Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Small Group Discussion (SGD) terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa MAN 2 Banjarmasin tentang Penggunaan Antibiotik Ashiela Ashiela; Darini Kurniawati; Adriana Palimbo
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i1.10805

Abstract

AbstrakPengunaan antibiotik yang tidak rasional secara berulang dapat mengakibatkan resistensi. Resistensi antibiotik adalah 10 ancaman kesehatan dunia. Salah satu yang memengaruhi penggunaan antibiotik adalah pengetahuan yang dapat ditingkatkan dengan edukasi. Remaja sebagai agent of change akan menjadi perubahan baik untuk dibekali pengetahuan tentang penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh small group discussion terhadap tingkat pengetahuan siswa MAN 2 Banjarmasin tentang penggunaan antibiotik. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat true experimental menggunakan pre-test and post-test group design. Populasi dan sampel penelitian adalah siswa MAN 2 Banjarmasin yang diteliti sebanyak 104 siswa kelas XII dengan pengacakan stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juli 2022. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji statistika dan regresi ordinal. Hasil tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden terhadap tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Tingkat pengetahuan responden pre-test adalah 16 orang baik, 34 orang cukup, dan 54 orang kurang. Pada hasil posttest tingkat pengetahuan mengalami perubahan menjadi 48 orang baik, 28 orang cukup, dan 28 orang kurang. Small group discussion memiliki pengaruh sebesar 53,2% terhadap tingkat pengetahuan siswa MAN 2 Banjarmasin tentang penggunaan antibiotik. Pemberian edukasi dengan metode small group discussion memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswa MAN 2 Banjarmasin tentang penggunaan antibiotik. Diperlukan penyampaian informasi dan edukasi yang rutin seperti penyuluhan maupun seminar oleh tenaga kesehatan untuk menambah pengetahuan penggunaan antibiotik.Kata kunci: Antibiotik, edukasi, pengetahuan, penggunaan antibiotikThe Effect of Small Group Discussion (SGD) on the Knowledge Level of Banjarmasin MAN 2 Students about the Use of AntibioticsAbstractRepeated irrational use of antibiotics can lead to resistance. Antibiotic resistance is a top 10 threat to world health. One that influences the use of antibiotics is knowledge that can be increased by education. Teenagers as agents of change will be a good change to be equipped with knowledge about the use of antibiotics. The purpose of this study was to determine the effect of small group discussions on the level of knowledge of students at MAN 2 Banjarmasin about the use of antibiotics. The design of this research is quantitative which is true experimental using pre-test and post-test group design. The population and sample of the study were students of MAN 2 Banjarmasin who were studied as many as 104 students of class XII with stratified random sampling. This research was conducted during July 2022. The measuring tool used was a questionnaire and data were analyzed using statistical tests and ordinal regression. The results showed that there was no relationship between the characteristics of the respondents and the level of knowledge on the use of antibiotics. The knowledge level of the respondents in the pre-test was 16 good people, 34 people had enough and 54 people had less. In the posttest results the knowledge level category changed to 48 good people, 28 people were sufficient and 28 people were lacking. Small group discussion has an effect of 53.2% on the level of knowledge of Man 2 Banjarmasin students about the use of antibiotics. Providing education with the small group discussion method has an influence on the level of knowledge of Banjarmasin MAN 2 students about the use of antibiotics. It is necessary to deliver routine information and education such as counseling and seminars by health workers to increase knowledge on the use of antibiotics.Keywords: Antibiotics, education, knowledge, use of antibiotics
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raya Syarbailiani Handayani; Lisda Handayani; Istiqamah; Adriana Palimbo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.274

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan tempat persalinan merupakan keputusan penting yang berdampak langsung terhadap keselamatan ibu dan bayi. Meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas persalinan, sebagian ibu masih memilih tempat yang kurang sesuai dengan kondisi obstetriknya. Beragam faktor seperti paritas, kepemilikan asuransi kesehatan, dan jarak ke fasilitas kesehatan berpotensi memengaruhi keputusan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya, Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 289 ibu bersalin tahun 2024 diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui dokumentasi rekam medis, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden memilih bersalin di Rumah Sakit Swasta (53,3%). Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p = 0,023), kepemilikan asuransi kesehatan (p = 0,015), dan jarak tempuh ke fasilitas kesehatan (p = 0,000) dengan pemilihan tempat persalinan. Ibu dengan paritas berisiko, memiliki asuransi, dan berdomisili ≤3 km dari fasilitas kesehatan cenderung memilih RS Swasta. Simpulan: Paritas, kepemilikan asuransi, dan jarak tempuh terbukti berhubungan signifikan dengan pemilihan tempat persalinan. Diperlukan intervensi promotif melalui pendidikan kebidanan serta penguatan akses dan distribusi fasilitas kesehatan maternal untuk mendukung pemilihan tempat persalinan yang aman dan rasional.
Analisis Keterkaitan Tingkat Stres terhadap Kejadian Emesis gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Puskesman Beruntung Raya Fifi Firnanda; Meldawati; Adriana Palimbo; Susanti Suhartati
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): Mei : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.393

Abstract

Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam terjadinya emesis gravidarum, yang berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) selama kehamilan. Data pra-penelitian di Puskesmas Beruntung Raya menunjukkan bahwa dari 190 ibu hamil trimester I pada tahun 2024, sebanyak 133 orang (70%) mengalami emesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 48 ibu hamil trimester I dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan tingkat stres sedang sebagian besar mengalami emesis gravidarum sedang (56,3%), sedangkan ibu hamil dengan stres berat cenderung mengalami emesis gravidarum berat (6,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya.
Hubungan Paparan Asap Rokok dan Pembakaran Sampah dengan Kejadian ISPA pada Anak Yulianti Yulianti; Umi Hanik Fetriyah; Adriana Palimbo; Paul Joae Brett Nito
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Language and Health: March 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i1.1838

