Darwin Karyadi
Balai Penelitian Gizi Unit Semboja, Depkes RI, Bogor

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENCEGAHAN PENYAKIT KEKURANGAN VITAMIN A DENGAN PEMBERIAN "ORAL MASSIVE DOSE VITAMIN A EMULSION", DUA KALI SETAHUN Darwin Karyadi; Ignatius Djokosusanto; S. Hasnah Soetedjo; Jajah K. Husaini; Samsudin Samsudin; Supardi Supardi; Rachmad Rachmad
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2016.

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap pemberian 200.000 Kesatuan Internasional (KI) vitamin A dicampur dengan 40 KI vitamin E dalam emulsi melalui mulut (oral) dua kali setahun kepada anak-anak pra sekolah, dengan tujuan mencegah xerophthalmia.Hasil penelitian terhadap anak-anak yang diikuti selama satu tahun, menunjukkan penyembuhan dan pengaruh pencegahan. Tanda dan gejala xerophthalmia pada mata menyembuh dan kadar serum vitamin A meninggi. Dosis yang lebih tinggi disarankan untuk dapat memenuhi kebutuhan tambahan pada xerophthalmia yang juga menderita tuberkulosa.
PENILAIAN PENGARUH PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEADAAN GIZI DAN BEBERAPA ASPEK KEADAAN MENTAL ANAK-ANAK PRASEKOLAH DI DESA PINGGIR KOTA BOGOR, INDONESIA Dradjat D. Prawiranegara; S. Hasnah Soetedjo; Jahja K. Husaini; Djokosusanto Djokosusanto; Husaini Husaini; Darwin Karyadi; S. Soewondo
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2017.

Abstract

Di Cilibende, desa pinggir Kota Bogor, telah dilakukan penilaian terhadap kelompok eksperimen yang terdiri dari 30 orang anak pra sekolah berumur diantara 1-6 tahun, sebagai peserta Taman Gizi untuk waktu 6 bulan yang dibandingkan dengan kelompok kontrol bukan peserta Taman Gizi. Dasar pemikirannya adalah mendidik para ibu dalam gizi praktis dan sanitasi. Secara aktif mereka diikutsertakan di dalam penyelenggaraan makanan tambahan yang dicampur dengan campuran tempe-ikan-beras.Setelah dievaluasi dalam jangka waktu 6 bulan dan satu tahun, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan-perbedaan yang bermakna secara statistik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Alasan-alasan kegagalan adalah faktor beberapa penyakit infeksi yang saling bertalian, konsumsi makanan yang buruk yang kemudian saling mempengaruhi (kalori dan protein), dan faktor psikologi. Penelitian selanjutnya ditekankan kepada pentingnya faktor-faktor lingkungan terhadap anak.Supaya inteligensia berkembang dan bekerja pada tingkat yang optimal, tindakan perbaikan dan pencegahan seharusnya dimulai pada waktu perkembangan yang sedini mungkin.
AFLATOXIN DALAM KACANG TANAH, MINYAK, BUNGKIL DAN ONCOM Djiteng Roedjito; Muhilal Muhilal; Harlinah S.P. Wirohusodo; Darwin Karyadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2022.

Abstract

Kandungan aflatoxin kacang tanah, minyak, bungkil, oncom diteliti dari bahan-bahan contoh yang diambil dari beberapa pabrik minyak kacang, pembuat oncom dan pedagang oncom di pasar dalam kotamadya Bandung.Sebagian kecil bungkil dari pabrik minyak kacang langsung diolah menjadi oncom. Sebagian besar melalui penyimpanan dulu. Suhu dan lembab nisbi ditempatkan penyimpanan memungkinkan pertumbuhan cendawan penghasil aflatoxin subur. Pengolahan bungkil kacang menjadi oncom dapat mengurangi kandungan aflatoxin.
ANEMI GIZI DAN KEKUATAN JASMANI PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN Darwin Karyadi; Ignatius Tarwotjo; Samir Basta; Soekirman Soekirman; Husaini Husaini; Muhammad Enoch; S. Margono; A. Halim
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1922.

Abstract

Pada tahun 1972 dilakukan penelitian gizi dan kesehatan terhadap 571 pekerja pada tiga proyek pembangunan di Jawa. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui apakah tingkat gizi dan kesehatan yang rendah, pengaruhnya nyata terhadap kekuatan jasmani para pekerja. Selanjutnya cara mana yang sebaiknya diambil untuk meningkatkan itu.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya banyak penyakit infeksi di kalangan pekerja tersebut. Makanan sehari-hari mereka kekurangan berbagai zat gizi, dan tercermin dalam beberapa gejala defisiensi. Prevalensi anemi kurang zat besi dan infestasi cacing tambang amat mencolok. Kekuatan jasmani yang diukur dengan Harvard Step Test pekerja yang anemi ternyata lebih rendah daripada yang tidak anemi.Sebagai tindakan lanjut, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian zat besi terhadap peningkatan kekuatan jasmani dan kemampuan kerja para pekerja pembangunan tersebut.
PENELITIAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DI DALAM USAHA PERBAIKAN GIZI ANAK PRA-SEKOLAH YANG DISELENGGARAKAN DI TAMAN GIZI DESA CIJENGKOL KABUPATEN SUKABUMI Ig. Djokosusanto; Samsudin Samsudin; Asmuni Asmuni; Jajah K. Husaini; S. Hasnah Soetedjo; Supardi Supardi; Darwin Karyadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1927.

Abstract

Telah diteliti pengaruh pemberian makanan tambahan di Taman Gizi di desa Cijengkol, kabupaten Sukabumi terhadap 26 anak pra-sekolah yang berasal dari keluarga-keluarga golongan sosial-ekonomi rendah.Keadaan gizi anak-anak eksperimen dibandingkan dengan anak-anak kontrol menunjukkan perbaikan yaitu dengan menurunnya jumlah penderita kurang protein-kalori pada akhir program.Dinilai dari segi antropometri gizi ternyata pengaruh makanan tambahan selama tiga bulan tidak memberikan hasil yang nyata. Ada beberapa faktor yang diduga telah menyebabkan keadaan tersebut, yaitu jangka waktu pemberian makanan tambahan terlalu singkat, kurangnya nafsu makan pada anak-anak tersebut, serta adanya penyakit infeksi kronik tuberkulosis. Penyakit saluran pernafasan, baik yang akut maupun yang menahun (tuberkulosis) diduga merupakan sebab penting sebagai penghambat perbaikan gizi anak-anak tersebut.Usaha penyuluhan gizi praktis hanya sampai pada tingkat tambahan pengetahuan. Ibu-ibu yang dididik/diberi penyuluhan belum dapat merubah sikap dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya itu di rumah mereka masing-masing. Keadaan sosial-ekonomi yang rendah serta terbatasnya sumber-sumber yang ada di keluarga merupakan faktor-faktor yang sangat erat hubungannya dengan tidak mampunya ibu-ibu tersebut di dalam menyediakan makanan yang baik bagi anggota-anggota keluarga.