Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Program Integrasi Pendidikan Pra-Nikah, Multikultural, dan Kesehatan oleh Penghulu di Kantor Urusan Agama Ahmad Zarkasyi Mujahid; Yuniar; Afriantoni; Saipul Annur; Indah Wigati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2150

Abstract

Pernikahan merupakan institusi yang memiliki dimensi sosial, budaya, dan kesehatan yang kompleks. Dalam menghadapi tantangan pernikahan di era modern, bimbingan pra-nikah menjadi instrumen penting dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai hak dan kewajiban dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program integrasi bimbingan pra-nikah di KUA Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, khususnya dalam penyampaian materi pendidikan pra-nikah, pendidikan multikultural, dan pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan penghulu, penyuluh agama, serta calon pengantin, observasi langsung dalam sesi bimbingan, dan analisis dokumen yang relevan. Analisis dilakukan melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian materi pendidikan pra-nikah masih didominasi oleh metode ceramah satu arah, yang menyebabkan rendahnya partisipasi aktif peserta. Keterbatasan durasi bimbingan juga menjadi kendala utama, sehingga materi yang disampaikan tidak dapat dieksplorasi secara mendalam. Sementara itu, pendidikan multikultural belum mendapatkan porsi yang cukup dalam bimbingan pra-nikah, meskipun perbedaan budaya menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga. Penyampaian materi kesehatan juga masih terbatas, terutama karena kurangnya keterlibatan tenaga medis dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan perpanjangan durasi bimbingan, penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta peningkatan kerja sama dengan tenaga ahli di bidang kesehatan dan multikulturalisme. Selain itu, program bimbingan pasca-nikah juga disarankan sebagai langkah lanjutan untuk mendukung keberlangsungan rumah tangga yang harmonis. Dengan perbaikan dalam penyampaian materi dan pendekatan yang lebih komprehensif, program bimbingan pra-nikah di KUA Talang Ubi diharapkan dapat menjadi model bagi peningkatan kualitas bimbingan perkawinan di Indonesia.
Implementasi Manajemen Mutu Pendidikan untuk Meningkatkan Akreditasi di Sekolah Dasar Negeri 158 Palembang Afriantoni; Luspitasari; Lisda Lena; Vio Amalia Nurhalijah; M. Firdaus Novansyah
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5549

Abstract

This study aims to analyze and develop an educational quality management model in an effort to improve school accreditation at SD Negeri 158 Palembang. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. The research subjects consisted of the principal, teachers, and educational staff selected through purposive sampling, in which respondents were chosen based on specific considerations related to their understanding of the implementation of educational quality management at the school. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The collected data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of the implementation of educational quality management in the school. The results of the study indicate that the implementation of educational quality management principles at SD Negeri 158 Palembang has been carried out through school program planning, effective learning process implementation, as well as continuous evaluation and improvement of various educational activities. In addition, several supporting factors in improving school accreditation were identified, such as effective principal leadership, teacher competence, and cooperation among school members. However, this study also found several inhibiting factors, including limited educational facilities and infrastructure as well as a lack of understanding regarding school accreditation administration management. This study is limited to one school setting; therefore, the findings cannot be generalized broadly. Future studies are recommended to involve more schools and develop more innovative and technology-based educational quality management models
Etika Guru Terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajan PAI di Raudhatul Athfal Meleza Andora; Salwa Aurumia Firanti; Saipul Annur; Afriantoni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15171

Abstract

This study aims to analyze teachers’ ethics in the use of Artificial Intelligence (AI) in Islamic Religious Education (IRE) instruction at Raudhatul Athfal Gummi. The study employs a qualitative, descriptive approach, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects include IRE teachers and the school principal, who were selected through purposive sampling. The results indicate that AI is utilized as a learning support tool, particularly in developing instructional materials, creating interactive media, and enhancing student engagement. However, the use of AI is not without ethical challenges, such as the potential for technological dependency and a reduction in humanistic interaction. Therefore, teachers serve as ethical gatekeepers tasked with filtering content, aligning materials with Islamic values, and maintaining a balance between technology and direct interaction. From the perspective of maqasid al-shari‘ah, the use of AI reflects the principle of public interest through the protection of religion, reason, and future generations. This study emphasizes that the integration of AI into Islamic Education must be under the ethical control of teachers to ensure it continues to support the development of students’ character and spiritual values.
POLITIK PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: DINAMIKA KEBIJAKAN NEGARA TERHADAP MADRASAH DAN PESANTREN Afriantoni; Rahmani Uswatun Khasanah; Cindi Amanda Nabila Sari; Ayattullah Omar; M. Zaky Maulana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15558

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of Islamic education politics in Indonesia, focusing on state policies toward madrasahs and pesantrens. The novelty of this research lies in its comparative analysis of state policy patterns toward these two Islamic educational institutions across different political periods in Indonesia. This study employs a qualitative approach using library research enriched by netnography. Data were collected from books, scholarly journals, policy documents, and relevant digital sources and analyzed descriptively. The findings show that Islamic education policies have evolved from marginalization and integration to standardization and greater recognition during the Reform era. Madrasahs have been directed toward standardization and integration into the national education system, while pesantrens have retained broader institutional autonomy. The study concludes that Islamic education politics is a process of negotiation between the state and Muslim society that requires inclusive and adaptive policies to improve educational quality while preserving Islamic identity