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan menjadi penyebab utama morbiditas. Anak memiliki sistem imun yang belum matang sehingga lebih rentan terhadap paparan polusi udara di lingkungan rumah tangga. Paparan asap rokok dan asap pembakaran sampah mengandung partikel berbahaya yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko ISPA. Kebiasaan merokok di dalam rumah serta praktik pembakaran sampah masih banyak ditemukan di masyarakat dan berpotensi meningkatkan paparan pada anak. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan asap rokok dan paparan asap pembakaran sampah dengan kejadian ISPA pada anak. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjmla 35 orang yang diambil dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai paparan asap rokok, paparan asap pembakaran sampah, dan kejadian ISPA. Hasil uji validitas menunjukkan semua item kuesioner memiliki nilai r hitung > r tabel pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05), sehingga dinyatakan valid. Sementara itu, uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha memperoleh nilai α sebesar 0,842, yang berarti instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi dan konsisten. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Sebagian besar anak yang terpapar asap rokok  sebesar 60%, dan asap pembakaran sampah sebesar 31,1,  Sebagian anak mengalami ISPA sebesar 42,2%. Uji Fisher menunjukkan hubungan antara paparan asap rokok dan paparan asap pembakaran sampah dengan kejadian ISPA masing-masing nilai p-value nya 0.000 (α < 0,05). Paparan asap rokok dan pembakaran sampah berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak.
Pengaruh Senam Nifas Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang Syafari Yunita; Adriana Palimbo; Hairiana Kusvitasari; Dwi Sogi Sri Redjeki
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i2.527

Abstract

Latar Belakang: Banyak perubahan pada masa nifas yang terjadi pada ibu baik dari segi fisik maupun psikologis. Perubahan psikologis yang dialami seorang ibu nifas salah satunya adalah kecemasan. Sekitar 50-70% wanita pasca persalinan di seluruh Indonesia pada tahun 2019 mengalami stres psikologi postpartum. Upaya untuk mengatasi kecemasan pada Ibu nifas salah satunya adalah dengan berolahraga seperti senam nifas. Tujuan: Menganalisis pengaruh senam nifas terhadap tingkat kecemasan ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari menggunakan metode Pre-Post Experimental Design dengan rancangan one groups pretest posttest without control group. Populasi penelitian ini yaitu seluruh wanita nifas di bulan Februari 2024 sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Uji analisis Wilcoxon. Hasil: Hasil uji analisis wilcoxon didapatkan p value 0,001 (<0,05). Simpulan: Ada pengaruh senam nifas terhadap tingkat kecemasan ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang sehingga diharapkan bidan mampu memotivasi ibu untuk melakukan senam nifas untuk mengurangi tingkat kecemasan paska melahirkan.
Pengaruh Emo-Demo dan Story Telling Terhadap Self Efficacy Ibu Hamil dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Long Kali Dwi Sukma Pryhandini; Adriana Palimbo; Dede Mahdiyah; Nur Hidayah
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 3 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i3.634

Abstract

Pendahuluan: Mendapatkan ASI Eksklusif merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh setiap bayi sejak dilahirkan sampai umur 6 bulan dan harus dipenuhi kecuali terdapat indikasi medis, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kegagalan ASI Eksklusif seperti kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga, kondisi psikologis ibu, kurangnya minat dan self efficacy ibu yang buruk. Tujuan: Mengetahui pengaruh metode Emo-Demo dan story telling terhadap self-efficacy pada ibu hamil tentang pemberian ASI Eksklusif. Metode: Metode penelitian ini berupa eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian yaitu pre test post test non equivalent two control group, Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil Trimester 3 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Long Kali, teknik pengambilan sampel dengan Total sampling yaitu 36 ibu hamil sebagai sampel. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh terdapat pengaruh yang signifikan antara Metode Edo-Demo dan story telling dengan peningkatan self efficacy ibu hamil P-value 0,002 dengan nilai a=0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan self efficacy ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, pada perlakuan Emo-Demo dan Story Telling  setelah diberikan perlakuan self efficacy responden meningkat, didapatkan yang diberikan  intervensi praktek  Emo Demo memiliki perubahan self efficacy lebih tinggi yaitu 14 (77,8%) responden dibandingkan dengan klompok Kontrol Story Telling sebesar 13(72,2%)  responden.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Tempat Persalinan Pada Ibu Hamil Di UPT Puskesmas Jorong Tri Eva Mandasari; Istiqamah Istiqamah; Zulliati Zulliati; Adriana Palimbo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1496

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia dan belum mencapai target Sustainable Development Goals(SDGs) tahun 2030. Salah satu upaya penting dalam menurunkan AKI dan AKB adalah memastikan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan tenaga kesehatan terlatih. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ibu hamil yang memilih tempat persalinan di luar fasilitas kesehatan. Keputusan pemilihan tempat persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan ibu, pedapatan keluarga, aksesibilitas fasilitas kesehatan, serta budaya dan kepercayaan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 66 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan baik (98,5%), pendapatan keluarga kategori cukup (84,8%), aksesibilitas fasilitas kesehatan baik (60,6%), serta budaya dan kepercayaan tradisional kategori kuat (59,1%). Pemilihan tempat persalinan terbanyak adalah Rumah Sakit (51,5%), diikuti Puskesmas (47,0%), dan Bidan Praktik Mandiri (1,5%). Simpulan: Pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendapatan, aksesibilitas, serta budaya dan kepercayaan. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan edukasi kesehatan dan pelayanan yang ramah budaya untuk mendorong persalinan di fasilitas kesehatan.