Moecherdiyatiningsih Moecherdiyatiningsih
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI FAKTOR TERHADAP TIMBULNYA CEMARAN AFLATOKSIN JAGUNG DI TINGKAT RUMAH TANGGA DAN TINGKAT PEMASARAN Moecherdiyatiningsih Moecherdiyatiningsih; Sukati Saidin; Muhilal Muhilal
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2255.

Abstract

Telah diteliti cemaran aflatoksin jagung konsumsi di daerah Wonosobo yang merupakan daerah dataran tinggi dan di daerah Grobongan yang merupakan daerah dataran rendah. Sampel jagung diambil di tingkat rumah tangga dan pemasaran setempat, dalam bentuk pipilan dan jonggolan yang mengalami masa penyimpanan 0-1, 3-4, 6-8 dan 10-12 bulan. Analisis aflatoksin dilakukan dengan metoda BF-AOAC. Hasil survei cemaran aflatoksin ini menunjukkan bahwa letak geografis (dataran rendah), bentuk penyimpanan (pipilan) serta lama penyimpanan berpengaruh pada tingginya cemaran aflatoksin jagung. Cemaran aflatoksin jagung yang disimpan di rumah tangga sampai 1 tahun di daerah Wonosobo dan 8 bulan di daerah Grobogan masih di bawah 30 ppb-suatu kadar yang dianggap dapat membahayakan kesehatan. Rendahnya cemaran aflatoksin ini karena masyarakat mempunyai cara tradisional menyimpan jagung pada para-para di atas tungku yang mengurangi peluang tumbuhnya jamur Aspergillus flavus yang memproduksi aflatoksin. Jagung yang dipasarkan di pasar setempat dan telah mengalami penyimpanan sampai 4 bulan, cemaran aflatoksinnya masih di bawah 30 ppb. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pemmantauan cemaran aflatoksin yang diperlukan hanya untuk jagung yang ada di tingkat pasar dengan lama penyimpanan lebih dari 4 bulan.
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN PAGI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR Sukati Saidin; Y. Krisdinamurtirin; Ance Murdiana; Moecherdiyatiningsih Moecherdiyatiningsih; Lies Darwin Karyadi; Sri Murni
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 14 (1991)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2204.

