Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kurikulum di Sekolah Berasrama (Studi Multi Kasus di SMP GIBS dan SMAS GIBS) Randi Ahmad Irwanto; Aslamiah Aslamiah; Ngadimun Ngadimun
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1033

Abstract

The urgency of curriculum in boarding schools is very important in realizing the effectiveness of education. Boarding education has a big role in teaching the values of discipline and independence. Educators and education units develop a curriculum that is in accordance with the conditions and needs, so that students can develop better knowledge and skills. Among the excellent boarding schools in Barito Kuala district are SMP GIBS and SMAS GIBS. Both are A-accredited schools that have implemented the 2013 curriculum and Merdeka curriculum since July 2022 at the same time. Based on interviews with teachers and education personnel, SMP GIBS and SMAS GIBS have achieved many achievements in both academic and non-academic fields with a quality learning system and complete facilities. This study aims to describe the analysis of curriculum needs, describe curriculum planning, explore curriculum implementation, and analyze curriculum evaluation at SMP GIBS and SMAS GIBS. This research is a descriptive qualitative research with a multi-case study approach. The sampling technique in this study used purposive sampling technique. Data were collected through observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The data analysis technique was carried out with a single case analysis consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification as well as cross-case analysis. While the validity of the data was checked using the technique of broadening perception, increasing persistence, and triangulation. The results showed that curriculum needs analysis, curriculum planning, curriculum implementation, and curriculum evaluation at SMP GIBS and SMAS GIBS are well prepared using complete data, in accordance with the conditions and needs of students, at the right time, and involve many parties both internal and external according to their respective duties, responsibilities, and interests. Thus, good curriculum management in boarding schools is achieved, resulting in good quality education.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN E-LKPD BERBASIS WIZER.ME BAGI MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR PROGRAM STUDI PGSD Celia Cinantya; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah; Rizky Amelia; Ngadimun Ngadimun; Wahdah Refia Rafianti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.34235

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi digital baik pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Asistensi Mengajar dalam merancang pembelajaran inovatif, sebagai Upaya dalam memenuhi kompetensi pendidik Abad 21. Selain itu, Mahasiswa yang terlibat dalam asistensi mengajar perlu dibekali dengan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis digital, salah satunya melalui E-LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik). Platform Wizer.Me dipilih karena kemudahan penggunaannya dalam membuat LKPD yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Subjek kegiatan ini adalah Mahasiswa asistensi mengajar Program Studi PGSD. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memiliki pengetahuan merancang E-LKPD serta memiliki ketrampilan dalam merancang E-LKPD yang interaktif berbasis aplikasi wizer.me. Hasil pendampingan tersebut terlihat dari evaluasi kegiatan yang menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan adalah 93% dan tingkat keterampilan peserta dalam merancang E-LKPD berbasis wizer.me lebih dari 93%. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pendampingan perancangan model pembelajaran inovatif berjalan dengan sukses dan berhasil mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.