Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sulawesi Selatan Fediyatun Muntazarah; Heri Tahir; Muhammad Akbal
Phinisi Integration Review Vol 3, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.407 KB) | DOI: 10.26858/pir.v3i1.13167

Abstract

This study aims to describe (1) hospital waste management by the Regional Environmental Service in a socio juridical study reviewed through several legislation regarding environmental management, especially hospital waste; (2) barriers faced by the South Sulawesi Regional Environmental Service; (3) efforts conducted in handling obstacles; (4) legal arrangements regarding hospital waste management by the South Sulawesi Regional Environment Agency. This type of research is qualitative research with a phenomenological approach, where the type of research is carried out by observing the subjects and objects to be studied based on the facts that exist. The facts found are described in depth. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation, and analyzed by triangulation techniques. The results of this study indicate that: (1) Hospital waste management by the South Sulawesi Regional Environmental Service has not proceeded as expected due to the lack of facilities in the management of medical waste, and the lack of guidance and supervision of hospitals that still deviate from established rules marked by the absence of hospitals that have passed the company performance rating assessment program in environmental management. (2) Obstacles faced in hospital waste management are the lack of facilities especially incinerators and supervision as well as guidance for hospitals related to hospital waste management. (3) Efforts made by adding facilities related to hospital waste management and providing guidance to hospitals in South Sulawesi (4) Legal arrangements referred to by the South Sulawesi Regional Environment Agency refer to the three main legislation used as guidelines and the legal basis in the implementation of waste management, namely the legislation governing environmental protection and management as well as the legislation governing the management of B3 waste.
Upaya Pemerintah Daerah Dan Masyarakat Mandar Dalam Melindungi Minyak Kelapa Mandar Dalam Persfektif Indikasi Geografis Erlika Sari; Fediyatun Muntazarah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5626

Abstract

This research examines the efforts of the local government and Mandar community in protecting Mandar coconut oil through a Geographical Indication (IG) perspective. Mandar coconut oil is one of the region's superior products with great potential to obtain GI protection due to its unique qualities and characteristics. However, until now, Mandar coconut oil has not been registered as an IG product. This research uses an empirical legal approach with interview and questionnaire methods to collect data from coconut oil producers in Majene and Polewali Mandar Regencies. The research results show that the protection of Mandar coconut oil is still not optimal. The main inhibiting factors are the lack of knowledge of the community and local government regarding intellectual property rights, lack of funding, and limited support from the government. Therefore, collaboration is needed between the government, community and other stakeholders to increase understanding and awareness of the importance of GI, in order to support the competitiveness of local products in the global market and protect the sustainability of Mandar coconut oil production.
Desiminasi Pencegahan Perilaku Bullying dan Kekerasan Seksual sebagai Bentuk Pendidikan Karakter di Sekolah Kota Makassar Fediyatun Muntazarah; Heri Tahir; Ririn Nurfaathirani Heri; Sukri Badaruddin; Riskawati
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (Oktober 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Perilaku Bulyying dan kekerasan seksual yang kini marak terjadi pada lingkungan sekolah menjadi sebuah fenomena sosial yang kini melanda anak-anak dan remaja Indonesia. Dalam catatan FSGI, 3 dosa besar di pendidikan adalah istilah sekaligus bentuk pengakuan negara melalui Mendikbud Nadiem Makarim bahwa, di pendidikan masih terus terjadi berbagai bentuk kekerasan, yaitu Perundungan, Kekerasan Seksual dan Intoleransi. Bahkan, KemendikbudRistek. Berdasarkan hal tersebut maka dianggap penting untuk dilakukan desiminasi pada lingkungan siswa yang focus atau target utamanya adalah siswa SMP IT Anugrah Hidayah untuk membimbing dan memberikan wawasan terhadap siswa terkait Gambaran umum dan Upaya pencegahan perilaku-perilaku menyimpang seperti perilaku bullying, dan kekerasan seksual sebagai bentuk penguatan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila Metode yang digunakan dalam kegitan pengabdian Masyarakat ini adalah observasi,seminar, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian mayarakat ini menambah pengetahuan bagi siswa dan guru terkait jenis-jenis perilaku bullying dan kekerasan seksual, dan upaya pencegahannya.
Workshop Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SMAN 3 dan SMAN 6 Takalar Fathahillah Fathahillah; Riana T Mangesa; Dyah Darma Andayani; Fediyatun Muntazarah; Ayu Lestari
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 2 (May 2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/6nz02074