Abstract

Telah dilakukan penelitian Hubungan Kebiasaan Makan Pagi dan Konsentrasi Belajar Pada Anak Sekolah Dasar di 10 Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Bogor. Sampel penelitian diambil anak sekolah dasar kelas 4, 5 dan 6 dengan umur antara 9-14 tahun. Sampel dipilih anak yang sehat (bebas dari penyakit menahun) mempunyai status gizi normal. Sampel dikelompokkan menjadi 4 yaitu: (1) kelompok makan pagi tidak anemia (MP-TA). (2) Kelompok makan pagi anemia (MP-A). (3) Kelompok tidak makan pagi tidak anemia (TMP-TA). (4) Kelompok tidak makan pagi anemia (TMP-A). Sebelum dilakukan matching (berpasangan) berdasarkan jenis kelamin, umur dan asal sekolah, kelompok MP-TA terdiri dari 120 anak, MP-A sebanyak 84 anak, kelompok TMP-TA sebanyak 93 anak dan kelompok TMP-A sebanyak 95 anak. Setelah dipasangkan (matching) berdasarkan jenis kelamin, umur dan kelas yang sama untuk masing-masing kelompok diperoleh 57 pasang. Terhadap semua anak (sebelum dan sesudah dipasangkan) dilakukan test konsentrasi yang dilakukan pada jam yang sama yaitu pukul 9.00 pagi. Cara yang digunakan untuk uji konsentrasi adalah cara Bourdon, cara digit symbol tanpa dan dengan gangguan. Rata-rata hasil test konsentrasi dengan cara Bourdon untuk ke-4 kelompok sebagai berikut: 97.6, 92.4, 91.6 dan 90.1 (untuk lembar pertama) dan 112.3, 106.2, 110.3 dan 108.7 (untuk lembar kedua) masing-masing untuk kelompok MP-TA, MP-A, TMP-TA, dan TMP-A (tidak berpasangan). Dengan menggunakan uji-t test ternyata hasil test konsentrasi belajat dengan cara ini tidak berbeda nyata (P<0.05). Rata-rata hasil test konsentrasi belajar keempat kelompok setelah berpasangan untuk lembar pertama masing-masing sebesar 96.4, 95.1, 90.4 dan 90.1 dan sebesar 110.1, 109.9, 111.5 dan 107.3 (untuk lembar kedua). Hasil uji statistik dengan anova juga tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (P<0.05). Rata-rata hasil test konsentrasi keempat kelompok (tidak berpasangan), dengan cara digit symbol tanpa dan dengan gangguan menunjukkan angka sebagai berikut: 37.5, 34.3, 35.0 dan 29.1 (tanpa gangguan) dan 40.7, 38.5, 38.9 dan 32.2 (dengan gangguan). Hasil uji statustik dengan t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata antara kelompok yang diuji (P 0.01), kecuali antara kelompok MP-TA dengan TMP-TA, perbedaannya hanya nyata P < 0.05 (tanpa gangguan). Sedangkan hasil uji statistik test konsentrasi dengan gangguan, yang tampak berbeda nyata hanya antara kelompok TMP-TA dengan TMP-A dan antara MP-A dengan TMP-A, untuk kelompok MP-TA dengan MP-A dan MP-TA dengan TMP-TA, tidak ada perbedaan yang nyata. Rata-rata hasil uji konsentrasi keempat kelompok (berpasangan), dengan cara digit system adalah berturut-turut 36.5, 34.3, 35.0 dan 29.1 (tanpa gangguan) dan 39.8, 38.5, 38.9 dan 32.2 (dengan gangguan). Hasil uji statistik keempat kelompok (berpasangan) dengan menggunakan uji Anova menunjukkan bahwa kebiasaan makan pagi dan keadaan anemia berpengaruh nyata pada konsentrasi belajar dengan nilai F=8.142 dan 7.861. Daru uji Anova tampak bahwa ada interaksi nyata antara kebiasaan makan pagi dengan anemia terhadap konsentrasi belajar anak. Hal ini menunjukkan bahwa anak yang tidak biasa makan pagi dan menderita anemia sangat merugikan, karena kelompok ini ternyata mempunyai daya konsentrasi paling rendah. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan tidak makan pagi dan keadaan anemia berpengaruh nyata terhadap konsentrasi belajar anak sekolah.
DAMPAK FORTIFIKASI MIE INSTAN DENGAN VITAMIN A DAN ZAT BESI TERHADAP STATUS VITAMIN A DAN STATUS BESI ANAK BALITA Sukati Sukati; Moecherdiyatiningsih Moecherdiyatiningsih; Sri Murni Prastowo; Komala Komala; M. Saidin
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 18 (1995)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2221.

