Muh. Khaedir
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Pendampingan Pengelolaan Sampah untuk Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat di Desa Tenggela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo Muh. Khaedir
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2026): Volume 03 Nomor 02 (Mei 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i02.585

Abstract

Household waste remains a major challenge in maintaining environmental quality and public health. Low levels of knowledge, skills, and community participation in waste management have led to an increase in the volume of waste disposed of without sorting, leading to environmental pollution and disease risks. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding the importance of proper waste management, improve skills in sorting and processing organic and inorganic waste, encourage the utilization of waste into useful and economically valuable products, and create a clean, healthy, and sustainable environment through active community participation. The implementation method included initial identification through observation, interviews, and pre-tests, followed by education, practical training, mentoring, and evaluation using post-tests and field observations. The activity was attended by 30 participants, consisting of housewives, youth, and community leaders. The results showed that the average knowledge score of participants increased from 56.4 in the pre-test to 89.1 in the post-test. Ninety percent of participants were able to sort waste correctly, 80% successfully made simple compost, and 70% produced craft products from inorganic waste. Furthermore, community participation has increased, and environmental conditions have become cleaner and more organized. This program has proven effective in increasing community capacity in waste management based on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle) and a circular economy. Participatory education and mentoring have encouraged changes in community behavior and built a shared commitment to maintaining a clean environment sustainably. This program is recommended for replication in other regions with support from the government, universities, and the community to ensure continued environmental, social, and economic benefits.
Imlementasi Pendidikan Wawasan Kebangsaan dalam Meningkatkan Kesadaran Berbangsa di kelas X Athirah Makassar Fediyatun Muntazarah; M. Yunasri Ridhoh; Muh. Khaedir; Irfan Syafar; Sukri Badaruddin
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v3i1.119

Abstract

Pendidikan wawasan kebangsaan memiliki peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, cinta tanah air, dan memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas X Sekolah Islam Athirah Makassar terhadap wawasan kebangsaan melalui metode Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini melibatkan 120 Siswa dan Berlangsung selama 1 Hari.  FGD dipilih sebagai pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini yang memungkinkan interaksi aktif, diskusi terbuka, serta refleksi terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan, toleransi, tanggung sosial, dan cinta tanah air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain  itu, kesadaran mereka terhadap pengaruh media sosial juga meningkat, sehingga mereka lebih kritis dalam menyaring informasi yang dapat memengaruhi sikap kebangsaan mereka. Melalui sesi Refleksi, siswa menyatakan bahwa mereka lebih memahami pentingnya kebhinnekaan serta memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.