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu pembelajaran yang inovatif dan efektif. Di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, lebih dari 70% guru belum pernah menggunakan alat berbasis AI dalam pembelajaran, dan lebih dari 80% tidak mengetahui cara mengintegrasikan AI ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Rendahnya pemahaman serta keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses belajar-mengajar menjadi permasalahan utama yang melatarbelakangi kegiatan ini. Workshop dilaksanakan pada tanggal 29-30 April 2026 di SMAN 3 Takalar dengan melibatkan 42 peserta yang merupakan guru dari SMAN 3 Takalar dan SMAN 6 Takalar. Metode yang digunakan dalam workshop ini adalah demonstrasi langsung dan praktik terbimbing menggunakan berbagai alat berbasis AI yang relevan untuk keperluan pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta, yang tercermin dari kenaikan nilai rata-rata pre-test sebesar 51,3 menjadi 84,6 pada post-test. Sebanyak 92,8% peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan workshop dan merasa siap mengintegrasikan AI dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kegiatan ini berkontribusi dalam mempercepat transformasi digital pendidikan di Kabupaten Takalar serta mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.  
Imlementasi Pendidikan Wawasan Kebangsaan dalam Meningkatkan Kesadaran Berbangsa di kelas X Athirah Makassar Fediyatun Muntazarah; M. Yunasri Ridhoh; Muh. Khaedir; Irfan Syafar; Sukri Badaruddin
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v3i1.119

Abstract

Pendidikan wawasan kebangsaan memiliki peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, cinta tanah air, dan memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas X Sekolah Islam Athirah Makassar terhadap wawasan kebangsaan melalui metode Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini melibatkan 120 Siswa dan Berlangsung selama 1 Hari.  FGD dipilih sebagai pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini yang memungkinkan interaksi aktif, diskusi terbuka, serta refleksi terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan, toleransi, tanggung sosial, dan cinta tanah air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain  itu, kesadaran mereka terhadap pengaruh media sosial juga meningkat, sehingga mereka lebih kritis dalam menyaring informasi yang dapat memengaruhi sikap kebangsaan mereka. Melalui sesi Refleksi, siswa menyatakan bahwa mereka lebih memahami pentingnya kebhinnekaan serta memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Women’s Character Education and Gender Equality in Indonesia: A Pancasila-Based Ethical Analysis Riskawati Riskawati; Fediyatun Muntazarah
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v6i1.4166

Abstract

Study of education character and gender equality in Indonesia in general focused on expansion access education and participation women, but not yet in a way adequate analyze How education character reproduce or challenge relation gender power in framework Pancasila values. The gap This show the need analysis ethics that places Pancasila not just as a normative slogan, but as framework evaluative critical. This article aim analyze in a way conceptual relation between education character women and gender equality in Indonesia through perspective Pancasila ethics. Research This use approach qualitative with design analysis conceptual based studies literature to journal scientific accredited, literature international reputable, and books relevant academic​ with education character, gender studies, and Pancasila philosophy. Analysis done in a way thematic with emphasize the principle just and civilized humanity​ as well as justice social. Study results show that education character Woman Still tend normative and adaptation oriented social, so that potential maintain double moral standards and limitations agency women. This article contribute to clarification theoretical about the position of Pancasila as framework ethical critical for reconstruct education more characters​ equal. The implications, policies and practices education need directed at an empowering and gender equitable approach.
Pembelajaran Pancasila Berbasis Interaksi Teman Sebaya sebagai Strategi Pendidikan Karakter bagi Siswa Sekolah Dasar Sukri Badaruddin; Aan Setiawan; Salsabila Salsabila; Nurhaliza Nurhaliza; Masni Masni; Riskawati Riskawati; Fediyatun Muntazarah; Andi Samsul Alam
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 22, No 1 (2026): Volume 22, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v22i1.6991

