bahan utama dimaksudkan selain memberi inovasi juga untuk mempopulerkan jagung putih kepada masyarakat umum. Jagung putih tidak banyak digemari oleh masyarakat umum karena rasanya yang tawar atau tidak manis. Topping divariasi sesuai dengan selera generasi muda yaitu yaitu keju, coklat, abon ayam, abon sapi, chili dan rasa original (kelapa parut). Adapun Bledhus yang diinovasi ini dinamakan Steico (Steamed White Corn). Selain sebagai bentuk inovasi Bledhs, Steico ini sekaligusbertujuan untuk mempertahankan plasma nutfat jagung putih. Adapun tujuan wirausaha Steico adalah sebagai berikut: a)Melestarikan budaya kuliner Jawa yang hampir terkikis oleh arus global makanan modern, b) Membantu meningkatkan jenis jajanan yang sehat, c) Memasyarakatkan jagung putih supaya tidak punah, d) Memanfaatkan peluang pasar dan e) Menumbuhkan kreativitas dan jiwa wirausaha mahasiswa. Berdasarkan hasil penelotian, menunjukkan bahwa Steico memiliki peluang usaha yang cerah dengan B/C sebesar1,5. BEP Steico akan tercapai dalam waktu berkisar 3-4 bulan.
EVALUASI TIGA GENOTIPE CABAI RAWIT DI DESA TAWANGARGO, KABUPATEN MALANG Tri Wardhani; Andra Guitaryano; Suslam Pratamaningtyas; Yuni Agung Nugroho
Agrika Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i2.4252

Abstract

ABSTRAKCabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura penting. Produktivitas cabai rawit terus meningkat, tetapi masih di bawah potensi hasilnya. Alternatif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas cabai rawit adalah dengan perakitan varietas unggul. Varietas unggul dapat dirakit apabila tersedia plasma nutfah atau sumberdaya genetik yang mempunyai karakter unggul dan sesuai dengan sifat  yang diiinginkan. Untuk mendapatkan genotipe unggul perlu dilakukan evaluasi penampilan tanaman dari beberapa genotipe yang telah dikumpulkan. Karakter-karakter genotipe tanaman yang akan dievaluasi setidaknya memiliki 1 keunggulan dibandingkan varietas hibrida yang sudah ada. Pada cabai rawit karakter genotipe yang diamati di antaranya adalah tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe cabai yang memiliki stabilitas dan adaptasi spesifik wilayah terhadap hasil dan komponen hasilnya. Penelitian dilaksanakan di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang pada 3 genotipe cabai rawit. Data dianalisa dengan uji normalitas untuk mengetahui apakah data variabel berdistribusi normal atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan. Pada 3 genotipe yang diamati, data tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, saat berbunga, saat panen, jumlah buah, bobot/buah dan bobot buah/tanaman semuanya terdistribusi secara normal dan tidak terdapat data pencilan. Tiga genotipe cabai rawit memiliki morfologi yang seragam pada karakter posisi  bunga dan bentuk buah, bentuk pangkal buah, dan warna buah saat matang. Genotipe A04 memiliki umur berbunga dan umur panen yang paling cepat selain itu A04 memiliki keunikan pada warna buah muda yang berwarna ungu. Genotipe A04 memiliki bobot/buah tertinggi dibandingkan 2 genotipe lainnya. ABSTRACTCayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is an important horticultural crop. Its productivity continues to increase, but the yield still below than the potential. An alternative to increase the productivity and quality of cayenne pepper is to produce high-yielding varieties. Superior varieties can be assembled if germplasm or genetic resources are available that have superior characters and are in accordance with the desired traits. To obtain superior genotypes, it is necessary to evaluate the appearance of the plants from several genotypes that have been collected. The plant genotype characters to be evaluated have at least 1 advantage over existing hybrid varieties. In cayenne pepper, the genotypic characters observed included plant height, stem diameter, crown width, flowering age, harvesting age, number of fruits per plant, weight per fruit, fruit weight per plant. This study aims to determine chili genotypes that have region-specific stability and adaptation to yield and yield components. The research was conducted in Tawangargo Village, Karangploso District, Malang Regency on 3 genotypes of cayenne pepper. Data were analyzed by normality test to find out whether the variable data is normally distributed or not. The results showed that For the 3 genotypes observed, data on plant height, stem diameter, crown width, time of flowering, time of harvest, number of fruit, fruit/fruit weight and fruit/plant weight were all normally distributed and there were no outlier data. The three cayenne pepper genotypes had uniform morphology in terms of flower position and fruit shape, fruit base shape, and fruit color when ripe.Genotype A04 has the fastest flowering and harvesting ages besides A04 is unique in its young fruit color which is purple. Genotype A04 had the highest weight/fruit compared to the other 2 genotypes.