Kajian ini membahas perkembangan nilai-nilai ekoteologi dalam tradisi dan praktik akademik di pesantren di Indonesia, menggunakan metodologi Tinjauan Pustaka Sistematis (TPS). Tujuh artikel yang diterbitkan dari tahun 2015 hingga 2025 telah dipilih secara ketat dari 200 publikasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan topik tentang ekoteologi di pesantren. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pesantren secara rutin menjadwalkan kegiatan yang dirancang untuk internalisasi kesadaran ekologis berbasis spiritualitas Islam melalui internalisasi nilai-nilai tauhid (tauhid), mizān (keseimbangan), khilafah (kekhalifahan), rasa syukur, dan adab (etnis terhadap alam). Mekanismenya meliputi pembacaan teks-teks keagamaan dan aktualisasi implementasi sehari-hari seperti pengelolaan sampah, pelestarian alam, pertanian organik, dan pelatihan keterampilan hidup berwawasan lingkungan. Pendekatan ekoteologis di pesantren dikembangkan dalam berbagai model, seperti partisipatif, advokatif, dan edukatif, yang disesuaikan dengan konteks lokal sosial dan budaya masing-masing. Temuan ini memperlihatkan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga laboratorium sosial-ekologis yang mampu menyatukan nilai Islam, kearifan lokal, dan gerakan lingkungan dalam satu sistem pendidikan yang transformatif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pesantren berpotensi menjadi aktor utama dalam pengarusutamaan ekoteologi Islam di Indonesia dan dapat menjadi basis konseptual dan praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan lingkungan berbasis agama di tengah tantangan krisis ekologis global.