Abstract

This study aims to examine how peer interaction can be effectively utilized to foster values of togetherness and social care within the context of Pancasila learning at the elementary education level, particularly in Class VI of MIN 2 Majene. The study adopts a descriptive qualitative method with a case study approach, focusing on an in-depth understanding of the role of peers in cultivating togetherness and social concern through Pancasila instruction in Class VI of MIN 2 Majene. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using data triangulation techniques, which include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that peer interaction plays a central role in nurturing students’ values of togetherness and social care through Pancasila learning in Class VI of MIN 2 Majene. Activities such as group work, discussions, and educational games enable students to directly experience values such as cooperation, tolerance, and empathy within a supportive and engaging learning environment. Students feel more comfortable and motivated when learning alongside their peers, which accelerates the internalization of Pancasila values. However, teachers face challenges in optimizing this strategy due to time constraints imposed by curricular demands and limited opportunities for professional training.
Analisis Implementasi Pendidikan Inklusi di Indonesia: Antara Kebijakan dan Realitas di Lapangan Hasriani; Firman Umar; Fediyatun Muntazarah; Mustari; Muhtar
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif di Indonesia bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang setara bagi semua peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Artikel ini menganalisis kesenjangan antara kebijakan dan implementasinya melalui studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa meskipun regulasi mendukung, implementasi masih dibatasi oleh kompetensi guru yang terbatas, fasilitas yang tidak memadai, dan pemahaman masyarakat yang rendah. Disimpulkan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan inklusif sehingga dapat lebih adil dan optimal.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Media Visual di UPT SPF SMPN 8 Makassar Fediyatun Muntazarah; Fathahillah Fathahillah; Kholik Prasojo
Jurnal MediaTIK Volume 7 Issue 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v7i2.2830

Abstract

Keberhasilan penerapan Projek Penguatan profil pelajar Pancasila sangat bergantung pada manajemen dan dukungan sarana dan prasaran yang tersedia di sekolah. Namun dalam prosesnya seringkali masih terkendala pada tidak lengkapnya bahan-bahan untuk membuat projek dan media yang digunakan belum efektif sehingga dalam Pelaksanaan Projek Penguatan profil pelajar Pacasila sangatlah baik apabila didukung dengan pembelajaran yang berbasis media visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana impelementasi Projek Penguatan profil pelajar Pancasila berbasis media visual di SMPN 8 Makassar. Penelitian ini dirancang secara deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang mendeskripsikan fenomena yang terjadi sesuai dengan realitas yang ada, pemgumpula data dilakukan dengan observasi partsipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual dilakukan dengan tiga jenis media yaitu: (1) Melalui tontonan cinema pendek bertema kisah kisah Sejarah pada zaman penjajahan dan proses perumusan pancasila selama empat hari sekolah, dengan tujuannya adalah membangun kesadaran nasionalisme, membangun sikap toleransi, kerjasama dan rasa tanggung jawab. Diakhir kegiatan ini siswa diminta untuk presentasikan padangan mereka tentang makna dan nilai nilai dalam cinema pendek tersebut. (2) Melalui project sederhana dengan membuat poster dan karikatur pohon Pancasila secara berkelompok dengan durasi kerja selama tiga minggu. Penerapan P5 berbasis media visual ini mampu menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang menjadi tujuan dalam pelaksaan projek penguatan profil pelajar Pancasila. hal ini dilakukan dalam semester genap tahun ajaran 2024, Sebagian besar peserta didik mampu mempresentasikan peristiwa-peristiwa sejarah proses perumusan Pancasila dengan Bahasa yang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan ketika guru dengan menggunakan metode ceramah ataupun story telling dan pesera didik mampu membuat karya yang memberikan pengetahuan terkait Pendidikan Pancasila kepada Masyarakat di sekolah. Dapat disimpulkan bahwa projek penguatan profil pelajar Pancasila berbasis media visual menjadi tawaran strategi yang baik dalam menggali potensi peserta didik, dan mengembangkan bakat dan minat untuk membangun keterampilan dimasa mendatang.
Civic Engagement among Generation Z: The Relationship between Digital Literacy and Critical Civic Awareness among Adolescents in Makassar City Fediyatun Muntazarah; Andi Samsul Alam; Hudayah Sulaiman
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 3 (2026): July
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i3.599

Abstract

This study aims to analyze the relationship between digital literacy, critical civic awareness, and civic engagement among Generation Z students in Makassar City. The study employed a qualitative approach with a case study design conducted at SMAN 10 Makassar, SMK TELKOM Makassar, and MAN 2 Makassar. Informants were selected through purposive sampling, consisting of students who actively use social media and teachers of Pancasila Education/Civic Education as supporting informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies, and were analyzed using interactive and thematic analysis, with data validity ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that students possess the ability to access digital media, but their abilities to evaluate and verify information vary. Critical digital literacy helps students understand public issues, consider diverse perspectives, and develop responsible attitudes. Critical civic awareness encourages engagement through digital activities, organizations, social activities, and community involvement. However, students' civic engagement faces challenges, including social media trends, concerns about negative judgments, limited confidence in expressing opinions, and insufficient understanding of public issues. These findings highlight the importance of integrating critical digital literacy, civic awareness, dialogical skills, and meaningful participation experiences to develop critical, ethical, and responsible young citizens