Abstract

Telah dilakukan penelitian "Dampak Fortifikasi Mie Instan Dengan Vitamin A dan Zat Besi terhadap Status Vitamin A Anak Balita dan Ibu Hamil". Penelitian dilakukan di 5 desa wilayah Puskesmas Cijedil Kecamatan Cugenang dan 5 desa di wilayah kerja Puskesmas Kademangan Kecamatan Mande di Kabupaten Cianjur. Rancangan penelitian adalah "Kuasi Eksperimental". Subjek penelitian adalah anak balita berumur 1-5 tahun. Jumlah sampel adalah 199 anak balita. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Kelompok perlakuan mendapat mie instan yang telah difortifikasi dengan vitamin A sebesar 2500 IU dan zat besi 10 mg per 100 g. Sedangkan kelompok pembanding mendapatkan mie instan yang biasa dipasarkan mengandung vitamin A sebesar 1500 IU dan zat besi 3 mg/100 g. Pemberian mie instan berlangsung selama 14 minggu. Distribusi mie instan diselenggarakan di pos-pos pemasakan atau Posyandu dan dimakan di tempat. Hasil penelitian menunjukkan rataan berat mie yang dapat dihabiskan anak balita sebesar 30 gr, memberi sumbangan vitamin A sebesar 750 IU dan zat besi 3 mg pada kelompok perlakuan. Sedangkan pada kelompok pembanding memberikan sumbangan vitamin A sebesar 450 IU dan zat besi sebesar 0.9 mg. Setelah intervensi berlangsung selama 14 minggu terjadi kenaikan vitamin A serum anak balita kelompok perlakuan dan pembanding, masing-masing sebesar 3.3±0.435 ug/dl dan 1.0±0.369 ug/dl, ada perbedaan nyata kenaikan kadar vitamin A pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok pembanding (p<0.05). Terjadi penurunan jumlah anak balita dengan status vitamin A rendah dan kurang (ug/dl) pada kelompok perlakuan dari 44.9% (sebelum intervensi) menjadi 22.1% (sesudah intervensi). Sedangkan pada kelompok pembanding dari 43.1% menjadi 34.8%, perbedaan penurunan antara kelompok perlakuan dan pembanding tidak nyata (p>0.05). Rataan kadar Hb anak balita kelompok perlakuan mengalami kenaikan secara nyata (p<0.05) sebesar 0.31 g/dl (dari 11.3±1.05 g/dl menjadi 11.6±0.95 g/dl). Sedangkan pada kelompok pembanding terjadi sedikit penurunan rataan nilai Hb sebesar 0.10 g/dl. Kenaikan kadar Hb kelompok perlakuan dan pembanding terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05). Prevalensi anemia gizi anak balita pada kelompok perlakuan turun sebesar 10.9%, dan pada kelompok pembanding terjadi kenaikan sebesar 1.0%. namun demikian kenaikan dan penurunan tersebut tidak berbeda nyata. Terjadi kenaikan kadar feritin serum anak balita kelompok perlakuan dan pembanding, masing-masing sebesar 1.8 ug/L dan 0.1 ug/L. Secara statistik perbedaan tersebut tidak nyata (p>0.05). Fortifikasi vitamin A dan zat besi pada mie instan dengan dosis 2500 IU dan 10 mg untuk anak balita mempunyai dampak positif terhadap kenaikan kadar Hb dan kadar vitamin A anak balita. Sedangkan terhadap prevalensi anemia dan cadangan zat besi belum tampak jelas. 
KHASIAT JAMU MELAHIRKAN TERHADAP KENAIKAN PRODUKSI AIR SUSU IBU Moecherdiyatiningsih Moecherdiyatiningsih; Komala Komala; Muhilal Muhilal
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 18 (1995)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2222.

Abstract

Anggapan bahwa jamu melahirkan dapat meningkatkan produksi air susu ibu telah diteliti. Sebagai sampel penelitian adalah ibu baru melahirkan di wilayah Kabupaten Bogor dengan kriteria sebagai berikut: berstatus gizi baik, umur 30 tahun, paritas 1-3 dan kelahiran normal. Berdasarkan kebiasaan ibu minum jamu atau tidak ditetapkan dua kelompok. Tiga puluh ibu kelompok pertama (kelompok MJ) diberi jamu bersalin merk "NM" yang diminum sampai 40 hari. Sedangkan 30 orang kelompok kedua (kelompok TMJ) hanya diberi jamu bersalin berupa parem yang dioleskan. Ke 60 ibu ini terpilih dari 185 ibu hamil yang terdaftar dan dipantau kelahirannya. Data yang dikumpulkan meliputi volume ASI selama 24 jam dengan metoda penimbangan, hemoglobin ibu, zat besi ASI, berat badan bayi, konsumsi zat gizi dan cairan yang diminum ibu selama 24 jam serta serta data penunjang lain. Pengumpulan data awal dan akhir masing-masing pada 4 hari dan 40 hari umur bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur ibu, pendidikan dan pekerjaan suami kurang lebih sama untuk kedua kelompok. Rata-rata volume ASI pada awal penelitian untuk kelompok MJ dan TMJ masing-masing 343±89,7 ml dan 320±81,2 ml. Dengan uji t, tidak berbeda bermakna (p>0,05). Tetapi berbeda bermakna pada akhir penelitian (p<0,05) dengan rata-rata untuk kelompok MJ 475,7±117,4 ml dan kelompok TMJ 409±120,6 ml. Rata-rata Hb ibu pada kelompok MJ dan di awal penelitian masing-masing adalah 11,02±1,45 dan 11,30±1,37 sedang di akhir penelitian masing-masing adalah 11,76±1,16 dan 11,98±1,11. Tidak ada perbedaan Hb ibu yang bermakna antar kedua kelompok, baik pada awal maupun akhir penelitian (p>0,05). Zat besi ASI dan berat badan bayi tidak berbeda bermakna pula (p>0,05). Konsumsi zat gizi khususnya vitamin C dan vitamin A berbeda bermakna antar kedua kelompok pada akhir penelitian. Tidak terbukti ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok dalam hal jumlah cairan yang diminum ibu.